Bab Jika Ragu dalam Hadats
Shahih oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي خَلَفٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، وَعَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ، عَنْ عَمِّهِ، قَالَ شُكِيَ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ الرَّجُلُ يَجِدُ الشَّىْءَ فِي الصَّلاَةِ حَتَّى يُخَيَّلَ إِلَيْهِ فَقَالَ " لاَ يَنْفَتِلُ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا " .
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dan Muhammad bin Ahmad bin Abi Khalaf, keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Az-Zuhri, dari Said bin Al-Musayyab, dan Abbad bin Tamim, dari pamannya, berkata: Ada seorang lelaki mengadukan kepada Nabi ﷺ bahwa ia merasa ragu seolah-olah sesuatu telah terjadi padanya yang membuat wudhu-nya batal. Nabi ﷺ bersabda: "Ia tidak boleh berhenti (sholat) hingga ia mendengar suara atau mencium bau (angin yang keluar)."