Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 2487 tentang Keutamaan kembali dari perang seperti berperang

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa seorang mujahid yang kembali dari medan perang dengan selamat dan mendapatkan pahala, maka kepulangannya itu juga bernilai seperti pahala berperang di jalan Allah. Ini adalah kabar gembira dari Nabi ﷺ bahwa pahala jihad tidak berhenti setelah pertempuran usai, tetapi berlanjut hingga ia kembali ke keluarganya, selama ia menjaga adab dan niat yang benar.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud:

Rasulullah ﷺ bersabda:

> قَفْلَةٌ كَغَزْوَةٍ

Artinya: "Kepulangan (dari perang) itu seperti peperangan (itu sendiri)."

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Jihad, Bab Keutamaan Kembali dari Perang, no. 2487, dari sahabat Abdullah bin Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma.

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

QS. At-Taubah [9]: 20-21

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ اَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللّٰهِ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ

"Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan."

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa kata "قَفْلَة" (qaflah) berarti kembali dari perang. Sedangkan "غَزْوَة" (ghazwah) berarti perang itu sendiri. Maka makna hadits ini adalah: pahala kepulangan dari perang sama seperti pahala perang itu sendiri.

Imam Al-Khathabi (dalam Ma'alim As-Sunan, syarah Sunan Abu Dawud) menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah kabar gembira bagi para mujahidin bahwa mereka akan mendapatkan pahala yang sempurna, baik saat berangkat, saat berperang, maupun saat kembali. Karena seluruh amalan mereka diniatkan karena Allah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa pahala jihad tidak terputus dengan selesainya peperangan. Selama seorang hamba menjaga niatnya, maka Allah akan menuliskan pahala baginya dalam setiap langkahnya, termasuk saat kembali ke keluarganya.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini juga mengandung dorongan agar seorang mujahid menjaga adab dan akhlaknya saat kembali, karena kepulangannya juga dicatat sebagai amal kebaikan. Jika ia kembali dengan membawa ghanimah (harta rampasan perang), ia harus memastikan hartanya halal dan bersih, karena hal itu termasuk bagian dari kesempurnaan pahala kepulangannya.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah mencintai hamba-Nya yang berjihad dengan harta dan jiwa, dan Allah akan memberikan pahala yang berlipat ganda, baik di dunia maupun di akhirat. Kepulangan yang selamat adalah bagian dari karunia Allah yang patut disyukuri.

Pelajaran penting dari hadits ini:

  1. Keutamaan jihad – Jihad di jalan Allah adalah amalan yang sangat agung, hingga kepulangannya pun bernilai pahala.
  2. Niat yang ikhlas – Pahala yang berlipat ini diraih karena niat yang ikhlas karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau mencari harta dunia.
  3. Kabar gembira bagi para pejuang – Hadits ini menjadi penghibur dan penyemangat bagi mereka yang berjuang di jalan Allah, bahwa jerih payah mereka tidak sia-sia.
  4. Adab kembali dari perang – Seorang mujahid hendaknya kembali dengan membawa kebaikan, tidak sombong, dan segera bertaubat serta bersyukur kepada Allah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Al-Auza'i rahimahullah, salah seorang ulama besar dari kalangan tabi'in, pernah berkata tentang keutamaan orang yang berjihad:

> "Sesungguhnya seorang mujahid itu, jika ia keluar berperang karena Allah, maka Allah mencatat pahala untuknya hingga ia kembali. Dan jika ia kembali, maka Allah mencatat pahala untuknya hingga ia keluar lagi."

Ini menunjukkan bahwa para ulama salaf memahami bahwa pahala jihad itu berkesinambungan, selama hati tetap terikat dengan Allah dan niatnya lurus.

Juga diceritakan bahwa Abdullah bin Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma, perawi hadits ini, adalah seorang sahabat yang sangat bersemangat dalam beribadah dan berjihad. Beliau meriwayatkan hadits ini sebagai kabar gembira bagi kaum muslimin agar tidak merasa lelah dalam berjuang di jalan Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Jihad memiliki pahala yang berkesinambungan – Selama niat ikhlas karena Allah, pahala mengalir baik saat berangkat, berperang, maupun kembali.
  2. Jaga niat dalam setiap amal – Kunci diterimanya amal adalah keikhlasan, termasuk dalam kepulangan dari perang.
  3. Bersyukur atas keselamatan – Kepulangan yang selamat adalah nikmat besar dari Allah yang patut disyukuri.
  4. Terapkan semangat ini dalam kehidupan – Meski kita tidak berperang secara fisik, semangat berjuang melawan hawa nafsu, setan, dan berbuat kebaikan juga bernilai jihad yang agung.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?