Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 1322 tentang Shalat malam antara Maghrib dan Isya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah penjelasan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu tentang makna dua ayat Al-Qur'an, yaitu QS. Adz-Dzariyat [51]: 17 dan QS. As-Sajdah [32]: 16. Beliau menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan "mereka sedikit tidur di malam hari" dan "lambung mereka jauh dari tempat tidur" adalah kebiasaan para sahabat yang mengerjakan shalat sunnah di antara waktu Maghrib dan Isya. Ini menunjukkan keutamaan shalat di waktu tersebut, yang merupakan bagian dari qiyamul lail.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Ayat Al-Qur'an:

QS. Adz-Dzariyat [51]: 17

كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ

"Mereka sedikit tidur di waktu malam."

QS. As-Sajdah [32]: 16

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."

2. Hadits:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Shalat Sunnah, Bab Waktu Shalat Malam Nabi ﷺ, no. 1322, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Sanadnya: Muhammad bin al-Mutsanna → Yahya bin Sa'id dan Ibnu Abi 'Adi → Sa'id (bin Abi 'Arubah) → Qatadah → Anas.

3. Kaitan dengan Ulama:

Penafsiran ini berasal dari Qatadah bin Di'amah as-Sadusi (wafat 117 H), seorang tabi'in besar dan ahli tafsir, yang meriwayatkan dari Anas bin Malik. Penafsiran ini juga dinukil oleh para ulama tafsir seperti Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya dan Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya secara ta'liq (mu'allaq).

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa ayat-ayat ini turun untuk memuji orang-orang beriman yang bersungguh-sungguh dalam ibadah malam. Namun, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama tafsir tentang makna "sedikit tidur di malam hari" dan "lambung mereka jauh dari tempat tidur":

  1. Pendapat Qatadah dan Anas bin Malik: Maknanya adalah mereka mengerjakan shalat di antara Maghrib dan Isya. Ini adalah pendapat yang diriwayatkan dalam hadits ini. Ibnu Katsir (wafat 774 H) dalam Tafsir al-Qur'an al-'Azhim menukil pendapat ini dan menganggapnya sebagai salah satu tafsir yang shahih.
  2. Pendapat lain dari ulama tafsir: Sebagian ulama menafsirkan bahwa mereka tidak tidur sepanjang malam, atau mereka bangun di tengah malam untuk shalat tahajud. Al-Hasan al-Bashri (wafat 110 H) berpendapat bahwa mereka tidak tidur kecuali sedikit, dan itu pun untuk istirahat seperlunya.
  3. Pendapat yang menggabungkan: Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di (wafat 1376 H) dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ayat ini mencakup semua bentuk ibadah malam, baik shalat di awal malam (seperti antara Maghrib dan Isya) maupun di akhir malam (tahajud). Semua itu termasuk dalam makna "sedikit tidur di malam hari" dan "lambung jauh dari tempat tidur".

Yang penting dipahami: hadits ini menunjukkan bahwa shalat sunnah di antara Maghrib dan Isya adalah amalan yang sangat dianjurkan dan termasuk bagian dari qiyamul lail. Ini adalah waktu yang penuh berkah, di mana banyak sahabat memanfaatkannya untuk shalat, berdoa, dan membaca Al-Qur'an.

Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa shalat antara Maghrib dan Isya termasuk shalat sunnah yang dianjurkan, dan sebagian ulama menyebutnya sebagai "shalat al-awwabin" (shalat orang-orang yang kembali kepada Allah).

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Qatadah berkata: "Aku bertanya kepada Anas bin Malik tentang firman Allah 'Mereka sedikit tidur di malam hari', maka beliau menjawab: 'Mereka biasa shalat antara Maghrib dan Isya.'"

Ini menunjukkan betapa semangatnya para sahabat dalam memanfaatkan waktu antara Maghrib dan Isya. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu tersebut untuk hal yang sia-sia, tetapi mengisinya dengan shalat, dzikir, dan tilawah Al-Qur'an. Waktu ini adalah waktu yang sering dilalaikan oleh kebanyakan orang, padahal di dalamnya terdapat keutamaan yang besar.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyak shalat sunnah antara Maghrib dan Isya, meskipun hanya dua rakaat. Ini termasuk amalan yang dicontohkan para sahabat dan ditafsirkan sebagai makna "sedikit tidur di malam hari".
  2. Jangan remehkan waktu antara Maghrib dan Isya. Isi dengan ibadah, bukan hanya dengan obrolan atau aktivitas yang kurang bermanfaat.
  3. Niatkan shalat sunnah ini sebagai bagian dari qiyamul lail, agar kita termasuk orang-orang yang disebut dalam ayat "lambung mereka jauh dari tempat tidur".
  4. Konsistenlah meskipun sedikit, karena amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus dilakukan, walaupun sedikit.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.