Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 1553 tentang Doa berlindung dari kesedihan

Tentu, saya akan menjelaskan hadits ini sesuai dengan format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini merupakan riwayat dari Sunan Abu Dawud yang menjelaskan tentang doa memohon perlindungan kepada Allah. Dalam riwayat ini, terdapat tambahan lafaz "dan dari kesedihan" (وَالْغَمِّ) setelah permohonan perlindungan dari berbagai hal yang disebutkan dalam hadits sebelumnya. Doa ini mengajarkan kita untuk berlindung kepada Allah dari segala bentuk kesulitan, termasuk kesedihan yang menimpa hati.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab Sunan-nya, Kitab Witr, Bab Dalam Memohon Perlindungan. Sanad hadits ini: Ibrahim bin Musa ar-Razi, dari Isa, dari Abdullah bin Sa'id, dari seorang maula (hamba yang dimerdekakan) Abu Ayyub, dari Abu al-Yusr. Dalam riwayat ini terdapat tambahan lafaz "وَالْغَمِّ" (dan dari kesedihan).

Hadits ini berkaitan dengan doa Nabi ﷺ yang mengajarkan umatnya untuk berlindung kepada Allah dari berbagai macam keburukan. Imam an-Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar menjelaskan bahwa doa-doa perlindungan yang diajarkan Nabi ﷺ mencakup perlindungan dari kesedihan, kesusahan, kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, kikir, dan tekanan utang.

Dalil Al-Qur'an yang relevan tentang perlindungan dari kesedihan:

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

QS. Ali 'Imran [3]: 139

Terjemahan: "Dan janganlah kamu merasa lemah dan jangan pula bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang beriman."

Penjelasan Rinci

Hadits ini merupakan bagian dari doa yang diajarkan Nabi ﷺ kepada Abu al-Yusr, sebagaimana disebutkan dalam riwayat sebelumnya. Doa tersebut berbunyi:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, kekikiran, pikun, dan azab kubur."

Dalam riwayat ini, Abu al-Yusr menambahkan lafaz "وَالْغَمِّ" (dan dari kesedihan). Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa kesedihan (al-ghamm) adalah perasaan sedih yang berkaitan dengan sesuatu yang telah terjadi atau akan terjadi, yang dapat melemahkan hati dan menghalangi seseorang dari beribadah serta beraktivitas dengan baik.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa al-ghamm (kesedihan) adalah salah satu penyakit hati yang harus dihindari, karena dapat mengganggu kesehatan mental dan spiritual seseorang. Beliau juga menyebutkan bahwa doa ini mencakup perlindungan dari berbagai macam keburukan, baik yang bersifat fisik maupun psikis.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kesedihan yang berlebihan dapat menghalangi seseorang dari mengingat Allah dan berbuat kebaikan. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk berlindung kepada Allah dari kesedihan yang dapat melemahkan iman dan semangat beribadah.

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Al-Wabil ash-Shayyib menjelaskan bahwa kesedihan yang tidak bermanfaat adalah kesedihan yang tidak mendorong seseorang untuk memperbaiki diri, melainkan hanya membuatnya terpuruk. Sedangkan kesedihan yang bermanfaat adalah kesedihan yang mendorong seseorang untuk bertaubat dan memperbaiki hubungan dengan Allah.

Dalam hadits ini, terdapat pelajaran penting bahwa doa perlindungan yang diajarkan Nabi ﷺ sangat komprehensif, mencakup berbagai aspek kehidupan manusia. Tambahan lafaz "dan dari kesedihan" menunjukkan bahwa kesedihan juga merupakan hal yang perlu kita lindungi diri darinya, karena dapat mempengaruhi kondisi hati dan jiwa seseorang.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika, seorang sahabat datang kepada Nabi ﷺ dan mengeluhkan tentang kesedihan yang terus-menerus menimpanya. Nabi ﷺ kemudian mengajarkan kepadanya doa perlindungan yang mencakup permohonan agar Allah melindunginya dari kesedihan dan kesusahan. Sahabat tersebut kemudian mengamalkan doa tersebut, dan Allah pun menghilangkan kesedihannya.

Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa kesedihan adalah bagian dari ujian hidup yang harus dihadapi dengan sabar dan tawakal. Dengan berlindung kepada Allah, hati akan menjadi tenang dan jiwa akan menjadi kuat dalam menghadapi segala cobaan.

Kesimpulan Praktis

  1. Hendaknya kita mengamalkan doa perlindungan yang diajarkan Nabi ﷺ, termasuk berlindung dari kesedihan.
  2. Kesedihan yang berlebihan dapat melemahkan iman dan semangat beribadah, maka kita perlu berlindung kepada Allah darinya.
  3. Doa adalah senjata orang mukmin, dan dengan berdoa kita menunjukkan ketergantungan kita kepada Allah.
  4. Hendaknya kita selalu mengingat Allah dalam keadaan senang maupun susah, karena hanya kepada-Nya kita memohon perlindungan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?