Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ pernah berdoa dengan mengangkat kedua tangan, dan pada saat itu telapak tangan menghadap ke atas (ke arah langit) serta punggung tangan menghadap ke bawah. Ini adalah salah satu cara mengangkat tangan ketika berdoa, khususnya doa memohon (doa thalab), sebagaimana dijelaskan para ulama. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu menyaksikan langsung cara Nabi ﷺ berdoa dan menyampaikannya kepada umat.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits utama — Sunan Abu Dawud, Kitab Witir, Bab Doa, no. 1487:
حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ مُكْرَمٍ، حَدَّثَنَا سَلْمُ بْنُ قُتَيْبَةَ، عَنْ عُمَرَ بْنِ نَبْهَانَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَدْعُو هَكَذَا بِبَاطِنِ كَفَّيْهِ وَظَاهِرِهِمَا
Terjemahan: "Aku melihat Rasulullah ﷺ berdoa seperti ini dengan telapak kedua tangannya dan punggung keduanya."
Ayat yang berkaitan dengan doa dan mengangkat tangan — QS. Al-Baqarah [2]: 186:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Terjemahan: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka mendapat petunjuk."
Keterangan ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa mengangkat tangan saat berdoa adalah sunnah yang tetap, dan cara telapak menghadap ke atas adalah bentuk doa memohon (thalab).
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa mengangkat tangan adalah adab doa yang disyariatkan, dan bentuk telapak ke atas menunjukkan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Allah.
- Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad membahas cara-cara Nabi ﷺ mengangkat tangan dalam berdoa, termasuk telapak menghadap ke atas untuk doa memohon.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang lama melayani Nabi ﷺ dan banyak meriwayatkan hadits. Ia menyaksikan sendiri cara Nabi ﷺ berdoa, lalu menggambarkannya dengan isyarat tangan: "seperti ini" — telapak tangan menghadap ke atas dan punggung tangan menghadap ke bawah.
Makna "بِبَاطِنِ كَفَّيْهِ وَظَاهِرِهِمَا" — Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah telapak tangan (bathnul kaff) menghadap ke arah langit/atas, sedangkan punggung tangan (zhahrul kaff) menghadap ke bawah. Ini adalah bentuk doa memohon (doa thalab), yaitu ketika seorang hamba meminta sesuatu kepada Allah.
Pemahaman para ulama dalam daftar:
- Qatadah bin Di'amah as-Sadusi (perawi dalam sanad ini) dikenal sebagai tabi'in yang kuat dalam tafsir dan hadits. Ia meriwayatkan hadits ini dari Anas, menunjukkan perhatian salaf terhadap praktik doa Nabi ﷺ.
- Imam an-Nawawi dalam kitabnya menjelaskan bahwa mengangkat tangan ada beberapa bentuk: (1) telapak menghadap ke atas untuk doa memohon, (2) punggung tangan menghadap ke atas untuk doa isti'adzah (memohon perlindungan) atau saat istisqa' dalam sebagian riwayat, dan (3) isyarat dengan telunjuk dalam doa tertentu. Hadits Anas ini termasuk bentuk pertama.
- Ibnu Hajar al-Asqalani menegaskan bahwa mengangkat tangan adalah sebab terkabulnya doa dan merupakan adab yang dianjurkan, berdasarkan banyak hadits shahih.
- Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ mengangkat tangan dalam berbagai kesempatan doa, dan bentuk telapak ke atas adalah yang paling umum dalam doa memohon kebutuhan.
Catatan tentang sanad: Dalam sanad hadits ini terdapat 'Umar bin Nabhan. Sebagian ulama hadits seperti Abu Hatim ar-Razi dan Abu Zur'ah ar-Razi (yang termasuk dalam daftar rujukan) menilai 'Umar bin Nabhan sebagai orang yang tidak kuat hafalannya (layyinul hadits). Namun hadits ini memiliki penguat (syawahid) dari riwayat lain tentang mengangkat tangan saat berdoa, sehingga maknanya tetap shahih dan diamalkan. Imam al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud menilai hadits ini hasan.
Perbedaan pendapat: Sebagian ulama membahas apakah mengangkat tangan dilakukan dengan telapak ke atas atau ke bawah dalam situasi tertentu. Namun kesepakatan ulama daftar menunjukkan bahwa telapak menghadap ke atas adalah bentuk asal dalam doa memohon, dan ini yang paling kuat berdasarkan dalil.
Story Telling
Dikisahkan bahwa Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, yang sejak kecil berkhidmat kepada Nabi ﷺ selama sepuluh tahun, sangat memperhatikan setiap gerakan dan ucapan Nabi ﷺ. Ia tidak hanya menghafal sabda Nabi, tetapi juga merekam cara beliau beribadah, termasuk cara berdoa. Suatu ketika, Anas melihat Nabi ﷺ mengangkat kedua tangannya dalam doa, dan ia memperhatikan dengan seksama posisi telapak dan punggung tangan beliau. Setelah Nabi ﷺ wafat, Anas menyampaikan apa yang ia lihat kepada para tabi'in seperti Qatadah, agar umat Islam mengetahui adab berdoa yang benar. Dari perhatian seorang sahabat muda inilah kita dapat mengetahui sunnah yang detail tentang cara mengangkat tangan dalam berdoa.
Hikmahnya: perhatian terhadap sunnah Nabi ﷺ dalam hal-hal kecil sekalipun adalah tanda kecintaan kepada beliau, dan menyampaikannya kepada orang lain adalah bentuk menjaga agama.
Kesimpulan Praktis
- Mengangkat tangan saat berdoa adalah sunnah yang dianjurkan, terutama dalam doa memohon kebutuhan kepada Allah.
- Bentuk telapak menghadap ke atas adalah cara yang dicontohkan Nabi ﷺ dalam doa memohon, sebagaimana hadits Anas bin Malik ini.
- Hendaklah seorang Muslim berdoa dengan penuh kerendahan hati, karena mengangkat tangan menunjukkan ketundukan dan kebutuhan kepada Allah.
- Perhatikan adab-adab doa yang diajarkan Nabi ﷺ, karena doa adalah ibadah yang memiliki tata cara.
- Sampaikan ilmu yang benar kepada orang lain, sebagaimana Anas menyampaikan apa yang ia saksikan dari Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.