Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 1693 tentang Keutamaan menyambung silaturahmi melapangkan rezeki dan umur

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa menyambung silaturahmi (menjaga hubungan kekerabatan) adalah sebab datangnya kelapangan rezeki dan panjang umur/berkahnya. Anas bin Malik رضي الله عنه meriwayatkan sabda Nabi ﷺ: siapa yang ingin rezekinya dilapangkan dan jejak umurnya dipanjangkan, hendaklah ia menyambung rahim. Ulama menjelaskan "dipanjangkan umur" bisa bermakna umur yang diberkahi atau ditambah secara hakiki, dan semuanya menunjukkan keutamaan besar silaturahmi.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. An-Nisa' [4]: 1

```

وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

```

Terjemahan ringkas: "Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu."

QS. Ar-Ra'd [13]: 21

```

وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ

```

Terjemahan ringkas: "Dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk."

Hadits terkait:

  • Hadits yang Anda sebutkan: Sunan Abu Dawud no. 1693, dari Anas bin Malik رضي الله عنه, dalam Kitab Zakat, Bab Silaturahmi. Perawi jalur: Ahmad bin Shalih dan Ya'qub bin Ka'b → Ibnu Wahb → Yunus → Az-Zuhri → Anas. Hadits ini juga diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dengan makna serupa dari Anas, dan maknanya shahih serta masyhur.
  • Hadits lain dari Anas رضي الله عنه dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim: Nabi ﷺ bersabda tentang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya agar menyambung silaturahmi — maknanya sama dengan hadits di atas.

Kaitan ulama dan kitab:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan hadits ini termasuk bab keutamaan silaturahmi dan bahwa rezeki serta umur adalah perkara yang telah ditetapkan, namun silaturahmi menjadi sebab bertambahnya keberkahan dan bisa jadi sebab bertambahnya umur secara hakiki.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari membahas perbedaan makna "dipanjangkan umur" dan menyebutkan pendapat bahwa yang dimaksud adalah keberkahan umur dan tambahan kebaikan di dalamnya.
  • Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wal-Hikam (pada hadits-hadits tentang silaturahmi) menegaskan bahwa silaturahmi termasuk amal yang paling agung dan menjadi sebab kelapangan rezeki serta panjang umur.
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya terhadap QS. An-Nisa' [4]: 1 dan Ar-Ra'd [13]: 21 menjelaskan kewajiban menyambung rahim dan keutamaannya.
  • As-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menjelaskan bahwa menyambung apa yang diperintahkan Allah untuk disambung mencakup silaturahmi, dan itu termasuk tanda ketakwaan.

Penjelasan Rinci

Makna hadits secara bahasa dan istilah:

  • "مَنْ سَرَّهُ" = siapa yang menyenangkan hatinya / siapa yang senang.
  • "أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ" = agar dilapangkan baginya rezekinya; "basta" berarti keluasan.
  • "وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ" = dan dipanjangkan baginya jejak/umurnya. "Atsar" di sini ditafsirkan sebagai umur (jejak kehidupan).
  • "فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ" = hendaklah ia menyambung rahimnya, yaitu menjaga hubungan dengan kerabat dekat maupun jauh.

Pemahaman ulama daftar:

