Tentu, saya akan menjelaskan hadits ini sesuai dengan format dan aturan yang telah ditetapkan, dengan merujuk hanya kepada ulama yang tercantum dalam daftar.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa amal yang paling utama adalah memperpanjang berdiri dalam shalat, sedekah terbaik adalah yang dikeluarkan oleh orang yang memiliki sedikit harta, hijrah terbaik adalah meninggalkan apa yang diharamkan Allah, jihad terbaik adalah berjuang dengan harta dan jiwa melawan orang musyrik, dan kematian yang paling mulia adalah ketika darahnya tertumpah dan kudanya terluka di jalan Allah. Semua ini menunjukkan keutamaan amal yang berat dan ikhlas.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Witir, dari sahabat Abdullah bin Hubsy al-Khats'ami radhiyallahu 'anhu. Imam Abu Dawud adalah salah satu ulama yang tercantum dalam daftar rujukan.
Teks hadits lengkap dengan harakat:
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ، حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ، قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ حَدَّثَنِي عُثْمَانُ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ، عَنْ عَلِيٍّ الأَزْدِيِّ، عَنْ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُبْشِيٍّ الْخَثْعَمِيِّ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ سُئِلَ أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ " طُولُ الْقِيَامِ " . قِيلَ فَأَىُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ " جُهْدُ الْمُقِلِّ " . قِيلَ فَأَىُّ الْهِجْرَةِ أَفْضَلُ قَالَ " مَنْ هَجَرَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ " . قِيلَ فَأَىُّ الْجِهَادِ أَفْضَلُ قَالَ " مَنْ جَاهَدَ الْمُشْرِكِينَ بِمَالِهِ وَنَفْسِهِ " . قِيلَ فَأَىُّ الْقَتْلِ أَشْرَفُ قَالَ " مَنْ أُهْرِيقَ دَمُهُ وَعُقِرَ جَوَادُهُ " .
Terjemahan: Abdullah bin Hubsy al-Khats'ami berkata: Nabi ﷺ ditanya: "Amal apa yang paling utama?" Beliau menjawab: "Berdiri lama (dalam shalat)." Dia ditanya lagi: "Sedekah apa yang paling utama?" Beliau menjawab: "Sedekah yang diberikan oleh orang yang memiliki harta sedikit." Dia ditanya lagi: "Hijrah apa yang paling utama?" Beliau menjawab: "Siapa yang meninggalkan apa yang diharamkan Allah." Dia ditanya lagi: "Jihad apa yang paling utama?" Beliau menjawab: "Siapa yang berjihad melawan orang musyrik dengan harta dan jiwanya." Dia ditanya lagi: "Kematian apa yang paling mulia?" Beliau menjawab: "Siapa yang darahnya tertumpah dan kudanya terluka."
Hadits ini juga memiliki syawahid (penguat) dari riwayat lain, namun Imam Abu Dawud meriwayatkannya dalam konteks witir. Imam al-Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkan hadits ini secara lengkap, tetapi sebagian maknanya ada dalam kitab shahih.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa keutamaan amal yang dijelaskan oleh Nabi ﷺ. Para ulama dari daftar yang diberikan memiliki penjelasan terkait.
Pertama, "Berdiri lama dalam shalat" (طُولُ الْقِيَامِ). Ini menunjukkan keutamaan memperpanjang berdiri dalam shalat, karena berdiri adalah rukun yang paling utama dan merupakan waktu untuk membaca Al-Qur'an dan berdoa. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya "As-Salah wa Hukmu Tarikuha" menjelaskan bahwa panjangnya berdiri dalam shalat menunjukkan kekhusyukan dan kedekatan dengan Allah. Imam an-Nawawi dalam "Syarh Shahih Muslim" menyebutkan bahwa keutamaan ini berlaku untuk shalat malam, karena di waktu itu lebih mudah untuk khusyuk dan ikhlas.
