Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 1981 tentang Tata cara mencukur rambut saat haji dan membagikannya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan tata cara Nabi ﷺ dalam bercukur (tahallul) setelah melontar Jamrah Aqabah pada hari Nahr (10 Dzulhijjah). Beliau memulai mencukur dari sisi kepala kanan, kemudian membagikan rambutnya kepada orang-orang di sekitarnya, lalu mencukur sisi kiri dan memberikan rambutnya kepada Abu Thalhah. Hadits ini menunjukkan sunnah mengutamakan sisi kanan dalam ibadah, serta anjuran bersedekah dan berbagi dengan sesama, meskipun dengan sesuatu yang kecil seperti helaian rambut.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud:

Teks hadits yang Anda sebutkan adalah riwayat dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 1305) dengan redaksi yang serupa. Dalam riwayat Muslim, disebutkan bahwa Nabi ﷺ membagikan rambutnya kepada orang-orang, dan memberikan kepada Abu Thalhah rambut dari sisi kiri kepalanya.

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah ﷻ berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah." (QS. Al-Ahzab [33]: 21)

Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh perilaku Nabi ﷺ, termasuk dalam ibadah haji, adalah teladan yang harus kita ikuti.

Kaitan dengan Ulama:

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (9/45-46) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya memulai dari sisi kanan saat mencukur rambut, sebagaimana kaidah umum bahwa Nabi ﷺ menyukai mendahulukan yang kanan dalam semua urusan yang mulia. Beliau juga menjelaskan bahwa membagikan rambut kepada orang lain adalah bentuk tabarruk (mencari berkah) dengan rambut Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

1. Urutan Manasik Haji pada Hari Nahr

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad (2/210) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan urutan amalan pada hari Nahr: pertama melontar Jamrah Aqabah, kemudian menyembelih hewan kurban, lalu mencukur rambut. Ini adalah sunnah Nabi ﷺ yang dijelaskan dalam hadits-hadits shahih lainnya, seperti hadits Anas yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari (no. 1721) dan Muslim (no. 1306).

2. Mendahulukan Sisi Kanan

Nabi ﷺ memulai mencukur dari sisi kanan kepalanya. Ini sesuai dengan kaidah yang beliau ajarkan: "Sesungguhnya Allah menyukai mendahulukan yang kanan dalam semua urusan, seperti memakai sandal, menyisir rambut, dan bersuci." (HR. Al-Bukhari no. 168, Muslim no. 268 dari Aisyah radhiyallahu 'anha).

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa mencukur rambut termasuk dalam urusan yang mulia, sehingga disunnahkan memulai dari sisi kanan.

3. Berbagi dan Bersedekah

Nabi ﷺ membagikan rambutnya kepada orang-orang di sekitarnya, satu atau dua helai. Ini menunjukkan bahwa seorang muslim hendaknya suka berbagi, meskipun dengan sesuatu yang kecil. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Arba'in menjelaskan bahwa perbuatan Nabi ﷺ ini juga mengandung pelajaran tentang pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama dan tidak pelit terhadap hal-hal yang bermanfaat.

4. Keutamaan Abu Thalhah

Nabi ﷺ secara khusus memberikan rambut dari sisi kiri kepada Abu Thalhah radhiyallahu 'anhu. Ini menunjukkan keutamaan Abu Thalhah di sisi Nabi ﷺ. Abu Thalhah adalah salah seorang sahabat yang terkenal dengan keberaniannya dan kecintaannya kepada Rasulullah ﷺ.

5. Tabarruk dengan Rambut Nabi ﷺ

Para sahabat sangat antusias mendapatkan rambut Nabi ﷺ untuk mencari berkah. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya (no. 170) bahwa ketika Nabi ﷺ mencukur rambutnya saat haji Wada', rambut-rambut itu dibagikan kepada para sahabat. Ini menunjukkan bahwa tabarruk dengan peninggalan Nabi ﷺ adalah perkara yang disyariatkan bagi mereka yang hidup di masa itu.

Story Telling

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Ketika Rasulullah ﷺ mencukur rambutnya pada hari Nahr, para sahabat berebut mengambil rambut beliau. Dan aku melihat rambut itu berada di tangan seorang sahabat yang memegangnya dengan penuh penghormatan." (HR. Muslim no. 1305)

Dalam riwayat lain dari Anas, ia berkata: "Aku melihat Rasulullah ﷺ ketika tukang cukur mencukur rambut beliau, dan para sahabat mengelilingi beliau. Hampir-hampir tidak ada sehelai rambut pun yang jatuh ke tanah melainkan jatuh di tangan seorang sahabat." (HR. Muslim)

Kisah ini menunjukkan betapa besar kecintaan para sahabat kepada Nabi ﷺ, sehingga mereka berlomba-lomba mendapatkan sesuatu yang bersentuhan dengan tubuh beliau. Ini juga menunjukkan bahwa para sahabat memahami pentingnya mengikuti sunnah dan mengambil berkah dari Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Ikuti urutan manasik pada hari Nahr: lontar Jamrah Aqabah, lalu menyembelih kurban, kemudian bercukur atau memendekkan rambut.
  2. Dahulukan sisi kanan dalam semua urusan yang mulia, termasuk mencukur rambut saat tahallul.
  3. Perbanyak berbagi dengan sesama, meskipun dengan sesuatu yang kecil, karena itu adalah akhlak Nabi ﷺ.
  4. Hormati dan cintai Nabi ﷺ dengan mengikuti sunnah-sunnah beliau dalam setiap ibadah.
  5. Jadikan Nabi ﷺ sebagai teladan dalam seluruh aspek kehidupan, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Ahzab: 21.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.