Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 2779 tentang Penyambutan Nabi sepulang perang Tabuk

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan bahwa ketika Nabi ﷺ pulang dari Perang Tabuk ke Madinah, kaum Muslimin—termasuk anak-anak—menyambut beliau di sebuah tempat bernama Thaniyyatul Wada'. Ini menunjukkan bahwa menyambut kedatangan pemimpin atau orang yang baru kembali dari perjalanan (terutama jihad) adalah amalan yang pernah dipraktikkan para sahabat, dan anak-anak pun dilibatkan dalam suasana gembira tersebut.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Jihad, Bab Tentang Penyambutan, dari jalur Sufyan bin 'Uyainah (salah satu ulama dalam daftar) dari Az-Zuhri (Muhammad bin Syihab az-Zuhri, seorang Tabi'in dalam daftar) dari As-Sa'ib bin Yazid (sahabat Nabi ﷺ).

Adapun dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan menyambut dan bergembira dengan kedatangan Rasulullah ﷺ serta para pembawa kebaikan:

QS. At-Taubah [9]: 128

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Terjemahan: "Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin."

Ayat ini menunjukkan betapa besar kecintaan Nabi ﷺ kepada umatnya, sehingga wajar jika umat pun bergembira menyambut kedatangan beliau.

Penjelasan Rinci

Hadits ini secara sanad sangat kuat: Sufyan bin 'Uyainah meriwayatkan dari Az-Zuhri, dan Az-Zuhri dari As-Sa'ib bin Yazid, seorang sahabat yang masih kecil pada masa Nabi ﷺ. Ini menunjukkan bahwa peristiwa tersebut benar-benar disaksikan langsung oleh As-Sa'ib bin Yazid.

Imam Abu Dawud memasukkan hadits ini dalam Kitab Jihad, bab tentang penyambutan (تَلَقِّي / talqi). Ini memberi isyarat bahwa menyambut orang yang kembali dari medan jihad adalah bagian dari adab dan tradisi Islam yang baik.

Az-Zuhri dikenal sebagai ulama Tabi'in yang sangat teliti dalam meriwayatkan hadits, dan beliau banyak meriwayatkan hadits-hadits tentang sirah Nabi ﷺ. Sufyan bin 'Uyainah juga dikenal sebagai hafizh yang kuat hafalannya dan menjadi rujukan hadits di Hijaz.

Beberapa faedah yang bisa dipetik:

  1. Anjuran menyambut orang yang kembali dari kebaikan. Para sahabat menyambut Nabi ﷺ bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk cinta dan penghormatan.
  2. Anak-anak dilibatkan. As-Sa'ib bin Yazid berkata, "Saya menemuinya bersama anak-anak." Ini menunjukkan bahwa pendidikan cinta kepada Nabi ﷺ dan para pemimpin yang shalih ditanamkan sejak dini. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari ketika membahas hadits-hadits serupa menyebutkan bahwa melibatkan anak-anak dalam momen kegembiraan keagamaan adalah bagian dari tarbiyah (pendidikan).
  3. Thaniyyatul Wada' adalah sebuah tempat di dekat Madinah. Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa ini adalah lokasi yang biasa digunakan untuk melepas dan menyambut rombongan perjalanan.
  4. Perang Tabuk adalah perang terakhir yang diikuti Nabi ﷺ. Ibnu Katsir menyebutkan bahwa perang ini terjadi di tahun ke-9 Hijriah, dan ketika Nabi ﷺ kembali, kaum Muslimin menyambut dengan gembira.

Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ ketika kembali dari Tabuk, beliau masuk Madinah pada waktu Dhuha, dan beliau langsung menuju masjid untuk shalat dua rakaat, lalu duduk bersama orang-orang. Ini menunjukkan bahwa penyambutan bukan hanya di jalan, tetapi juga di masjid dengan ibadah.

Story Telling

Dikisahkan bahwa As-Sa'ib bin Yazid masih kecil ketika Perang Tabuk terjadi. Ia bersama anak-anak lain berdiri di Thaniyyatul Wada', sebuah bukit kecil di jalan masuk Madinah. Mereka menunggu dengan hati berdebar, ingin melihat wajah Nabi ﷺ yang sudah lama pergi berjihad.

Ketika rombongan Nabi ﷺ muncul di kejauhan, anak-anak itu berlarian kecil menyambut. As-Sa'ib kecil ikut di antara mereka. Ia tidak pedang, tidak membawa apa-apa, tetapi ia membawa cinta. Nabi ﷺ pun tersenyum melihat anak-anak itu.

Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim ketika membahas hadits-hadits tentang penyambutan menyebutkan bahwa momen seperti ini adalah momen yang penuh berkah, karena di dalamnya ada cinta, ada penghormatan, dan ada pendidikan bagi generasi berikutnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Menyambut orang yang kembali dari kebaikan (haji, jihad, menuntut ilmu) adalah sunnah yang pernah dipraktikkan para sahabat.
  2. Libatkan anak-anak dalam momen-momen keagamaan agar mereka tumbuh dengan cinta kepada Nabi ﷺ dan para ulama.
  3. Sambutan yang terbaik adalah yang diiringi dengan doa dan rasa syukur kepada Allah, bukan sekadar hura-hura.
  4. Jangan berlebihan (ghuluw) dalam menyambut, cukup dengan adab yang diajarkan Islam.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?