Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 1974 tentang Tata cara melempar jumrah sesuai sunnah Nabi

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan cara Nabi ﷺ melempar Jumrah Aqabah (Jumrah Kubra) saat haji: beliau berdiri dengan Ka'bah di sisi kiri dan Mina di sisi kanan, lalu melempar tujuh kerikil. Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu mengucapkan kalimat itu untuk menegaskan bahwa tata cara tersebut persis seperti yang dilakukan Nabi ﷺ, orang yang kepadanya diturunkan Surat Al-Baqarah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Manasik, Bab Melempar Jumrah, no. 1974, dari jalur Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu. Sanadnya: Hafsh bin Umar dan Muslim bin Ibrahim → Syu'bah → Al-Hakam → Ibrahim (an-Nakha'i) → Abdurrahman bin Yazid → Ibnu Mas'ud.

Hadits ini juga memiliki makna yang sejalan dengan riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud tentang cara Nabi ﷺ melempar Jumrah Aqabah, dan Imam at-Tirmidzi menyebutkan hadits serupa.

Dalil Al-Qur'an yang menjadi landasan umum perintah haji dan mengikuti tata cara Nabi ﷺ:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا

QS. Al-Hasyr [59]: 7

"Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah."

Juga firman Allah:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

QS. Al-Ahzab [33]: 21

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu."

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting menurut para ulama yang tercantum dalam daftar rujukan:

Pertama, tentang posisi berdiri saat melempar Jumrah Aqabah. Ibnu Mas'ud menjelaskan bahwa ia berdiri dengan Ka'bah di sisi kiri dan Mina di sisi kanan. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa posisi ini menunjukkan arah lemparan yang benar, yaitu menghadap ke arah jumrah dengan Ka'bah di kiri dan Mina di kanan. Ini adalah sunnah yang diikuti oleh jamaah haji.

Kedua, jumlah kerikil adalah tujuh. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa melempar dengan tujuh kerikil adalah kesepakatan ulama, berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain dari Jabir dan lainnya.

Ketiga, ucapan Ibnu Mas'ud: "Begitulah ia melempar kepada siapa Surat Al-Baqarah diturunkan." Ini adalah penegasan bahwa tata cara ini bukan ijtihad pribadi, melainkan persis seperti yang dilakukan Nabi ﷺ. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa penyebutan "Surat Al-Baqarah" menunjukkan keagungan Nabi ﷺ, karena surat tersebut adalah surat terpanjang dalam Al-Qur'an dan memuat banyak hukum, termasuk hukum haji.

Keempat, hadits ini menunjukkan keutamaan mengikuti sunnah Nabi ﷺ secara persis dalam ibadah haji, termasuk dalam hal-hal yang mungkin tampak detail. Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah menilai hadits ini shahih dan menjadikannya dalil tentang cara melempar jumrah.

Kelima, Syaikh Ibn Utsaimin dalam Syarh al-Mumti' menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disyariatkannya menghadap jumrah saat melempar, dan tidak boleh melempar dari sembarang arah tanpa memperhatikan posisi Ka'bah dan Mina.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang paling tekun mengikuti sunnah Nabi ﷺ. Ketika beliau menunaikan haji dan sampai di Jumrah Aqabah, beliau tidak melempar dengan sembarangan, melainkan memperhatikan posisi Ka'bah dan Mina, lalu melempar tujuh kerikil sambil berkata, "Begitulah ia melempar kepada siapa Surat Al-Baqarah diturunkan." Ucapan ini menunjukkan kecintaan dan ketundukan beliau kepada Nabi ﷺ, serta keyakinan bahwa cara yang beliau lakukan adalah cara yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ. Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam asy-Syafi'i sering menjadikan atsar sahabat seperti ini sebagai landasan dalam menetapkan sunnah-sunnah haji.

Kesimpulan Praktis

  1. Saat melempar Jumrah Aqabah, disunnahkan berdiri dengan Ka'bah di sisi kiri dan Mina di sisi kanan.
  2. Lemparlah dengan tujuh kerikil, satu per satu, sambil bertakbir pada setiap lemparan.
  3. Ikutilah tata cara Nabi ﷺ secara persis, karena beliau adalah teladan terbaik.
  4. Ucapan Ibnu Mas'ud mengingatkan kita bahwa ibadah haji harus mengikuti sunnah, bukan berdasarkan logika atau tradisi semata.
  5. Hendaklah kita menuntut ilmu sebelum beribadah, agar amal kita sesuai dengan petunjuk Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?