  1. Imam an-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan silaturahmi dan bahwa ia menjadi sebab bertambahnya rezeki dan umur. Beliau menyebutkan bahwa para ulama memahami "dipanjangkan umur" dengan dua kemungkinan: (a) tambahan umur secara hakiki, dan (b) keberkahan umur, yaitu diberi taufik untuk beramal saleh dan dimudahkan dalam ketaatan sehingga umurnya "penuh" dengan kebaikan. Keduanya tidak saling menafikan.
  2. Ibnu Hajar al-Asqalani (dalam Fathul Bari) menukil pendapat-pendapat tentang makna "dipanjangkan umur", termasuk bahwa Allah telah menetapkan ajal, namun silaturahmi menjadi sebab bertambahnya keberkahan dan bisa jadi Allah menetapkan tambahan umur bagi orang yang menyambung silaturahmi berdasarkan ilmu-Nya yang azali. Beliau juga menegaskan bahwa hadits ini mendorong umat untuk menyambung rahim.
  3. Ibnu Rajab al-Hanbali (dalam Jami' al-'Ulum wal-Hikam) menempatkan silaturahmi sebagai amal agung yang disebutkan dalam banyak nash, dan menjelaskan bahwa silaturahmi termasuk sebab kelapangan rezeki dan panjang umur, sebagaimana disebutkan dalam hadits ini.
  4. Ibnu Katsir dan As-Sa'di dalam tafsirnya menegaskan kewajiban menyambung rahim sebagaimana diperintahkan Allah dalam QS. An-Nisa' [4]: 1 dan Ar-Ra'd [13]: 21. As-Sa'di menjelaskan bahwa menyambung rahim termasuk bentuk menyambung apa yang diperintahkan Allah untuk disambung, dan itu tanda ketakwaan serta sebab kebaikan dunia dan akhirat.

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar:

Ada perbedaan dalam memahami "dipanjangkan umur":

  • Sebagian memahami secara hakiki: Allah menambah umur seseorang secara nyata sebagai balasan silaturahmi.
  • Sebagian memahami sebagai keberkahan umur: umur yang penuh dengan ketaatan dan kebaikan, serta dijauhkan dari hal yang sia-sia.
  • Sebagian menggabungkan keduanya: bisa jadi keduanya terjadi, dan Allah Maha Mengetahui.

Yang paling kuat — sebagaimana ditegaskan an-Nawawi dan Ibnu Hajar — adalah bahwa maknanya mencakup keberkahan umur dan bisa juga tambahan umur secara hakiki, karena Allah Maha Kuasa menetapkan sebab dan akibat. Yang penting: silaturahmi adalah sebab kebaikan dunia dan akhirat.

Penerapan praktis menurut ulama:

  • Menyambung rahim bukan hanya dengan berkunjung, tetapi juga dengan salam, telepon, membantu kebutuhan, mendoakan, dan menjaga adab terhadap kerabat.
  • Silaturahmi tidak boleh diputus karena masalah duniawi; Islam mengajarkan sabar dan memaafkan.
  • Rezeki yang lapang bukan hanya harta, tetapi juga ketenangan hati, kesehatan, dan keluarga yang harmonis.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ dan bertanya tentang amal yang paling utama. Nabi ﷺ menyebutkan beberapa amal, di antaranya menyambung silaturahmi. Dalam riwayat lain, seorang sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku amal yang memasukkan aku ke surga." Nabi ﷺ menjawab dengan menyebutkan iman kepada Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung silaturahmi. (Makna ini disebutkan dalam hadits-hadits shahih dari Anas dan Abu Ayyub رضي الله عنهما, sebagaimana dijelaskan an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.)

Hikmahnya: silaturahmi bukan amal kecil, tetapi termasuk amal yang sangat agung dan menjadi sebab masuk surga serta kelapangan hidup. Ibnu Rajab al-Hanbali menyebutkan bahwa silaturahmi termasuk amal yang paling dicintai Allah setelah ibadah-ibadah pokok.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga silaturahmi dengan kerabat dekat maupun jauh: berkunjung, menghubungi, membantu, dan mendoakan mereka.
  2. Jangan memutus hubungan karena masalah duniawi; bersabarlah dan maafkanlah, karena silaturahmi adalah sebab kelapangan rezeki dan keberkahan umur.
  3. Pahami rezeki secara luas: bukan hanya harta, tetapi juga kesehatan, ketenangan, dan keluarga yang harmonis.
  4. Perbanyak doa dan amal saleh agar umur diberkahi dan rezeki dilapangkan.
  5. Rujuklah kepada ulama Ahlus Sunnah dalam memahami hadits dan menerapkannya, sebagaimana dijelaskan an-Nawawi, Ibnu Hajar, Ibnu Rajab, Ibnu Katsir, dan As-Sa'di.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?