Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 1256 tentang Bacaan surat pendek dalam shalat sunnah subuh

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ ketika mengerjakan shalat sunnah qabliyah Subuh (dua rakaat sebelum shalat Subuh) membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Ini adalah salah satu bentuk tuntunan Nabi ﷺ yang menunjukkan keutamaan dan keistimewaan dua surat tersebut, serta menjadi contoh bagi umat Islam dalam mengerjakan shalat sunnah tersebut.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ، حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ كَيْسَانَ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَرَأَ فِي رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ { قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ } وَ { قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ }

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu: "Bahwa Nabi ﷺ membaca dalam dua rakaat (sunnah) fajar (qabliyah Subuh): 'Qul yaa ayyuhal-kaafiruun' (Surat Al-Kafirun) dan 'Qul huwallahu ahad' (Surat Al-Ikhlas)." (HR. Abu Dawud no. 1256)

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Ayat yang dimaksud dalam hadits:

  1. QS. Al-Kafirun [109]: 1

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ

"Katakanlah (Muhammad), 'Wahai orang-orang kafir!'"

  1. QS. Al-Ikhlas [112]: 1

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

"Katakanlah (Muhammad), 'Dialah Allah, Yang Maha Esa.'"

Kaitan dengan ulama:

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa disunnahkan membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas dalam shalat sunnah qabliyah Subuh berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain yang semakna. Beliau juga menyebutkan bahwa para ulama mazhab Syafi'i sepakat tentang kesunnahan ini.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan salah satu petunjuk Nabi ﷺ dalam mengerjakan shalat sunnah qabliyah Subuh. Para ulama menjelaskan beberapa hikmah dan faedah dari bacaan dua surat ini:

1. Kandungan Tauhid yang Kuat

Imam Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memilih dua surat ini karena keduanya mengandung intisari tauhid. Surat Al-Kafirun berisi pembebasan diri dari kesyirikan dan peribadahan kepada selain Allah, sedangkan Surat Al-Ikhlas berisi penetapan keesaan Allah secara murni. Dengan membaca keduanya, seorang hamba mengawali harinya dengan pembaruan ikrar tauhid dan pembebasan diri dari segala bentuk kesyirikan.

2. Waktu yang Penuh Berkah

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa shalat sunnah qabliyah Subuh dilakukan di waktu yang sangat mulia, yaitu sebelum terbitnya matahari. Maka Nabi ﷺ mengajarkan untuk mengisinya dengan bacaan yang mengandung tauhid, agar seorang muslim memulai harinya dengan penguatan aqidah yang benar.

3. Ringan Namun Berpahala Besar

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa Nabi ﷺ bersabda tentang dua rakaat qabliyah Subuh: "Dua rakaat fajar itu lebih baik daripada dunia dan seisinya." (HR. Muslim). Ini menunjukkan betapa agungnya shalat sunnah ini, meskipun ringan dan singkat.

4. Perbedaan Pendapat Ulama tentang Hukumnya

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum membaca surat tertentu dalam shalat sunnah:

  • Jumhur ulama (mayoritas) dari kalangan mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hambali berpendapat bahwa membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas dalam shalat qabliyah Subuh adalah sunnah (dianjurkan), bukan kewajiban. Jika seseorang membaca surat lain, shalatnya tetap sah.
  • Imam Abu Hanifah dan para pengikutnya berpendapat bahwa tidak ada ketentuan khusus surat yang dibaca dalam shalat sunnah qabliyah Subuh, namun membaca dua surat ini tetap baik karena sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ.

Syaikh Al-Albani dalam Irwa' al-Ghalil menegaskan bahwa hadits ini shahih dan menunjukkan kesunnahan membaca dua surat tersebut, namun tidak menunjukkan kewajiban.

5. Hikmah Lainnya

Imam Ibn Rajab Al-Hanbali dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa pengulangan Nabi ﷺ membaca dua surat ini dalam berbagai shalat sunnah menunjukkan pentingnya makna yang terkandung di dalamnya, yaitu pemurnian ibadah hanya untuk Allah dan penetapan keesaan-Nya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa seorang sahabat bertanya kepada Nabi ﷺ tentang surat Al-Ikhlas. Beliau bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya surat ini sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an." (HR. Al-Bukhari dari Abu Sa'id Al-Khudri).

Kemudian tentang surat Al-Kafirun, para ulama menyebutkan bahwa surat ini adalah pembebasan diri dari kesyirikan. Imam Ibnul Qayyim menceritakan bahwa ketika seorang hamba membaca surat ini, ia seakan-akan berkata kepada seluruh makhluk: "Aku tidak menyembah apa yang kalian sembah, dan kalian tidak menyembah apa yang aku sembah. Bagiku agamaku, dan bagimu agamamu."

Maka ketika Nabi ﷺ menggabungkan kedua surat ini dalam shalat qabliyah Subuh, seakan-akan beliau mengajarkan umatnya untuk memulai hari dengan dua kalimat syahadat yang hakiki: menetapkan keesaan Allah (Al-Ikhlas) dan berlepas diri dari segala sesembahan selain Allah (Al-Kafirun). Inilah hakikat Islam yang sempurna.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersungguh-sungguh menjaga shalat sunnah qabliyah Subuh, karena keutamaannya lebih baik daripada dunia dan seisinya.
  2. Disunnahkan membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua dalam shalat qabliyah Subuh, sebagaimana contoh Nabi ﷺ.
  3. Jika membaca surat lain, shalat tetap sah karena bacaan surat tertentu hukumnya sunnah, bukan kewajiban.
  4. Renungkan makna kedua surat tersebut saat membacanya, agar hati kita benar-benar menghayati tauhid dan berlepas diri dari kesyirikan.
  5. Jadikan shalat sunnah ini sebagai pembuka hari yang penuh dengan penguatan iman dan ketauhidan kepada Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?