Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 1455 tentang Keutamaan majelis ilmu dan membaca Al-Qur'an di masjid

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar bagi siapa saja yang meluangkan waktunya untuk berkumpul di masjid demi membaca dan mempelajari Al-Qur'an. Allah menjanjikan empat keutamaan bagi mereka: turunnya ketenangan (sakinah), diliputi rahmat, dikelilingi malaikat, dan disebut oleh Allah di hadapan makhluk-makhluk-Nya yang mulia. Ini menunjukkan betapa agungnya majelis ilmu Al-Qur'an di sisi Allah Ta'ala.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Witir, Bab Tentang Pahala Membaca Al-Qur'an, nomor 1455, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 2699) dan Imam At-Tirmidzi (no. 2945) dengan lafaz yang semakna.

Teks hadits dalam bahasa Arab (sebagaimana yang tertera):

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ تَعَالَى يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Makna ringkas: "Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), mereka membaca Kitab Allah dan saling mempelajarinya, melainkan ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi mereka, malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya."

Hadits ini juga selaras dengan firman Allah dalam QS. Al-Mujadilah [58]: 11 yang menyebutkan keutamaan orang-orang yang berilmu dan beriman. Namun, untuk konteks hadits ini, kita bisa merujuk pada janji Allah dalam QS. Al-Ankabut [29]: 69 tentang orang-orang yang berjuang di jalan-Nya. Akan tetapi, karena fokus hadits adalah tentang majelis Al-Qur'an, maka tidak ada ayat spesifik yang secara langsung membahas hal ini selain anjuran umum untuk bertadabbur Al-Qur'an.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Keutamaan Berkumpul untuk Belajar Al-Qur'an

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan berkumpulnya kaum muslimin di masjid untuk membaca Al-Qur'an dan saling mempelajarinya. Yang dimaksud "يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ" (mereka membaca Kitab Allah) adalah membaca dengan tadabbur, sedangkan "وَيَتَدَارَسُونَهُ" (dan saling mempelajarinya) adalah saling mengajarkan makna dan hukum-hukumnya. Ini adalah majelis ilmu yang paling utama.

2. Makna "Sakinah" (Ketenangan)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa sakinah adalah ketenangan hati yang Allah turunkan kepada hamba-Nya ketika mereka mengingat-Nya. Ini adalah ketenangan yang melahirkan kekhusyukan, keikhlasan, dan ketentraman jiwa. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menambahkan bahwa sakinah ini adalah anugerah khusus yang tidak bisa dirasakan kecuali oleh orang yang hatinya hidup dengan Al-Qur'an.

3. Rahmat yang Meliputi

Imam Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa rahmat di sini adalah rahmat yang bersifat khusus, bukan rahmat umum yang meliputi semua makhluk. Rahmat ini berupa taufik, hidayah, dan keberkahan yang Allah curahkan kepada mereka yang duduk di majelis Al-Qur'an.

4. Malaikat yang Mengelilingi

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa para malaikat turun dan mengelilingi majelis tersebut sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk mereka. Ini menunjukkan betapa mulianya majelis tersebut di sisi makhluk-makhluk Allah yang paling taat.

5. Allah Menyebut Mereka di Sisi-Nya

Ini adalah keutamaan yang paling besar. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya (no. 6409) bahwa Allah berfirman dalam hadits qudsi: "Aku bersama prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di tengah kumpulan, Aku mengingatnya di kumpulan yang lebih baik dari mereka." Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitab Fadhail Al-Islam menyebutkan bahwa penyebutan Allah terhadap hamba-Nya di hadapan para malaikat adalah kemuliaan yang tidak bisa dibayangkan oleh akal manusia.

Story Telling

Imam Adz-Dzahabi dalam Siyar A'lam An-Nubala menceritakan tentang kebiasaan para salaf dalam memuliakan majelis Al-Qur'an. Di antaranya, disebutkan bahwa Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah sering berkata kepada para penuntut ilmu: "Duduklah kalian bersama kami, maka kalian akan menghidupkan hati kalian sebagaimana para ulama salaf menghidupkan hati mereka dengan majelis ilmu." Beliau juga dikenal sangat menangis ketika membaca Al-Qur'an, karena hatinya begitu tersentuh dengan ayat-ayat Allah.

Ada juga kisah tentang Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah yang disebutkan oleh Ibnul Jauzi (namun ini hanya sebagai gambaran umum, bukan kutipan langsung). Beliau dikenal sangat menjaga waktunya untuk membaca Al-Qur'an dan hadits, bahkan dalam keadaan sakit pun beliau tetap meminta dibacakan Al-Qur'an untuknya. Ini menunjukkan kecintaan para ulama terhadap Kalamullah.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersemangatlah untuk menghadiri majelis Al-Qur'an di masjid, baik untuk membaca, mendengarkan, atau mempelajari tafsirnya.
  2. Jadikan majelis Al-Qur'an sebagai sarana untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, bukan untuk berbangga diri atau pamer ilmu.
  3. Niatkan kehadiran di majelis ilmu semata-mata karena Allah, agar mendapatkan sakinah, rahmat, dan doa para malaikat.
  4. Jika tidak bisa hadir di masjid, perbanyaklah membaca Al-Qur'an di rumah dengan tadabbur, karena keutamaannya juga besar.
  5. Jaga adab dalam majelis Al-Qur'an: dengarkan dengan khusyuk, jangan berbicara yang sia-sia, dan amalkan apa yang dipelajari.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?