Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan salah satu cara Nabi ﷺ dalam membersihkan jari-jari kaki saat wudhu, yaitu dengan menyela-nyela jari kaki menggunakan jari kelingking. Ini adalah bentuk kesempurnaan wudhu dan kehati-hatian beliau dalam memastikan air sampai ke sela-sela jari kaki. Para ulama menjadikan hadits ini sebagai dalil dianjurkannya takhliil (menyela-nyela) jari kaki saat membasuh kaki dalam wudhu.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Thaharah, Bab Mencuci Kaki, no. 148, dari sahabat Al-Mustaurid bin Syaddad radhiyallahu 'anhu.
Terkait dengan perintah membasuh kaki dalam wudhu, Allah Ta'ala berfirman:
QS. Al-Ma'idah [5]: 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan usaplah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai ke kedua mata kaki."
Ayat ini memerintahkan membasuh kaki hingga mata kaki. Untuk memastikan seluruh bagian kaki terkena air, termasuk sela-sela jari, maka dianjurkan untuk menyela-nyela jari kaki.
Hadits ini juga diperkuat dengan hadits lain dari sahabat Laqith bin Shabrah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
Sunan Abu Dawud, no. 142
وَأَسْبِغِ الْوُضُوءَ وَخَلِّلْ بَيْنَ الْأَصَابِعِ
"Sempurnakanlah wudhu dan sela-selalah antara jari-jemari (tangan dan kaki)."
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i, dan dinilai shahih oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan salah satu bentuk kesempurnaan wudhu yang diajarkan Nabi ﷺ. Imam Asy-Syafi'i rahimahullah dalam Al-Umm menyebutkan bahwa menyela-nyela jari kaki termasuk bagian dari kesempurnaan wudhu. Beliau berkata: "Aku menganjurkan untuk menyela-nyela jari-jari kaki, karena hadits Al-Mustaurid bin Syaddad menunjukkan hal itu."
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa cara menyela jari kaki adalah dengan menggunakan jari kelingking tangan, sebagaimana disebutkan dalam hadits ini. Beliau berkata: "Yang disunnahkan adalah menyela-nyela jari kaki dengan jari kelingking, karena ini yang disebutkan dalam hadits. Ini adalah cara yang paling sempurna untuk memastikan air sampai ke sela-sela jari."
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah juga menyebutkan bahwa menyela-nyela jari kaki termasuk sunnah wudhu, dan ini dilakukan saat membasuh kaki. Beliau berkata: "Sunnah untuk menyela-nyela jari kaki dengan jari kelingking tangan, sebagaimana disebutkan dalam hadits Al-Mustaurid bin Syaddad."
Adapun mengenai derajat hadits ini, para ulama berbeda pendapat. Sebagian ulama seperti Imam Abu Dawud meriwayatkannya dalam Sunan-nya, dan sebagian ulama memandangnya hasan (baik). Namun, Syaikh al-Albani menilai hadits ini shahih dalam Shahih Abi Dawud. Meskipun dalam sanadnya terdapat Ibnu Lahi'ah yang dikenal sebagai perawi yang jujur namun lemah hafalannya, hadits ini memiliki penguat dari hadits Laqith bin Shabrah yang memerintahkan untuk menyela-nyela jari kaki.
Syaikh al-Albani rahimahullah berkata: "Hadits ini shahih, dan ia memiliki penguat dari hadits Laqith bin Shabrah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan selainnya."
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Al-Mustaurid bin Syaddad radhiyallahu 'anhu, sahabat yang meriwayatkan hadits ini, adalah seorang yang sangat cermat dalam memperhatikan perbuatan Nabi ﷺ. Beliau tidak hanya memperhatikan hal-hal besar, tetapi juga hal-hal kecil dalam ibadah Nabi ﷺ, seperti cara beliau menyela jari kaki saat wudhu.
Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat antusias untuk meniru setiap gerakan Nabi ﷺ, bahkan dalam hal yang tampak kecil. Mereka memahami bahwa dalam setiap perbuatan Nabi ﷺ terdapat hikmah dan kebaikan. Maka, mereka pun bersungguh-sungguh untuk menghafal dan mengamalkannya.
Hikmah yang bisa kita ambil: jangan meremehkan hal-hal kecil dalam ibadah. Karena kesempurnaan ibadah sering kali terletak pada detail-detail yang tampak sepele. Dan kecintaan kepada Nabi ﷺ bukan hanya dengan lisan, tetapi dengan mengikuti beliau dalam segala hal, termasuk cara berwudhu.
Kesimpulan Praktis
- Menyela-nyela jari kaki saat wudhu adalah sunnah Nabi ﷺ, dan cara yang diajarkan adalah dengan menggunakan jari kelingking tangan.
- Ini termasuk kesempurnaan wudhu, karena memastikan air sampai ke seluruh bagian kaki, termasuk sela-sela jari yang sering terlewatkan.
- Jangan meremehkan detail ibadah, karena para sahabat sangat memperhatikan hal-hal kecil dalam ibadah Nabi ﷺ.
- Jika ragu apakah air sudah sampai ke sela-sela jari, maka menyela-nyela jari adalah cara yang tepat untuk memastikannya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.