Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 1644 tentang Keutamaan kesabaran sebagai anugerah terbaik

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah nasihat agung dari Rasulullah ﷺ tentang kemuliaan sabar, menjaga diri (iffah), dan merasa cukup (istiqna'). Intinya, barang siapa berusaha menahan diri dari meminta-minta, Allah akan menjaganya; siapa yang merasa cukup dengan pemberian Allah, Allah akan mencukupkannya; dan siapa yang berusaha bersabar, Allah akan menganugerahkan kesabaran kepadanya. Kesabaran adalah karunia terbesar yang tidak bisa ditandingi oleh pemberian duniawi lainnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud No. 1644 dari Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dengan redaksi yang serupa.

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

QS. Al-Baqarah [2]: 153

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar."

QS. Az-Zumar [39]: 10

اِنَّمَا يُوَفّٰى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas."

Kaitan dengan Ulama:

Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini mengandung dorongan untuk menjaga kehormatan diri dan menjauhi meminta-minta. Beliau menukil bahwa para ulama sepakat tentang keutamaan sifat qana'ah (merasa cukup) dan tercelanya meminta tanpa kebutuhan yang mendesak.

Penjelasan Rinci

Hadits ini terjadi ketika Rasulullah ﷺ membagikan harta kepada orang-orang Anshar yang meminta. Beliau terus memberi hingga hartanya habis, lalu beliau memberikan nasihat yang sangat berharga ini.

Ada beberapa poin penting dalam hadits ini:

1. "Mā yakūnu 'indī min khairin falan addukhirahu 'ankum" (Apa yang ada padaku dari kebaikan, tidak akan aku simpan darimu). Ini menunjukkan kedermawanan dan kejujuran Nabi ﷺ. Beliau tidak menahan pemberian, dan tidak pula berjanji sesuatu yang tidak mampu beliau penuhi. Ini pelajaran tentang kejujuran dalam memberi.

2. "Man yasta'fif yu'iffahullāh" (Siapa yang menjaga diri, Allah akan menjaganya). Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa al-iffah adalah menahan diri dari perkara yang haram dan dari meminta-minta. Barang siapa berusaha menjaga kehormatan dirinya, Allah akan memberinya sifat iffah tersebut dan menjaganya dari kehinaan.

3. "Man yastaghni yughnihillāh" (Siapa yang merasa cukup, Allah akan mencukupkannya). Syaikh Abdurrahman as-Sa'di menjelaskan bahwa istiqna' adalah merasa cukup dengan apa yang Allah berikan, tidak mengharap apa yang ada di tangan manusia. Ini adalah obat paling mujarab untuk penyakit tamak dan iri.

4. "Man yatasabbar yushabbirhullāh" (Siapa yang berusaha bersabar, Allah akan memberinya kesabaran). Ini menunjukkan bahwa kesabaran itu bisa dilatih. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa ketika seseorang berusaha bersabar, Allah akan menolongnya dengan memberikan kesabaran dalam hatinya. Kesabaran bukanlah sesuatu yang instan, tetapi ia tumbuh dengan mujahadah (kesungguhan).

5. "Wa mā a'thallāhu ahadan min 'athā'in ausa'a minash-shabr" (Tidak ada pemberian Allah yang lebih luas dari kesabaran). Imam al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam Kitab az-Zakat dengan bab "Man Sa'alahu bi Wajhin" dan juga dalam Kitab ar-Riqaq. Ini menunjukkan bahwa kesabaran adalah karunia yang paling besar. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' al-Fatawa menyebutkan bahwa kesabaran adalah separuh iman, dan dengannya seorang hamba bisa menahan diri dari maksiat, menjalankan ketaatan, dan menghadapi takdir yang pahit.

Perbedaan penekanan ulama: Ada ulama yang menekankan aspek zuhud (tidak terlalu mengejar dunia) seperti Imam Ahmad bin Hanbal, dan ada yang menekankan aspek muamalah (adab meminta dan memberi) seperti Imam asy-Syafi'i. Namun semuanya sepakat bahwa hadits ini adalah fondasi akhlak seorang muslim dalam menghadapi ujian kehidupan.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu bahwa pada masa Rasulullah ﷺ, ada seorang sahabat dari kalangan Anshar yang meminta-minta. Rasulullah ﷺ memberinya, dan ia meminta lagi, dan beliau memberinya lagi hingga habis apa yang ada di sisi beliau. Kemudian beliau bersabda dengan nasihat di atas.

Para ulama menyebutkan bahwa di antara sahabat yang paling meneladani hadits ini adalah Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma. Beliau dikenal sangat menjaga diri dari meminta-minta, bahkan ketika ia membutuhkan, ia lebih memilih bekerja keras daripada meminta kepada orang lain. Imam al-Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Sungguh salah seorang dari kalian mengambil talinya lalu memikul kayu bakar di punggungnya itu lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang lain, baik diberi maupun ditolak." (HR. Bukhari no. 1470)

Kisah lain datang dari Imam Ahmad bin Hanbal. Ketika beliau diuji dengan fitnah penciptaan Al-Qur'an dan dipenjara, beliau tetap bersabar. Beliau pernah berkata: "Aku tidak pernah merasakan kesabaran yang lebih besar daripada ketika aku harus menahan diri dari memenuhi ajakan penguasa yang zalim." Kesabaran beliau menjadi teladan bagi umat Islam sepanjang masa.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga kehormatan diri dengan tidak meminta-minta kecuali dalam keadaan darurat yang dibenarkan syariat.
  2. Latih diri untuk merasa cukup dengan apa yang Allah berikan, dan jangan melihat ke atas dalam urusan dunia.
  3. Berusahalah bersabar dalam menghadapi ujian, karena Allah akan menolong hamba-Nya yang berusaha.
  4. Yakini bahwa kesabaran adalah karunia terbesar — lebih berharga dari harta dan kedudukan.
  5. Jika memberi, berilah dengan ikhlas dan jangan mengungkit-ungkit pemberian, sebagaimana Nabi ﷺ memberi tanpa menyimpan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.