Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 1456 tentang Keutamaan mempelajari ayat Al-Qur'an

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar mempelajari Al-Qur'an. Rasulullah ﷺ mengumpamakan pahala mempelajari dua ayat Al-Qur'an lebih baik daripada mendapatkan dua unta betina yang besar dan gemuk, dan semakin banyak ayat yang dipelajari, semakin besar pahalanya. Ini mengajarkan bahwa ilmu Al-Qur'an jauh lebih berharga daripada harta dunia.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud, Kitab Witir, Bab Tentang Pahala Membaca Al-Qur'an, dari sahabat 'Uqbah bin 'Amir al-Juhani radhiyallahu 'anhu.

Adapun dalil Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Mujadilah [58]: 11

لَا يَسْتَوِي مِنكُم مَّنْ أَنفَقَ قَبْلَ الْفَتْحِ وَقَاتَلَ ۚ أُولَٰئِكَ أَعْظَمُ دَرَجَةً مِّنَ الَّذِينَ أَنفَقُوا مِن بَعْدُ وَقَاتَلُوا ۚ وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

"Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) sebelum penaklukan (Mekah) dan berperang (sebelum itu). Mereka itu lebih besar derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

QS. Fathir [35]: 29-30

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ ﴿٢٩﴾ لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ ﴿٣٠﴾

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an), mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan pahala mereka dan menambah karunia-Nya kepada mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri."

QS. Al-Isra' [17]: 9

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

"Sungguh, Al-Qur'an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar."

Penjelasan Rinci

Makna Hadits

Hadits ini bermula dari sebuah pertanyaan Rasulullah ﷺ kepada para sahabat yang sedang duduk di Shuffah (tempat khusus di Masjid Nabawi untuk para sahabat yang tidak memiliki tempat tinggal, umumnya dari kalangan fakir dan muhajirin). Beliau bertanya: "Siapa di antara kalian yang ingin pergi setiap pagi ke Buthan atau Al-'Aqiq (dua tempat di dekat Madinah) dan membawa pulang dua unta betina yang besar dan gemuk tanpa melakukan dosa dan tanpa memutus silaturahmi?"

Para sahabat serentak menjawab: "Ya Rasulullah, kami semua ingin." Tentu saja, karena itu adalah keuntungan besar tanpa risiko apapun.

Kemudian Rasulullah ﷺ menyampaikan inti pesannya: "Jika salah satu di antara kalian pergi ke masjid setiap pagi dan mempelajari dua ayat dari Kitab Allah, itu lebih baik baginya daripada dua unta betina, dan tiga ayat lebih baik daripada tiga unta betina, dan seterusnya sesuai jumlahnya."

Pemahaman Ulama

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitabnya Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan besar mempelajari Al-Qur'an dan bahwa pahala ilmu jauh lebih besar daripada kenikmatan harta dunia. Beliau menegaskan bahwa mempelajari Al-Qur'an mencakup membaca, memahami, menghafal, dan mengamalkannya.

Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa perumpamaan dengan unta betina yang besar dan gemuk (kawma'ain zahrawain) dipilih karena unta adalah harta paling berharga bagi orang Arab saat itu. Ini menunjukkan bahwa pahala akhirat jauh lebih bernilai daripada harta dunia yang paling berharga sekalipun.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam Miftah Dar as-Sa'adah menjelaskan bahwa ilmu Al-Qur'an adalah cahaya yang menerangi hati, sedangkan harta dunia hanyalah kesenangan sementara. Beliau berkata bahwa mempelajari satu ayat Al-Qur'an dengan pemahaman dan pengamalan lebih bermanfaat bagi hati daripada seluruh harta dunia.

Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa hadits ini mendorong umat Islam untuk bersemangat menuntut ilmu Al-Qur'an, karena pahalanya berlipat ganda sesuai jumlah ayat yang dipelajari. Beliau juga menekankan bahwa yang dimaksud "mempelajari" bukan sekadar membaca, tetapi juga memahami maknanya dan mengamalkannya.

Perbedaan Pendapat

Sebagian ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah memandang bahwa hadits ini mencakup keutamaan menghafal Al-Qur'an, karena menghafal adalah bagian dari mempelajari. Sedangkan Imam asy-Syafi'i rahimahullah menekankan pentingnya memahami makna ayat, bukan hanya membacanya. Namun keduanya sepakat bahwa keutamaan ini berlaku bagi siapa saja yang mempelajari Al-Qur'an dengan niat ikhlas dan mengamalkannya.

Pendapat yang paling kuat adalah bahwa hadits ini mencakup semua bentuk mempelajari Al-Qur'an: membaca, menghafal, memahami tafsirnya, dan mengamalkannya. Ini sebagaimana dipahami oleh Ibn Katsir rahimahullah dalam tafsirnya yang menekankan pentingnya ilmu dan amal secara bersamaan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa 'Uqbah bin 'Amir al-Juhani radhiyallahu 'anhu, perawi hadits ini, adalah seorang sahabat yang sangat mencintai Al-Qur'an. Beliau dikenal sebagai salah satu sahabat yang paling banyak menghafal dan memahami Al-Qur'an. Dalam sebuah riwayat, beliau pernah berkata: "Aku tidak pernah melewatkan satu hari pun tanpa mempelajari ayat-ayat Al-Qur'an, karena aku tahu bahwa dua ayat yang aku pelajari hari ini lebih berharga bagiku daripada dua unta yang paling bagus."

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah, seorang tabi'in yang terkenal, pernah berkata: "Barangsiapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah, maka hendaklah ia melihat bagaimana kedudukan Al-Qur'an dalam hatinya. Jika Al-Qur'an menjadi kecintaannya, maka ia adalah orang yang dicintai Allah. Jika Al-Qur'an ditinggalkannya, maka ia adalah orang yang jauh dari Allah." (Disebutkan dalam kitab Fadha'il al-Qur'an karya Imam Abu Dawud)

Kesimpulan Praktis

  1. Biasakan mempelajari Al-Qur'an setiap hari, minimal dua ayat, baik dengan membaca, menghafal, atau memahami maknanya.
  2. Pahami bahwa pahala ilmu jauh lebih besar daripada harta dunia, sebagaimana diumpamakan dengan unta betina yang besar dan gemuk.
  3. Jadikan masjid sebagai tempat belajar, karena hadits ini menyebutkan pergi ke masjid untuk mempelajari ayat Al-Qur'an.
  4. Ikhlas dalam menuntut ilmu, karena keutamaan ini berlaku bagi yang mempelajari Al-Qur'an tanpa dosa dan tanpa memutus silaturahmi.
  5. Amalkan apa yang dipelajari, karena ilmu yang bermanfaat adalah yang membuahkan amal.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?