Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan tentang keutamaan Surat Al-Fatihah sebagai surat terbesar dalam Al-Qur'an. Nabi ﷺ mengajarkan kepada Abu Sa'id bin Al-Mu'alla bahwa Al-Fatihah adalah "As-Sab'ul Matsani" (tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang) dan "Al-Qur'anul 'Azhim" (Al-Qur'an yang agung). Hadits ini juga mengajarkan adab penting: ketika Rasulullah ﷺ memanggil, seorang muslim hendaknya segera menjawab, meskipun sedang dalam shalat, karena panggilan beliau adalah panggilan yang membawa kehidupan.
Rujukan Ulama & Dalil
1. Ayat Al-Qur'an yang disebut dalam hadits:
QS. Al-Anfal [8]: 24
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ
"Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul-Nya ketika dia memanggilmu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu."
2. Ayat tentang Al-Fatihah sebagai As-Sab'ul Matsani:
QS. Al-Hijr [15]: 87
وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ
"Dan sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al-Qur'an yang agung."
3. Hadits riwayat Abu Dawud no. 1458 dari Abu Sa'id bin Al-Mu'alla radhiyallahu 'anhu.
Kaitan dengan ulama:
- Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa yang dimaksud "As-Sab'ul Matsani" adalah Surat Al-Fatihah, sebagaimana ditafsirkan oleh para sahabat dan tabi'in.
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Surat Al-Fatihah yang tidak dimiliki surat lain.
- Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa Al-Fatihah disebut "Al-Qur'anul 'Azhim" karena mencakup seluruh makna Al-Qur'an.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:
1. Keutamaan Surat Al-Fatihah
Para ulama menjelaskan bahwa Surat Al-Fatihah adalah surat terbesar dalam Al-Qur'an. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menukil perkataan para ulama bahwa Al-Fatihah dinamakan "As-Sab'ul Matsani" karena:
- Tujuh ayatnya dibaca berulang-ulang dalam setiap rakaat shalat
- Surat ini diulang-ulang dalam shalat, sehingga menjadi surat yang paling sering dibaca seorang muslim
Syaikh Abdurrahman As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa Al-Fatihah disebut "Al-Qur'anul 'Azhim" karena kandungannya mencakup:
- Pujian kepada Allah (ayat 1-2)
- Penetapan rububiyah dan rahmat Allah (ayat 2-3)
- Penetapan hari pembalasan (ayat 4)
- Ibadah hanya kepada Allah dan meminta pertolongan kepada-Nya (ayat 5)
- Permohonan hidayah ke jalan yang lurus (ayat 6-7)
2. Adab menjawab panggilan Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ menegur Abu Sa'id bin Al-Mu'alla karena tidak menjawab panggilan beliau ketika sedang shalat. Beliau mengingatkan dengan firman Allah dalam QS. Al-Anfal: 24. Ini menunjukkan bahwa panggilan Rasulullah ﷺ harus diutamakan, karena membawa kemaslahatan yang besar.
Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dalam Shahih-nya (no. 4474) dengan redaksi yang lebih lengkap, bahwa Abu Sa'id berkata: "Aku belum selesai shalat, lalu aku menghadap beliau dan berkata: 'Wahai Rasulullah, aku tadi sedang shalat sunnah.' Beliau bersabda: 'Bukankah Allah berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul-Nya...'"
3. Hikmah panggilan Nabi ﷺ
Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami'ul 'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa panggilan Rasulullah ﷺ kepada Abu Sa'id bin Al-Mu'alla adalah untuk mengajarkan sesuatu yang lebih utama daripada shalat sunnah yang sedang ia kerjakan, yaitu ilmu tentang surat terbesar dalam Al-Qur'an. Ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu bisa lebih utama daripada shalat sunnah dalam kondisi tertentu.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abu Sa'id bin Al-Mu'alla adalah salah seorang sahabat Anshar yang mulia. Suatu hari, beliau sedang shalat di dalam masjid Nabawi. Ketika itu Rasulullah ﷺ lewat dan memanggilnya, namun beliau tidak menjawab karena sedang khusyuk dalam shalatnya.
Setelah menyelesaikan shalatnya, Abu Sa'id segera menemui Rasulullah ﷺ. Beliau ﷺ bertanya dengan lembut, "Apa yang menghalangimu untuk menjawab panggilanku?" Mungkin ada sedikit rasa takut dalam hati Abu Sa'id, namun beliau menjawab jujur, "Wahai Rasulullah, aku sedang shalat."
Rasulullah ﷺ tidak marah, tetapi mengingatkan dengan ayat Al-Qur'an tentang kewajiban menjawab panggilan Allah dan Rasul-Nya. Kemudian beliau memberikan kabar gembira yang luar biasa: "Aku akan mengajarkanmu surat terbesar dalam Al-Qur'an sebelum aku keluar dari masjid."
Betapa bahagianya Abu Sa'id! Beliau yang tadinya merasa bersalah, justru mendapatkan anugerah ilmu yang sangat berharga. Rasulullah ﷺ kemudian mengajarkan bahwa Surat Al-Fatihah adalah "As-Sab'ul Matsani" dan "Al-Qur'anul 'Azhim."
Kisah ini mengajarkan kita bahwa adab dan kejujuran seorang murid kepada gurunya akan membuka pintu kebaikan yang besar. Abu Sa'id tidak berbohong atau mencari-cari alasan, melainkan menjawab dengan jujur apa adanya.
Kesimpulan Praktis
- Yakini keutamaan Surat Al-Fatihah sebagai surat terbesar dalam Al-Qur'an yang mencakup intisari seluruh ajaran Al-Qur'an.
- Bacalah Al-Fatihah dengan penuh penghayatan dalam setiap shalat, karena ia adalah "As-Sab'ul Matsani" yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad ﷺ.
- Utamakan menjawab panggilan Rasulullah ﷺ dalam bentuk mengikuti sunnah-sunnah beliau dan menjawab seruan kebaikan, karena itu adalah panggilan yang menghidupkan hati.
- Jadilah pribadi yang jujur dan apa adanya, seperti Abu Sa'id bin Al-Mu'alla yang menjawab dengan jujur, sehingga mendapatkan keberkahan ilmu dari Rasulullah ﷺ.
- Hargai waktu dan kesempatan belajar, karena Rasulullah ﷺ mengajarkan ilmu yang besar ini di sela-sela kesibukan beliau keluar dari masjid.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.