Bab Dalam Mengagungkan Zina
Shahih oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ، حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ، عَنْ أَبِيهِ، { وَمَنْ يُكْرِهْهُنَّ فَإِنَّ اللَّهَ مِنْ بَعْدِ إِكْرَاهِهِنَّ غَفُورٌ رَحِيمٌ } قَالَ قَالَ سَعِيدُ بْنُ أَبِي الْحَسَنِ غَفُورٌ لَهُنَّ الْمُكْرَهَاتِ .
Mu’tamir melaporkan dari ayahnya Sa’id bin Al Hassan menjelaskan ayat Al-Qur’an "Tetapi jika seseorang memaksa mereka, maka setelah pemaksaan itu, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka)," berkata Allah adalah Maha Pengampun kepada mereka (budak perempuan) yang dipaksa (berzina).