Sunan Abu Dawud · Kitab Thaharah · No. 268

Bab tentang seorang pria yang melakukan hubungan dengan istrinya di luar hubungan intim

Shahih oleh Al-Albani

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنِ الأَسْوَدِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَأْمُرُ إِحْدَانَا إِذَا كَانَتْ حَائِضًا أَنْ تَتَّزِرَ ثُمَّ يُضَاجِعُهَا زَوْجُهَا وَقَالَ مَرَّةً يُبَاشِرُهَا .

haddatsana muslimu ibnu ibrahima, haddatsana syubahu, an manshurin, an ibrahima, ani alaswadi, an aisyaha, qalat kana rasulu allahi yamuru ihdana idza kanat haidhan an tattazira tsumma yudhajiuha zawjuha waqala marrahan yubasyiruha.

'Aisyah berkata; Ketika salah satu dari kami (istri-istri Nabi) sedang haid, Rasulullah (Semoga keselamatan atasnya) meminta dia untuk mengenakan kain penutup di tubuhnya, kemudian suaminya bisa berbaring bersamanya, atau dia (Syu'bah) berkata: memeluknya.

Penjelasan