Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 126 tentang Tata cara wudhu lengkap dari Nabi Muhammad ﷺ

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu riwayat yang menjelaskan tata cara wudhu Nabi ﷺ secara rinci. Di dalamnya disebutkan bahwa beliau mencuci kedua telapak tangan tiga kali, berkumur dan istinsyâq (menghirup air ke hidung) sekali, mencuci wajah tiga kali, mencuci kedua tangan sampai siku tiga kali, mengusap kepala dua kali (dimulai dari belakang kepala lalu ke depan), mengusap kedua telinga luar dan dalam, serta mencuci kedua kaki tiga kali. Hadits ini menunjukkan bahwa tata cara wudhu Nabi ﷺ itu bervariasi, dan semua caranya sah serta memiliki dalil dari perbuatan beliau.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

QS. Al-Ma'idah [5]: 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan usaplah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai ke kedua mata kaki."

Hadits Terkait:

Hadits yang Anda sebutkan diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Thaharah, Bab Cara Wudhu Nabi ﷺ, no. 126, dari Ar-Rubayyi' binti Mu'awwidz bin 'Afra' radhiyallahu 'anha.

Kaitan dengan Ulama:

Hadits ini termasuk dalam pembahasan para ulama tentang shifat wudhu (tata cara wudhu) Nabi ﷺ. Imam Asy-Syafi'i dan para ulama lainnya membahasnya dalam kitab-kitab fiqih mereka. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh al-Arba'in an-Nawawiyah dan kitab-kitab fiqihnya menjelaskan bahwa tata cara wudhu Nabi ﷺ itu beragam, dan semua yang diriwayatkan dari beliau adalah sah dan boleh diamalkan.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu riwayat yang menjelaskan secara gamblang bagaimana Nabi ﷺ berwudhu. Mari kita bedah satu per satu:

  1. Mencuci kedua telapak tangan tiga kali. Ini adalah awal dari wudhu. Para ulama sepakat bahwa mencuci telapak tangan sebelum memulai wudhu adalah sunnah, terlebih lagi ketika bangun dari tidur malam, berdasarkan hadits lain yang memerintahkan hal tersebut karena tangan tidak diketahui ke mana ia bermalam.
  2. Berkumur dan istinsyâq (menghirup air ke hidung) sekali. Dalam riwayat ini, disebutkan bahwa beliau melakukannya sekali. Ini menunjukkan bahwa berkumur dan istinsyâq boleh dilakukan sekali, dua kali, atau tiga kali. Semua riwayat ini sah dan menunjukkan kelapangan dalam beribadah. Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Sifat Shalat an-Nabi menjelaskan bahwa Nabi ﷺ terkadang melakukan keduanya sekali, terkadang tiga kali.
  3. Mencuci wajah tiga kali. Ini sesuai dengan keumuman ayat Al-Qur'an dan merupakan kebiasaan Nabi ﷺ yang paling sering.
  4. Mencuci kedua tangan sampai siku tiga kali. Ini juga merupakan bentuk penyempurnaan wudhu.
  5. Mengusap kepala dua kali, dimulai dari belakang kepala lalu ke depan. Ini adalah salah satu cara mengusap kepala yang dicontohkan Nabi ﷺ. Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ memiliki beberapa cara mengusap kepala, dan semuanya sah. Cara ini (dari belakang ke depan) adalah salah satunya.
  6. Mengusap kedua telinga luar dan dalam. Ini menunjukkan bahwa telinga termasuk bagian yang diusap dalam wudhu. Para ulama menjelaskan bahwa telinga hukumnya mengikuti kepala, sehingga diusap bersamaan dengannya.
  7. Mencuci kedua kaki tiga kali. Ini juga merupakan bentuk penyempurnaan wudhu.

Pelajaran Penting:

Hadits ini mengajarkan kita bahwa ibadah dalam Islam itu wasithah (moderat) dan samhah (lapang). Ada banyak cara yang diajarkan Nabi ﷺ dalam berwudhu, dan semua caranya benar. Yang penting adalah memenuhi rukun wudhu (membasuh wajah, tangan, mengusap kepala, dan membasuh kaki) dan menyempurnakannya dengan sunnah-sunnahnya.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa perintah berwudhu dalam ayat di atas adalah perintah yang jelas dan terperinci, dan Nabi ﷺ telah menjelaskan tata caranya dengan perkataan dan perbuatan beliau.

Story Telling

Ar-Rubayyi' binti Mu'awwidz bin 'Afra' adalah seorang sahabat wanita dari kalangan Anshar. Beliau termasuk wanita yang mulia dan banyak meriwayatkan hadits. Dalam riwayat lain, beliau juga menceritakan bahwa beliau pernah melihat Nabi ﷺ berwudhu, lalu beliau mengusap kepalanya dari depan ke belakang dan dari belakang ke depan. Ini menunjukkan bahwa para sahabat, termasuk para wanita, sangat antusias untuk memperhatikan dan menghafal setiap gerakan Nabi ﷺ dalam beribadah, agar bisa mencontohnya dengan tepat.

Kisah ini menunjukkan betapa cintanya para sahabat kepada Nabi ﷺ dan betapa telitinya mereka dalam mengambil ilmu dari beliau. Mereka tidak hanya bertanya, tetapi juga memperhatikan dan meriwayatkan setiap detail perbuatan beliau untuk diajarkan kepada generasi setelahnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Wudhu memiliki tata cara yang beragam. Semua cara yang diajarkan Nabi ﷺ adalah benar dan sah. Kita boleh memilih salah satunya.
  2. Yang terpenting adalah memenuhi rukun wudhu yaitu membasuh wajah, membasuh kedua tangan sampai siku, mengusap kepala, dan membasuh kedua kaki sampai mata kaki.
  3. Sunnah-sunnah wudhu seperti mencuci telapak tangan, berkumur, istinsyâq, dan mengusap telinga, hendaknya kita jaga karena itu adalah kesempurnaan wudhu.
  4. Janganlah kita mempersempit apa yang Allah dan Rasul-Nya lapangkan. Janganlah kita menganggap cara wudhu orang lain salah selama masih sesuai dengan tuntunan syariat.
  5. Semangatlah untuk mempelajari tata cara ibadah Nabi ﷺ dari sumber-sumber yang shahih, sebagaimana para sahabat dan ulama terdahulu melakukannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.