Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan kebiasaan shalat malam Nabi ﷺ yang sangat dini, yaitu beliau bangun dan shalat ketika mendengar ayam berkokok. Ini menunjukkan semangat beliau dalam qiyamul lail dan betapa ringannya tidur beliau karena kesibukan ibadah dan dakwah. Hadits ini juga menjadi dalil bahwa waktu menjelang fajar adalah waktu yang penuh berkah untuk shalat malam.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud, Kitab Shalat Sunnah, Bab Waktu Shalat Nabi ﷺ di Malam Hari, nomor 1317, dari jalur Masruq dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى، حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، ح وَحَدَّثَنَا هَنَّادٌ، عَنْ أَبِي الأَحْوَصِ، - وَهَذَا حَدِيثُ إِبْرَاهِيمَ - عَنْ أَشْعَثَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَسْرُوقٍ، قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ - رضى الله عنها - عَنْ صَلاَةِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَقُلْتُ لَهَا أَىُّ حِينٍ كَانَ يُصَلِّي قَالَتْ كَانَ إِذَا سَمِعَ الصُّرَاخَ قَامَ فَصَلَّى
Terjemahan: Masruq berkata: "Saya bertanya kepada 'Aisyah tentang shalat Rasulullah ﷺ, dan saya bertanya kepadanya: Kapan beliau shalat di malam hari? Dia berkata: Ketika beliau mendengar ayam berkokok, beliau bangkit dan shalat."
Dalil Al-Qur'an yang relevan tentang qiyamul lail:
QS. Al-Muzzammil [73]: 1-4
يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا نِّصْفَهُ أَوِ انقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
Terjemahan: "Wahai orang yang berselimut, bangunlah pada malam hari, kecuali sedikit, yaitu setengahnya atau kurang sedikit, atau lebih dari itu, dan bacalah Al-Qur'an dengan tartil."
QS. Al-Isra' [17]: 79
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
Terjemahan: "Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."
Penjelasan Rinci
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ bangun untuk shalat malam ketika mendengar ayam berkokok. Para ulama menjelaskan bahwa ayam berkokok biasanya terjadi pada waktu sahur, yaitu menjelang fajar. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sering shalat malam di waktu tersebut, yang merupakan waktu paling utama untuk qiyamul lail.
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa waktu sahur adalah waktu yang penuh berkah dan doa di waktu itu sangat mustajab. Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan ringannya tidur Nabi ﷺ dan kesiapan beliau untuk bangun shalat kapan saja, terutama di waktu yang penuh berkah.
Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memiliki kebiasaan shalat malam yang panjang, dan beliau bangun ketika mendengar ayam berkokok karena itu adalah tanda masuknya waktu sahur. Beliau juga menyebutkan bahwa Nabi ﷺ terkadang tidur lebih awal dan bangun di pertengahan malam, terkadang tidur setelah shalat Isya dan bangun di akhir malam.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa qiyamul lail adalah ibadah yang sangat dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan, terutama di waktu sahur. Beliau juga menekankan bahwa shalat malam adalah salah satu ciri orang-orang shalih.
Hadits ini juga menunjukkan bahwa 'Aisyah radhiyallahu 'anha sangat memperhatikan ibadah Nabi ﷺ dan meriwayatkan detail-detail penting tentang kehidupan beliau, sehingga umat Islam dapat meneladani beliau.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Masruq bin al-Ajda' adalah salah satu tabi'in yang sangat tekun dalam ibadah dan ilmu. Beliau sering bertanya kepada 'Aisyah radhiyallahu 'anha tentang ibadah Nabi ﷺ untuk dapat meneladani beliau. Dalam suatu kesempatan, Masruq bertanya tentang waktu shalat malam Nabi ﷺ, dan 'Aisyah menjawab dengan jawaban yang sangat detail dan jelas, menunjukkan betapa beliau memperhatikan setiap gerak-gerik Nabi ﷺ.
Ibn Rajab al-Hanbali dalam Lathaif al-Ma'arif menyebutkan bahwa para salafus shalih sangat bersemangat dalam qiyamul lail, dan mereka sering bangun di waktu sahur untuk shalat dan berdoa. Mereka memahami bahwa waktu sahur adalah waktu yang paling dekat dengan Allah dan doa di waktu itu sangat mustajab.
Kesimpulan Praktis
- Hendaknya kita meneladani Nabi ﷺ dalam semangat qiyamul lail, terutama di waktu sahur.
- Waktu menjelang fajar adalah waktu yang penuh berkah untuk shalat malam dan berdoa.
- Hendaknya kita ringan tidur dan siap bangun untuk shalat malam, terutama di waktu sahur.
- Kita harus memperhatikan detail ibadah Nabi ﷺ sebagaimana yang dilakukan oleh 'Aisyah radhiyallahu 'anha dan para salafus shalih.
- Qiyamul lail adalah salah satu ciri orang-orang shalih dan memiliki banyak keutamaan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.