Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 1486 tentang Adab berdoa dengan menghadapkan telapak tangan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah petunjuk adab dari Nabi ﷺ dalam berdoa, yaitu dengan menghadapkan telapak tangan ke atas (ke langit) dan tidak membaliknya dengan punggung tangan menghadap ke atas. Ini adalah bentuk adab merendahkan diri di hadapan Allah ﷻ, sebagaimana seorang peminta yang mengharap belas kasih. Para ulama menjelaskan bahwa cara ini lebih utama dan lebih menunjukkan sikap butuh (faqr) seorang hamba kepada Rabb-nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits yang dimaksud:

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ بِبُطُونِ أَكُفِّكُمْ وَلاَ تَسْأَلُوهُ بِظُهُورِهَا

"Jika kalian meminta kepada Allah, maka mintalah dengan telapak tangan kalian (menghadap ke atas), dan janganlah kalian meminta dengan punggungnya."

(HR. Abu Dawud no. 1486, dari sahabat Malik bin Yasar as-Sakuni radhiyallahu 'anhu)

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

Allah ﷻ berfirman:

وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

"Dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak diterima) dan penuh harap (dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat kebaikan."

(QS. Al-A'raf [7]: 56)

Kaitan dengan ulama:

Imam Abu Dawud as-Sijistani (w. 275 H) meriwayatkan hadits ini dalam Sunan-nya. Adapun penjelasan tentang adab mengangkat tangan dalam doa, para ulama dari kalangan Ahlul Hadits seperti Imam Al-Bukhari (w. 256 H) dalam Shahih-nya dan Imam Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H) dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa mengangkat tangan dalam doa adalah sunnah, dan cara yang diajarkan adalah dengan telapak tangan menghadap ke atas.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung bimbingan adab yang agung dalam berdoa. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (w. 728 H) dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa mengangkat tangan dalam doa adalah bagian dari adab berdoa yang diajarkan Nabi ﷺ, dan cara yang benar adalah dengan menghadapkan telapak tangan ke atas, karena ini adalah sikap seorang peminta yang mengharap pemberian.

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah (w. 751 H) dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ biasa mengangkat kedua tangannya dalam doa, dan beliau mengajarkan umatnya untuk menghadapkan telapak tangan ke langit. Beliau juga menjelaskan bahwa ada keadaan tertentu di mana seseorang mengangkat tangan dengan punggung tangan menghadap ke atas, yaitu ketika meminta hujan (istisqa'), sebagaimana diriwayatkan dalam hadits-hadits shahih. Namun untuk doa-doa umum, caranya adalah dengan telapak tangan menghadap ke atas.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (w. 1421 H) dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hikmah dari menghadapkan telapak tangan ke atas adalah karena telapak tangan adalah tempat menerima pemberian. Ketika seseorang meminta kepada Allah, ia membuka telapak tangannya seolah-olah ia sedang menerima pemberian dari Rabb-nya. Adapun punggung tangan adalah tempat menolak, sehingga tidak pantas digunakan saat meminta.

Adapun mengenai derajat hadits ini, para ulama hadits berbeda pendapat. Imam Abu Dawud meriwayatkannya dalam Sunan-nya. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani (w. 1420 H) dalam Shahih Abi Dawud menghukumi hadits ini shahih berdasarkan jalur periwayatan yang disebutkan. Adapun sebagian ulama lain memandangnya hasan karena ada sedikit kelemahan pada sebagian perawinya, namun maknanya didukung oleh hadits-hadits lain yang shahih tentang mengangkat tangan dalam doa.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa sahabat Malik bin Yasar as-Sakuni radhiyallahu 'anhu — yang meriwayatkan hadits ini — adalah seorang sahabat yang mulia. Beliau termasuk penduduk Syam dan meriwayatkan beberapa hadits dari Nabi ﷺ. Dalam riwayat ini, beliau menyampaikan langsung sabda Nabi ﷺ tentang adab berdoa ini, yang menunjukkan bahwa para sahabat sangat memperhatikan detail-detail adab ibadah, bahkan sampai kepada cara mengangkat tangan ketika berdoa.

Para ulama menyebutkan bahwa di antara hikmah besar dari adab ini adalah bahwa doa adalah ibadah, dan ibadah itu dibangun di atas ittiba' (mengikuti tuntunan), bukan ibtida' (mengada-ada). Maka seorang muslim hendaknya memperhatikan adab-adab doa sebagaimana yang diajarkan Nabi ﷺ, karena kesempurnaan ibadah terletak pada mengikuti sunnah beliau dalam setiap detailnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Menghadapkan telapak tangan ke atas ketika berdoa adalah sunnah Nabi ﷺ dan merupakan adab yang diajarkan beliau.
  2. Tidak membalikkan punggung tangan ke atas ketika berdoa untuk perkara-perkara umum, karena itu menyelisihi petunjuk Nabi ﷺ.
  3. Pengecualian untuk doa istisqa' (meminta hujan), di mana Nabi ﷺ mengangkat tangan dengan punggung menghadap ke atas, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits-hadits shahih.
  4. Yang terpenting adalah menghadirkan hati, khusyuk, dan merendahkan diri di hadapan Allah ﷻ, karena itulah ruh dari doa.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.