Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 1334 tentang Jumlah rakaat shalat malam Rasulullah

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ biasa mengerjakan shalat malam sebanyak sepuluh rakaat, lalu menutupnya dengan witir satu rakaat, dan setelah itu beliau mengerjakan dua rakaat shalat fajar (qabliyah Subuh). Totalnya menjadi tiga belas rakaat. Ini menunjukkan betapa rutin dan terjaganya shalat malam beliau ﷺ, serta disyariatkannya witir sebagai penutup shalat malam.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud, Kitab Shalat Sunnah, Bab Shalat Malam, nomor 1334, dari jalur Aisyah radhiyallahu 'anha.

Teks hadits:

<p>حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنْ حَنْظَلَةَ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ ‏:‏ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ عَشْرَ رَكَعَاتٍ، وَيُوتِرُ بِسَجْدَةٍ، وَيَسْجُدُ سَجْدَتَىِ الْفَجْرِ، فَذَلِكَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً ‏.‏</p>

Terjemahan: Aisyah berkata: "Rasulullah ﷺ biasa shalat di malam hari sepuluh raka'at, dan mengerjakan witir dengan satu raka'at, kemudian beliau shalat dua raka'at shalat fajar. Maka totalnya adalah tiga belas raka'at."

Dalil Al-Qur'an yang menjadi dasar shalat malam dan witir, di antaranya firman Allah:

<p>وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا</p>

QS. Al-Isra' [17]: 79

Terjemahan: "Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan Nabi ﷺ untuk bangun malam dan shalat tahajud, dan ini menjadi keutamaan khusus bagi beliau serta sunnah bagi umatnya.

Hadits lain yang mendukung dari Aisyah juga diriwayatkan dalam Shahih Muslim dan Shahih al-Bukhari dengan redaksi yang beragam, namun maknanya sama: Nabi ﷺ mengerjakan shalat malam dan witir, lalu dua rakaat fajar.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan beberapa hal penting:

Pertama, jumlah rakaat shalat malam Nabi ﷺ dalam riwayat ini adalah sepuluh rakaat, kemudian witir satu rakaat, lalu dua rakaat shalat fajar. Total tiga belas rakaat. Ini bukan berarti beliau tidak pernah mengerjakan lebih atau kurang, karena riwayat lain dari Aisyah menyebutkan sebelas rakaat, dan ada pula yang menyebut tiga belas rakaat dengan hitungan yang berbeda. Para ulama seperti Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa perbedaan ini adalah perbedaan dalam menghitung, bukan pertentangan. Kadang Aisyah menghitung witir secara terpisah, kadang menggabungkannya, dan kadang menghitung dua rakaat fajar sebagai bagian dari shalat malam.

Kedua, witir dilakukan dengan satu rakaat. Ini menunjukkan bahwa witir satu rakaat adalah sah dan pernah dipraktikkan Nabi ﷺ. Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam asy-Syafi'i berpendapat bahwa witir satu rakaat boleh, meskipun yang lebih utama adalah tiga rakaat atau lebih. Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin menegaskan bahwa witir satu rakaat adalah sunnah yang sah, dan tidak ada larangan selama tidak dijadikan kebiasaan yang menyelisihi sunnah yang lebih utama.

Ketiga, dua rakaat shalat fajar (qabliyah Subuh) dikerjakan setelah witir. Ini menunjukkan bahwa shalat qabliyah Subuh adalah sunnah yang sangat ditekankan. Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu' menyebutkan bahwa shalat qabliyah Subuh adalah sunnah muakkadah (yang sangat ditekankan), dan Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkannya, baik dalam perjalanan maupun di rumah.

Keempat, hadits ini juga menunjukkan bahwa shalat malam Nabi ﷺ dilakukan secara rutin dan terjaga. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa Nabi ﷺ adalah manusia yang paling kuat dalam mengerjakan shalat malam, dan beliau mendorong umatnya untuk melakukannya sesuai kemampuan.

Kelima, hadits ini menjadi dalil bahwa shalat malam boleh dikerjakan dengan jumlah rakaat yang beragam, dan yang terpenting adalah konsistensi dan kekhusyukan. Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menjelaskan bahwa shalat malam adalah ibadah yang paling utama setelah shalat wajib, dan jumlah rakaatnya tidak dibatasi secara kaku, namun yang paling utama adalah mengikuti sunnah Nabi ﷺ.

Story Telling

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa beliau pernah ditanya tentang shalat malam Rasulullah ﷺ. Aisyah menjawab dengan rincian seperti dalam hadits ini. Beliau juga pernah berkata: "Janganlah engkau tinggalkan shalat malam, karena sesungguhnya Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkannya. Bahkan ketika beliau sakit atau lemah, beliau mengerjakannya dengan duduk." (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syeikh al-Albani).

Dalam riwayat lain, Aisyah menggambarkan bahwa Nabi ﷺ jika bangun malam, beliau mengerjakan shalat dengan sangat tenang dan khusyuk, hingga terkadang beliau menangis karena membaca ayat-ayat tentang azab. Ini menunjukkan betapa dalamnya penghambaan beliau kepada Allah.

Hikmah: Shalat malam bukan sekadar rutinitas, tetapi sarana mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, dan menenangkan hati. Nabi ﷺ sebagai manusia paling mulia pun tetap menjaga shalat malam, maka kita sebagai umatnya hendaknya berusaha meneladani, meskipun dengan jumlah rakaat yang lebih sedikit.

Kesimpulan Praktis

  1. Shalat malam adalah sunnah yang sangat dianjurkan, dan Nabi ﷺ rutin mengerjakannya.
  2. Witir adalah penutup shalat malam, dan boleh dikerjakan dengan satu rakaat.
  3. Shalat qabliyah Subuh dua rakaat adalah sunnah muakkadah yang tidak ditinggalkan Nabi ﷺ.
  4. Jumlah rakaat shalat malam tidak harus sama dengan Nabi ﷺ, tetapi yang terpenting adalah konsistensi dan kekhusyukan.
  5. Perbedaan riwayat tentang jumlah rakaat adalah perbedaan hitungan, bukan pertentangan, dan hendaknya kita mengikuti pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?