Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 2545 tentang Kuda merah kekuningan adalah warna yang paling disukai

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa di antara jenis-jenis kuda, yang paling utama dan membawa keberkahan adalah kuda yang berwarna syuqrah (merah kekuningan atau merah seperti warna mahkota bunga). Ini adalah bagian dari petunjuk Nabi ﷺ dalam memilih kuda untuk berjihad dan keperluan lainnya, karena kuda memiliki peran penting dalam kekuatan umat Islam saat itu.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan):

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ، حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ شَيْبَانَ، عَنْ عِيسَى بْنِ عَلِيٍّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : " يُمْنُ الْخَيْلِ فِي شُقْرِهَا "

Terjemahan: Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Keberkahan kuda itu ada pada warna syuqrah-nya (merah kekuningan)."

Kaitan dengan Ulama:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Jihad, Bab Apa yang Disukai dari Jenis Kuda. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan Imam An-Nasa'i. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani menilai hadits ini shahih dalam Shahih Sunan Abi Dawud.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa kata "asy-syuqrah" (الشُقْرَة) adalah warna merah yang cenderung kekuningan, seperti warna buah delima atau mahkota bunga. Kuda yang berwarna asyqar (merah kekuningan) adalah kuda yang paling utama dan memiliki keberkahan.

Penjelasan dari para ulama:

  1. Al-Khathabi (dalam Ma'alim as-Sunan, syarah Sunan Abu Dawud) menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah bahwa kuda yang paling banyak manfaatnya, paling kuat, dan paling baik untuk berperang adalah yang berwarna asyqar (merah kekuningan). Ini adalah kabar gembira dari Nabi ﷺ tentang keutamaan kuda tersebut.
  2. Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ menyukai kuda yang berwarna asyqar (merah kekuningan) dan adhgam (putih dengan belang di dahi). Beliau juga menyebutkan bahwa kuda Nabi ﷺ yang terkenal bernama Sakbah dan Murtajiz termasuk yang memiliki keistimewaan.
  3. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya memilih kuda yang baik untuk berjihad, dan bahwa warna syuqrah adalah warna yang paling utama. Namun ini bukan berarti kuda dengan warna lain tidak baik, hanya saja warna ini yang paling utama.
  4. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam menjelaskan ayat tentang persiapan kekuatan (QS. Al-Anfal [8]: 60) menekankan bahwa memilih kuda yang baik dan kuat adalah bagian dari persiapan yang diperintahkan Allah untuk menghadapi musuh.

Perbedaan pendapat di antara ulama:

Ada sebagian ulama yang memahami hadits ini secara tekstual bahwa kuda asyqar memang yang terbaik. Ada juga yang memahami bahwa ini adalah kabar gembira khusus, bukan larangan untuk memilih kuda warna lain. Namun yang jelas, hadits ini menunjukkan keutamaan kuda asyqar dan dorongan untuk memilih kuda yang baik dalam berjihad.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ sangat memperhatikan kuda-kuda untuk berjihad. Beliau memiliki beberapa ekor kuda, di antaranya yang bernama Sakbah dan Murtajiz. Para sahabat pun sangat memperhatikan kuda-kuda mereka, karena kuda adalah tunggangan perang yang sangat penting.

Dari kisah para salaf, Abdullah bin al-Mubarak — ulama besar yang juga seorang pejuang — dikenal sangat mencintai kuda dan sering berjihad dengan menungganginya. Beliau menggabungkan ilmu, ibadah, dan jihad. Ini menunjukkan bahwa memperhatikan kuda dan kesiapan perang adalah bagian dari ajaran Islam yang agung.

Kesimpulan Praktis

  1. Hadits ini menunjukkan perhatian Islam terhadap kekuatan militer, termasuk memilih kuda yang baik untuk berjihad.
  2. Kuda berwarna asyqar (merah kekuningan) adalah yang paling utama dan memiliki keberkahan menurut petunjuk Nabi ﷺ.
  3. Kita dianjurkan untuk mempersiapkan kekuatan dengan sebaik-baiknya sesuai kemampuan dan perkembangan zaman, sebagaimana diperintahkan dalam QS. Al-Anfal [8]: 60.
  4. Hadits ini juga mengajarkan bahwa dalam memilih sesuatu, kita dianjurkan memilih yang terbaik dan paling bermanfaat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?