Kedua, "Sedekah yang diberikan oleh orang yang memiliki harta sedikit" (جُهْدُ الْمُقِلِّ). Ini berarti orang yang memiliki sedikit harta namun tetap bersedekah dengan sekuat kemampuannya, meskipun hanya sedikit. Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa sedekah orang miskin lebih utama karena ia mengorbankan apa yang ia butuhkan, menunjukkan keikhlasan yang lebih besar. Imam asy-Syafi'i dalam kitab "Al-Umm" menyebutkan bahwa sedekah yang paling utama adalah yang dikeluarkan oleh orang yang memiliki tanggungan, namun ia tetap bersedekah.
Ketiga, "Hijrah yang paling utama adalah meninggalkan apa yang diharamkan Allah" (مَنْ هَجَرَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ). Ini menafsirkan hijrah secara spiritual, yaitu menjauhi dosa dan maksiat. Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam "Jami' al-'Ulum wa al-Hikam" menjelaskan bahwa hijrah memiliki dua makna: hijrah fisik dari negeri kafir ke negeri Islam, dan hijrah maknawi dengan meninggalkan larangan Allah. Yang kedua ini lebih utama dan wajib bagi setiap Muslim.
Keempat, "Jihad yang paling utama adalah berjihad melawan orang musyrik dengan harta dan jiwa" (مَنْ جَاهَدَ الْمُشْرِكِينَ بِمَالِهِ وَنَفْسِهِ). Ini menunjukkan bahwa jihad yang sempurna adalah dengan mengorbankan harta dan jiwa. Imam Ibn Taymiyyah dalam "Majmu' al-Fatawa" menjelaskan bahwa jihad dengan harta dan jiwa adalah puncak pengorbanan, dan ini berlaku sesuai dengan kemampuan dan situasi.
Kelima, "Kematian yang paling mulia adalah ketika darahnya tertumpah dan kudanya terluka" (مَنْ أُهْرِيقَ دَمُهُ وَعُقِرَ جَوَادُهُ). Ini menggambarkan syahid di medan perang, di mana ia berjuang hingga darahnya tertumpah dan kudanya terluka. Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam "Fath al-Bari" menyebutkan bahwa ini adalah derajat syahid yang paling tinggi.
Ada perbedaan pendapat di antara ulama tentang apakah hadits ini shahih. Imam Abu Dawud meriwayatkannya, dan sebagian ulama seperti Imam al-Albani dalam "Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah" menilai hadits ini shahih. Namun, Imam at-Tirmidzi dalam "Sunan-nya" menyebutkan bahwa hadits ini hasan gharib. Yang paling kuat adalah hadits ini shahih atau hasan, dan maknanya dapat diamalkan.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Hubsy al-Khats'ami radhiyallahu 'anhu adalah seorang sahabat yang bertanya kepada Nabi ﷺ tentang amal-amal yang paling utama. Ia ingin mengetahui amal yang paling dicintai Allah. Nabi ﷺ menjawab dengan jawaban yang mencakup berbagai aspek ibadah: shalat, sedekah, hijrah, jihad, dan syahid. Jawaban ini menunjukkan bahwa keutamaan amal tergantung pada kondisi dan kemampuan seseorang. Seorang yang kuat dalam shalat, maka memperpanjang berdiri adalah yang terbaik baginya. Seorang yang memiliki sedikit harta, maka sedekahnya lebih utama. Seorang yang ingin berhijrah, maka meninggalkan dosa adalah hijrah yang paling utama. Dan seterusnya. Kisah ini mengajarkan kita untuk bersemangat dalam beramal sesuai dengan kemampuan dan situasi kita.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyak berdiri lama dalam shalat, terutama shalat malam, untuk meningkatkan kekhusyukan.
- Bersedekahlah sesuai kemampuan, meskipun sedikit, karena yang penting adalah keikhlasan.
- Tinggalkanlah perbuatan yang diharamkan Allah sebagai bentuk hijrah yang paling utama.
- Berjihadlah dengan harta dan jiwa dalam rangka menegakkan agama Allah, sesuai dengan kemampuan.
- Rindukanlah syahid di jalan Allah sebagai derajat tertinggi, namun tetap berusaha dalam ketaatan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.