Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 1530 tentang Keutamaan bershalawat mendapat balasan sepuluh kali lipat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat agung dari Nabi ﷺ. Beliau mengabarkan bahwa siapa saja yang bershalawat kepada beliau satu kali, maka Allah ﷻ akan membalasnya dengan sepuluh kali shalawat, yaitu rahmat dan ampunan dari Allah. Ini adalah kemurahan Allah yang berlipat ganda, dan menjadi dorongan bagi kita untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Dalil dari Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab [33]: 56)

Ayat ini adalah perintah langsung dari Allah kepada kita untuk bershalawat kepada Nabi ﷺ, dan hadits ini menjelaskan balasan yang luar biasa bagi orang yang melakukannya.

2. Hadits Riwayat Imam Muslim:

Hadits yang semakna juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا

"Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim no. 408)

3. Kaitan dengan Ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar dan Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "shalawat Allah" kepada hamba-Nya adalah rahmat, ampunan, dan keberkahan. Adapun shalawat dari malaikat adalah doa istighfar, dan shalawat dari manusia adalah doa.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari juga menjelaskan makna ini secara rinci, bahwa shalawat dari Allah adalah rahmat-Nya yang khusus, dan ini adalah keutamaan yang sangat besar bagi orang yang bershalawat kepada Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung kabar gembira yang sangat besar. Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, "Makna shalawat dari Allah adalah memuji hamba-Nya di hadapan para malaikat, dan makna shalawat dari malaikat adalah mendoakan ampunan." Beliau juga menegaskan bahwa balasan sepuluh kali lipat ini adalah bentuk kemurahan Allah yang tidak terbatas.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa shalawat kepada Nabi ﷺ adalah salah satu ibadah yang paling agung. Beliau menekankan bahwa hadits ini menunjukkan betapa besarnya cinta Allah kepada Nabi-Nya ﷺ, sehingga orang yang mencintai dan memuliakan Nabi ﷺ dengan bershalawat, maka Allah akan memuliakannya dengan rahmat yang berlipat ganda.

Para ulama juga menjelaskan bahwa balasan sepuluh kali lipat ini adalah bentuk keadilan dan kemurahan Allah. Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-An'am [6]: 160:

مَن جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

"Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya."

Namun, perlu diperhatikan bahwa balasan yang berlipat ganda ini adalah untuk shalawat yang ikhlas dan sesuai dengan tuntunan. Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Abi Dawud menegaskan keabsahan hadits ini dan menjelaskan bahwa shalawat yang dimaksud adalah shalawat yang diucapkan dengan ikhlas, bukan sekadar lafaz di mulut tanpa makna.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Ubay bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu, beliau berkata kepada Rasulullah ﷺ, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memperbanyak shalawat kepadamu. Berapa bagian doaku yang aku jadikan untukmu?" Beliau bersabda, "Terserah engkau." Ubay berkata, "Bagaimana jika aku jadikan seperempatnya?" Beliau bersabda, "Terserah engkau, dan jika engkau menambahnya, itu lebih baik bagimu." Ubay berkata, "Bagaimana jika setengahnya?" Beliau bersabda, "Terserah engkau, dan jika engkau menambahnya, itu lebih baik bagimu." Ubay berkata, "Bagaimana jika aku jadikan semuanya untukmu?" Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Jika demikian, Allah akan mencukupkan segala kesulitanmu dan mengampuni dosamu." (HR. At-Tirmidzi, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)

Kisah ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan shalawat kepada Nabi ﷺ. Bahkan seorang sahabat yang mulia seperti Ubay bin Ka'ab ingin menghabiskan seluruh doanya untuk bershalawat kepada Nabi ﷺ, dan beliau ﷺ menjanjikan bahwa Allah akan mencukupkan segala kebutuhannya.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyaklah bershalawat kepada Nabi ﷺ setiap saat, terutama di hari Jumat, karena shalawat adalah amalan yang ringan namun pahalanya sangat besar.
  2. Ikhlaslah dalam bershalawat, karena balasan yang berlipat ganda hanya untuk amalan yang ikhlas karena Allah.
  3. Gunakan lafaz shalawat yang diajarkan dalam hadits, seperti "Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad" atau yang lainnya, karena yang terbaik adalah yang sesuai tuntunan.
  4. Jadikan shalawat sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meneladani akhlak Nabi ﷺ, bukan sekadar ucapan di lisan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.