Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 1458 tentang Keutamaan surat Al-Fatihah sebagai induk Al-Qur'an

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan tentang keutamaan Surat Al-Fatihah sebagai surat terbesar dalam Al-Qur'an. Nabi ﷺ mengajarkan kepada Abu Sa'id bin Al-Mu'alla bahwa Al-Fatihah adalah "As-Sab'ul Matsani" (tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang) dan "Al-Qur'anul 'Azhim" (Al-Qur'an yang agung). Hadits ini juga mengajarkan adab penting: ketika Rasulullah ﷺ memanggil, seorang muslim hendaknya segera menjawab, meskipun sedang dalam shalat, karena panggilan beliau adalah panggilan yang membawa kehidupan.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Ayat Al-Qur'an yang disebut dalam hadits:

QS. Al-Anfal [8]: 24

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

"Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul-Nya ketika dia memanggilmu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu."

2. Ayat tentang Al-Fatihah sebagai As-Sab'ul Matsani:

QS. Al-Hijr [15]: 87

وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ

"Dan sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al-Qur'an yang agung."

3. Hadits riwayat Abu Dawud no. 1458 dari Abu Sa'id bin Al-Mu'alla radhiyallahu 'anhu.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa yang dimaksud "As-Sab'ul Matsani" adalah Surat Al-Fatihah, sebagaimana ditafsirkan oleh para sahabat dan tabi'in.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Surat Al-Fatihah yang tidak dimiliki surat lain.
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa Al-Fatihah disebut "Al-Qur'anul 'Azhim" karena mencakup seluruh makna Al-Qur'an.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

1. Keutamaan Surat Al-Fatihah

Para ulama menjelaskan bahwa Surat Al-Fatihah adalah surat terbesar dalam Al-Qur'an. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menukil perkataan para ulama bahwa Al-Fatihah dinamakan "As-Sab'ul Matsani" karena:

  • Tujuh ayatnya dibaca berulang-ulang dalam setiap rakaat shalat
  • Surat ini diulang-ulang dalam shalat, sehingga menjadi surat yang paling sering dibaca seorang muslim

Syaikh Abdurrahman As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa Al-Fatihah disebut "Al-Qur'anul 'Azhim" karena kandungannya mencakup:

  • Pujian kepada Allah (ayat 1-2)
  • Penetapan rububiyah dan rahmat Allah (ayat 2-3)
  • Penetapan hari pembalasan (ayat 4)
  • Ibadah hanya kepada Allah dan meminta pertolongan kepada-Nya (ayat 5)
  • Permohonan hidayah ke jalan yang lurus (ayat 6-7)

2. Adab menjawab panggilan Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ menegur Abu Sa'id bin Al-Mu'alla karena tidak menjawab panggilan beliau ketika sedang shalat. Beliau mengingatkan dengan firman Allah dalam QS. Al-Anfal: 24. Ini menunjukkan bahwa panggilan Rasulullah ﷺ harus diutamakan, karena membawa kemaslahatan yang besar.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dalam Shahih-nya (no. 4474) dengan redaksi yang lebih lengkap, bahwa Abu Sa'id berkata: "Aku belum selesai shalat, lalu aku menghadap beliau dan berkata: 'Wahai Rasulullah, aku tadi sedang shalat sunnah.' Beliau bersabda: 'Bukankah Allah berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul-Nya...'"

3. Hikmah panggilan Nabi ﷺ

Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami'ul 'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa panggilan Rasulullah ﷺ kepada Abu Sa'id bin Al-Mu'alla adalah untuk mengajarkan sesuatu yang lebih utama daripada shalat sunnah yang sedang ia kerjakan, yaitu ilmu tentang surat terbesar dalam Al-Qur'an. Ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu bisa lebih utama daripada shalat sunnah dalam kondisi tertentu.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Sa'id bin Al-Mu'alla adalah salah seorang sahabat Anshar yang mulia. Suatu hari, beliau sedang shalat di dalam masjid Nabawi. Ketika itu Rasulullah ﷺ lewat dan memanggilnya, namun beliau tidak menjawab karena sedang khusyuk dalam shalatnya.

Setelah menyelesaikan shalatnya, Abu Sa'id segera menemui Rasulullah ﷺ. Beliau ﷺ bertanya dengan lembut, "Apa yang menghalangimu untuk menjawab panggilanku?" Mungkin ada sedikit rasa takut dalam hati Abu Sa'id, namun beliau menjawab jujur, "Wahai Rasulullah, aku sedang shalat."

Rasulullah ﷺ tidak marah, tetapi mengingatkan dengan ayat Al-Qur'an tentang kewajiban menjawab panggilan Allah dan Rasul-Nya. Kemudian beliau memberikan kabar gembira yang luar biasa: "Aku akan mengajarkanmu surat terbesar dalam Al-Qur'an sebelum aku keluar dari masjid."

Betapa bahagianya Abu Sa'id! Beliau yang tadinya merasa bersalah, justru mendapatkan anugerah ilmu yang sangat berharga. Rasulullah ﷺ kemudian mengajarkan bahwa Surat Al-Fatihah adalah "As-Sab'ul Matsani" dan "Al-Qur'anul 'Azhim."

Kisah ini mengajarkan kita bahwa adab dan kejujuran seorang murid kepada gurunya akan membuka pintu kebaikan yang besar. Abu Sa'id tidak berbohong atau mencari-cari alasan, melainkan menjawab dengan jujur apa adanya.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakini keutamaan Surat Al-Fatihah sebagai surat terbesar dalam Al-Qur'an yang mencakup intisari seluruh ajaran Al-Qur'an.
  2. Bacalah Al-Fatihah dengan penuh penghayatan dalam setiap shalat, karena ia adalah "As-Sab'ul Matsani" yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad ﷺ.
  3. Utamakan menjawab panggilan Rasulullah ﷺ dalam bentuk mengikuti sunnah-sunnah beliau dan menjawab seruan kebaikan, karena itu adalah panggilan yang menghidupkan hati.
  4. Jadilah pribadi yang jujur dan apa adanya, seperti Abu Sa'id bin Al-Mu'alla yang menjawab dengan jujur, sehingga mendapatkan keberkahan ilmu dari Rasulullah ﷺ.
  5. Hargai waktu dan kesempatan belajar, karena Rasulullah ﷺ mengajarkan ilmu yang besar ini di sela-sela kesibukan beliau keluar dari masjid.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?