Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan bahwa setiap hari kita wajib bersedekah untuk setiap ruas tulang (persendian) tubuh kita. Namun, Allah yang Maha Pemurah memberikan kemudahan, yaitu dua rakaat shalat Dhuha sudah bisa mencukupi kewajiban sedekah tersebut. Ini menunjukkan betapa besarnya rahmat dan kemudahan dari Allah bagi hamba-Nya.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
QS. Al-Baqarah [2]: 286
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
Ayat ini menjadi landasan bahwa setiap kewajiban yang Allah tetapkan pasti ada kemudahan dan tidak memberatkan hamba-Nya.
Hadits:
Hadits yang dimaksud adalah riwayat Abu Dawud nomor 1286 dari sahabat Abu Dzar radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 720) dari jalur lain, yang menunjukkan keshahihannya.
Kaitan dengan Ulama:
- Imam an-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim) menjelaskan bahwa "sulaama" (سُلاَمَى) adalah tulang-tulang kecil yang ada di jari-jari tangan dan kaki, dan secara umum dimaknai sebagai seluruh persendian tubuh yang berjumlah 360 ruas.
- Ibnu Hajar al-Asqalani (dalam Fath al-Bari) menegaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan shalat Dhuha yang sangat besar, karena bisa menggantikan sedekah yang seharusnya dikeluarkan untuk setiap ruas tulang.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung pelajaran yang sangat dalam tentang syukur dan kemudahan dalam Islam.
1. Makna "Setiap Ruas Tulang Wajib Bersedekah"
Para ulama, seperti Imam an-Nawawi, menjelaskan bahwa setiap pagi, setiap ruas tulang (persendian) kita wajib mengeluarkan sedekah sebagai bentuk syukur kepada Allah atas nikmat kesehatan dan kekuatan. Ini bukanlah sedekah harta, melainkan sedekah dalam bentuk amal kebaikan. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa sedekah ini bisa berupa:
- Setiap shalat (fardhu maupun sunnah) adalah sedekah.
- Puasa adalah sedekah.
- Haji adalah sedekah.
- Tasbih (Subhanallah), takbir (Allahu Akbar), tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah.
- Bahkan senyum kepada saudara, menyingkirkan duri dari jalan, dan membantu orang lain juga termasuk sedekah.
2. Kemudahan dengan Dua Rakaat Dhuha
Setelah menyebutkan berbagai amal shalih, Rasulullah ﷺ kemudian bersabda, "Dua raka'at yang seseorang lakukan di waktu Dhuha sudah cukup untuk itu." Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin) menjelaskan bahwa ini adalah bentuk kemudahan yang luar biasa. Shalat Dhuha yang ringan (hanya dua rakaat) sudah bisa menggantikan sedekah untuk 360 ruas tulang. Ini menunjukkan bahwa shalat Dhuha memiliki keutamaan yang sangat besar dan pahala yang berlipat ganda.
3. Hikmah di Baliknya
Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah (dalam Zad al-Ma'ad) menjelaskan bahwa shalat Dhuha adalah amalan yang menggabungkan sedekah untuk seluruh anggota tubuh. Karena dalam shalat, seluruh anggota badan ikut bergerak dan beribadah, mulai dari lisan (bacaan), hati (khusyuk), hingga anggota badan (gerakan ruku', sujud, dll). Maka, shalat Dhuha menjadi sedekah yang sempurna dan mencukupi.
Story Telling
Kisah Sahabat Abu Dzar radhiyallahu 'anhu
Abu Dzar radhiyallahu 'anhu adalah sahabat yang sangat zuhud dan mencintai ibadah. Suatu hari, beliau bertanya kepada Rasulullah ﷺ, "Wahai Rasulullah, ajarkan aku amalan yang bisa mendekatkanku kepada surga dan menjauhkanku dari neraka." Maka Rasulullah ﷺ pun mengajarkan banyak amalan, termasuk shalat Dhuha.
Dalam riwayat lain (Muslim), Abu Dzar meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Setiap pagi, setiap ruas tulang kalian harus bersedekah. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma'ruf nahi munkar adalah sedekah, dan dua rakaat Dhuha sudah mencukupi semua itu."
Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat antusias mencari amalan yang ringan namun berpahala besar. Mereka tidak ingin menyia-nyiakan waktu tanpa beramal. Shalat Dhuha menjadi salah satu amalan andalan mereka karena kemudahan dan keutamaannya.
Kesimpulan Praktis
- Jangan remehkan shalat Dhuha. Dua rakaat di waktu Dhuha memiliki pahala yang sangat besar, setara dengan sedekah untuk 360 ruas tulang.
- Perbanyak sedekah harian. Selain shalat Dhuha, biasakanlah untuk berdzikir (tasbih, tahmid, takbir), tersenyum, dan membantu orang lain sebagai bentuk sedekah.
- Bersyukur dengan anggota tubuh. Nikmat kesehatan dan anggota tubuh yang sempurna adalah anugerah besar. Maka, gunakanlah untuk beribadah dan kebaikan.
- Jadikan shalat Dhuha sebagai rutinitas. Waktu Dhuha adalah waktu yang diberkahi. Mulailah dengan dua rakaat, dan jika mampu, bisa ditambah hingga delapan atau dua belas rakaat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.