Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 1886 tentang Raml untuk menunjukkan kekuatan fisik di hadapan kaum kafir

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan tentang disyariatkannya raml (berjalan cepat dengan langkah pendek dan tegap) pada tiga putaran pertama thawaf. Ini adalah sunnah Nabi ﷺ yang memiliki hikmah besar, yaitu untuk menunjukkan kekuatan dan vitalitas kaum Muslimin di hadapan orang-orang kafir Makkah yang meremehkan mereka karena terserang demam. Perintah ini juga menunjukkan kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya, karena beliau tidak memerintahkan raml pada seluruh putaran thawaf, hanya tiga putaran pertama saja.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud:

Hadits yang Anda sebutkan diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Manasik, Bab Raml, no. 1886. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dari jalur lain, sehingga derajatnya shahih (sahih).

Dalil dari Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman tentang perintah untuk menampakkan syi'ar-syi'ar agama-Nya:

لَٰكِنِ ٱلرَّٰسِخُونَ فِى ٱلْعِلْمِ مِنْهُمْ وَٱلْمُؤْمِنُونَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ ۚ وَٱلْمُقِيمِينَ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ وَٱلْمُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلْمُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَأُو۟لَٰٓئِكَ سَنُؤْتِيهِمْ أَجْرًا عَظِيمًا

"Akan tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mukmin beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan kepada apa yang telah diturunkan sebelum engkau, dan orang-orang yang melaksanakan shalat, dan orang-orang yang menunaikan zakat, serta orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Kepada mereka akan Kami berikan pahala yang sangat besar." (QS. An-Nisa' [4]: 162)

Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang yang berilmu dan beriman akan menjalankan syariat dengan penuh kesungguhan, termasuk dalam menampakkan syi'ar Islam.

Hadits terkait dari Shahih al-Bukhari:

Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata:

قَدِمَ النَّبِيُّ ﷺ مَكَّةَ وَهُمْ يُرِيدُونَ أَنْ يُرُوا الْمُشْرِكِينَ قُوَّةً

"Nabi ﷺ datang ke Makkah dan mereka (para sahabat) ingin memperlihatkan kekuatan mereka kepada orang-orang musyrik." (HR. al-Bukhari, no. 1602)

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa raml disyariatkan untuk menampakkan kekuatan fisik kaum Muslimin di hadapan orang-orang kafir, dan ini adalah bentuk jihad dengan badan.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa raml adalah sunnah pada tiga putaran pertama thawaf qudum (thawaf kedatangan) bagi laki-laki, dan tidak disunnahkan bagi perempuan.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Mumti' menjelaskan bahwa hikmah raml adalah untuk menunjukkan kekuatan dan keperkasaan kaum Muslimin, dan ini termasuk perkara yang disyariatkan dalam thawaf.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa raml adalah berjalan cepat dengan langkah pendek-pendek sambil menggerakkan bahu, seperti cara berjalan orang yang kuat dan gagah. Ini disyariatkan pada tiga putaran pertama thawaf, kemudian berjalan biasa pada empat putaran berikutnya.

Pendapat Ulama tentang Hukum Raml:

  1. Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa raml adalah sunnah (dianjurkan) pada tiga putaran pertama thawaf qudum bagi laki-laki.
  2. Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa raml tidak disunnahkan, karena beliau memandang bahwa hikmahnya (menampakkan kekuatan di hadapan orang kafir) sudah tidak relevan setelah Makkah ditaklukkan.
  3. Imam Malik berpendapat bahwa raml tetap disunnahkan karena Nabi ﷺ melakukannya dan tidak menghapusnya setelah penaklukan Makkah.

Pendapat yang paling kuat adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama, yaitu raml tetap disunnahkan, karena Nabi ﷺ melakukannya pada Haji Wada' dan tidak pernah menghapusnya. Ini menunjukkan bahwa hukumnya tetap berlaku.

Hikmah Raml:

  1. Menampakkan kekuatan kaum Muslimin - Ini adalah pesan psikologis kepada musuh bahwa Islam dan pemeluknya tidak lemah.
  2. Menghidupkan sunnah - Melakukan apa yang dilakukan Nabi ﷺ adalah bentuk kecintaan kepada beliau.
  3. Kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya - Sebagaimana disebutkan Ibnu 'Abbas, Nabi ﷺ tidak memerintahkan raml pada seluruh putaran agar tidak memberatkan umatnya.

Catatan Penting:

  • Raml hanya disunnahkan bagi laki-laki, tidak bagi perempuan.
  • Raml disunnahkan pada thawaf qudum (thawaf pertama kali datang ke Makkah), bukan pada thawaf-wudhu' atau thawaf lainnya menurut pendapat yang kuat.
  • Raml dilakukan antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad pada tiga putaran pertama.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Rasulullah ﷺ dan para sahabat tiba di Makkah pada tahun Hudaibiyah (atau pada saat Fathu Makkah), mereka dalam keadaan lelah karena perjalanan jauh dan terserang demam Yathrib. Orang-orang musyrik Makkah menyebarkan berita bahwa kaum Muslimin datang dalam keadaan lemah dan sakit.

Maka Allah ﷻ memberitahukan kepada Nabi ﷺ apa yang mereka katakan. Kemudian Nabi ﷺ memerintahkan para sahabat untuk melakukan raml pada tiga putaran pertama thawaf. Ketika orang-orang musyrik melihat kaum Muslimin berjalan dengan tegap, cepat, dan penuh kekuatan, mereka berkata, "Inilah orang-orang yang kalian katakan telah dilemahkan oleh demam? Mereka justru lebih kuat dari kita!"

Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma kemudian menjelaskan hikmah di balik perintah ini: "Nabi ﷺ tidak memerintahkan mereka untuk raml pada semua putaran kecuali sebagai bentuk kasih sayang kepada mereka." (HR. Abu Dawud)

Hikmah dari kisah ini: Islam mengajarkan kita untuk tidak meremehkan musuh, tetapi juga tidak boleh menunjukkan kelemahan di hadapan mereka. Dalam kondisi tertentu, menampakkan kekuatan adalah bagian dari syiar Islam dan bentuk jihad psikologis.

Kesimpulan Praktis

  1. Raml (berjalan cepat dengan langkah pendek dan tegap) adalah sunnah pada tiga putaran pertama thawaf qudum bagi laki-laki.
  2. Raml tidak disunnahkan bagi perempuan, karena tujuannya adalah menampakkan kekuatan, dan ini tidak sesuai dengan sifat malu dan tertutupnya perempuan.
  3. Hikmah raml adalah untuk menampakkan kekuatan kaum Muslimin dan menghidupkan sunnah Nabi ﷺ.
  4. Kasih sayang Nabi ﷺ terlihat dari tidak diperintahkannya raml pada seluruh putaran thawaf, agar tidak memberatkan umatnya.
  5. Bersemangatlah dalam beribadah dengan penuh kekuatan dan kegembiraan, karena ini adalah bagian dari syiar Islam.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.