Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 1461 tentang Keutamaan surat Al-Ikhlas setara sepertiga Al-Qur'an

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan seorang sahabat yang heran melihat orang lain mengulang-ulang bacaan surat Al-Ikhlas. Beliau ﷺ lalu menjelaskan bahwa surat Al-Ikhlas ini sangat agung di sisi Allah—setara dengan sepertiga Al-Qur'an. Ini menunjukkan keutamaan besar surat Al-Ikhlas dan anjuran untuk membacanya, baik dalam shalat maupun di luar shalat, karena kandungannya mencakup inti tauhid yang merupakan pokok ajaran Al-Qur'an.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud No. 1461 dari Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam shahihnya dari Abu Sa'id al-Khudri (hadits no. 5013) dengan lafaz yang semakna.

Ayat yang dimaksud dalam hadits:

QS. Al-Ikhlas [112]: 1

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

"Katakanlah (Muhammad), 'Dialah Allah, Yang Maha Esa.'"

Penjelasan ulama tentang makna hadits:

Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Jami' al-'Ulum wa al-Hikam dan juga dalam pembahasannya tentang surat Al-Ikhlas menjelaskan bahwa surat ini setara dengan sepertiga Al-Qur'an karena Al-Qur'an berisi tiga pokok utama: (1) tauhid dan akidah, (2) kisah-kisah dan berita, (3) hukum-hukum syariat. Surat Al-Ikhlas mencakup pokok tauhid secara sempurna, sehingga nilainya sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir as-Sa'di menjelaskan bahwa surat Al-Ikhlas mengandung penetapan tauhid uluhiyah (keesaan Allah dalam ibadah), tauhid rububiyah (keesaan Allah dalam penciptaan dan pengaturan), dan penetapan sifat-sifat kesempurnaan Allah serta pensucian-Nya dari segala kekurangan.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa keutamaan surat Al-Ikhlas yang setara dengan sepertiga Al-Qur'an ini bukan berarti membacanya tiga kali menggantikan membaca seluruh Al-Qur'an dalam hal pahala secara mutlak, tetapi karena kandungan maknanya yang sangat agung.

Pertama, Al-Qur'an secara garis besar memuat tiga hal:

  1. Tauhid dan akidah — yaitu pengenalan kepada Allah, nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta ajakan untuk mengesakan-Nya.
  2. Kisah dan berita — yaitu kabar tentang umat terdahulu, janji dan ancaman Allah, surga dan neraka.
  3. Hukum dan syariat — yaitu perintah dan larangan, halal dan haram.

Surat Al-Ikhlas dengan sangat padat mencakup pokok pertama yaitu tauhid. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij as-Salikin menjelaskan bahwa surat ini mengandung penetapan keesaan Allah, penafian segala sekutu, dan penetapan sifat-sifat kesempurnaan-Nya.

Kedua, dalam hadits ini terdapat pelajaran adab yang indah. Sahabat yang mendengar orang mengulang-ulang surat Al-Ikhlas awalnya menganggap remeh amalan tersebut—beliau menyangka surat itu "kecil" karena pendeknya. Namun Nabi ﷺ meluruskan pemahamannya dengan sumpah yang tegas: "Demi Yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya surat ini setara dengan sepertiga Al-Qur'an."

Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa Nabi ﷺ bersumpah di sini untuk menegaskan perkara yang penting dan untuk menghilangkan keraguan sahabat yang merasa heran. Ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh meremehkan amalan-amalan yang tampak kecil jika itu berasal dari Al-Qur'an dan sunnah.

Ketiga, hadits ini juga menunjukkan bolehnya mengulang-ulang satu surat dalam shalat atau di luar shalat, karena hal itu dilakukan oleh sahabat yang diceritakan dan Nabi ﷺ tidak mengingkarinya, bahkan memujinya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu berkata: "Seorang laki-laki mendengar laki-laki lain membaca 'Qul huwallahu ahad' dan mengulang-ulangnya. Ketika pagi tiba, ia mendatangi Rasulullah ﷺ dan menceritakan hal itu—seolah ia menganggap surat itu kecil. Maka Rasulullah ﷺ bersabda: 'Demi Yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya surat ini setara dengan sepertiga Al-Qur'an.'" (HR. Abu Dawud no. 1461, dan al-Bukhari no. 5013)

Dalam riwayat lain dari Abu Ayyub al-Anshari, beliau mendengar Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa membaca 'Qul huwallahu ahad' sebanyak dua kali, maka seolah ia membaca sepertiga Al-Qur'an." (HR. at-Tirmidzi, dan dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani)

Hikmah dari kisah ini: Kita sering kali meremehkan amalan yang ringan dan lafaznya pendek, padahal di sisi Allah nilainya sangat besar. Surat Al-Ikhlas yang hanya tiga ayat ini mengandung inti ajaran Islam—yaitu tauhid. Maka jangan pernah meremehkan amalan kebaikan sekecil apa pun, karena bisa jadi amalan itulah yang menyelamatkan kita di akhirat kelak.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyak membaca surat Al-Ikhlas, baik dalam shalat maupun di luar shalat, karena pahalanya setara dengan sepertiga Al-Qur'an.
  2. Jangan meremehkan amalan yang tampak kecil—bisa jadi di sisi Allah nilainya sangat agung.
  3. Renungkan makna surat Al-Ikhlas setiap kali membacanya, yaitu pengesaan Allah dalam rububiyah, uluhiyah, nama, dan sifat-Nya.
  4. Boleh mengulang-ulang surat tertentu dalam shalat untuk tadabbur dan kekhusyukan, sebagaimana dilakukan para sahabat.
  5. Ajarkan surat Al-Ikhlas kepada keluarga dan anak-anak beserta maknanya, karena ini adalah surat yang sangat agung.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?