Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan adab berdoa, yaitu cukup menunjuk dengan satu jari (telunjuk) saat berdoa, bukan dengan dua jari. Nabi ﷺ menegur Sa'd bin Abi Waqqas dengan lembut sambil memberi contoh langsung. Ini menunjukkan bahwa dalam ibadah, termasuk berdoa, kita mengikuti tuntunan Nabi ﷺ, bukan membuat cara sendiri.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud, Kitab Witir, Bab Doa, no. 1499, dari sahabat Sa'd bin Abi Waqqas radhiyallahu 'anhu. Sanadnya: Zuhair bin Harb → Abu Mu'awiyah → Al-A'masy → Abu Shalih → Sa'd bin Abi Waqqas.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ، قَالَ مَرَّ عَلَىَّ النَّبِيُّ ﷺ وَأَنَا أَدْعُو بِأُصْبُعَىَّ فَقَالَ " أَحِّدْ أَحِّدْ " . وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ .
Terjemahan: Dari Sa'd bin Abu Waqqas, ia berkata: "Nabi ﷺ lewat di depanku sementara aku berdoa dengan menunjuk menggunakan dua jariku. Beliau berkata: 'Tunjuklah dengan satu jari; tunjuklah dengan satu jari.' Beliau kemudian menunjuk dengan jari telunjuknya."
Hadits ini juga memiliki penguat dalam riwayat lain, misalnya dalam Sunan Abu Dawud dan Sunan an-Nasa'i dengan makna serupa. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari membahas adab menunjuk jari saat berdoa dan menguatkan bahwa yang disunnahkan adalah satu jari telunjuk.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
Pertama: Adab menunjuk saat berdoa. Nabi ﷺ mengoreksi Sa'd yang berdoa sambil menunjuk dengan dua jari. Beliau memerintahkan "أَحِّدْ أَحِّدْ" (tunjuklah dengan satu, tunjuklah dengan satu), lalu mencontohkan dengan jari telunjuk. Ini menunjukkan bahwa dalam berdoa, disunnahkan menunjuk dengan satu jari telunjuk saja.
Kedua: Mengikuti tuntunan Nabi ﷺ dalam ibadah. Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam asy-Syafi'i menegaskan bahwa dalam masalah ibadah, kita tidak boleh membuat cara sendiri tanpa dalil. Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa prinsip dasar ibadah adalah tawaqquf (berhenti pada dalil), sehingga cara berdoa pun mengikuti contoh Nabi ﷺ.
Ketiga: Kelembutan dalam mengoreksi. Nabi ﷺ tidak menegur dengan keras, tetapi dengan kalimat singkat dan contoh langsung. Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa ini adalah metode pendidikan Nabi ﷺ yang penuh hikmah.
Keempat: Kaitan dengan isyarat tauhid. Sebagian ulama seperti Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa menunjuk dengan satu jari mengandung isyarat tauhid, yaitu mengesakan Allah dalam doa. Ini sejalan dengan hadits lain tentang isyarat telunjuk dalam tasyahud.
Perbedaan pendapat: Sebagian ulama membahas apakah isyarat ini khusus dalam doa tertentu atau umum. Namun Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar menguatkan bahwa yang paling utama adalah menunjuk dengan satu jari telunjuk saat berdoa, dan ini berlaku umum dalam doa.
Story Telling
Dikisahkan bahwa Sa'd bin Abi Waqqas radhiyallahu 'anhu, salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, sedang berdoa dengan menunjuk dua jari. Nabi ﷺ yang lewat melihatnya dan dengan lembut bersabda, "Tunjuklah dengan satu jari." Sa'd pun langsung mengikuti tanpa membantah. Ini menunjukkan adab sahabat yang cepat menerima kebenaran, dan kelembutan Nabi ﷺ dalam mendidik. Imam an-Nawawi dalam Riyadh ash-Shalihin menyebutkan kisah ini sebagai contoh adab dalam berdoa.
Kesimpulan Praktis
- Saat berdoa, cukup menunjuk dengan satu jari telunjuk, bukan dua jari atau lebih.
- Ikuti tuntunan Nabi ﷺ dalam setiap detail ibadah, termasuk adab berdoa.
- Terimalah koreksi dengan lapang dada seperti Sa'd bin Abi Waqqas.
- Sampaikan koreksi dengan lembut dan contoh langsung, bukan dengan hardikan.
- Jadikan isyarat telunjuk sebagai pengingat tauhid saat berdoa.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.