Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 124 tentang Cara wudhu Nabi: usap kepala depan ke belakang

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan salah satu cara wudhu Nabi ﷺ dalam mengusap kepala, yaitu dengan mengambil air segar khusus untuk kepala, menuangkannya ke tengah kepala, lalu mengusap dari depan ke belakang dan kembali ke depan. Ini menunjukkan bahwa mengusap kepala dalam wudhu tidak harus selalu dengan sisa air dari membasuh tangan, tetapi boleh mengambil air baru. Hadits ini juga mengajarkan bahwa kita boleh mengajarkan tata cara ibadah dengan praktik langsung di hadapan orang banyak, sebagaimana yang dilakukan Mu'awiyah radhiyallahu 'anhu.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud:

Teks Arab hadits di atas diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Ath-Thaharah, Bab Sifat Wudhu Nabi ﷺ, no. 124. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan lainnya. Para ulama berbeda pendapat tentang keshahihan sanadnya, namun Imam Abu Dawud meriwayatkannya dalam bab yang menjelaskan sifat wudhu Nabi ﷺ.

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

Allah ﷻ berfirman:

ا يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِ

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan usaplah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai ke kedua mata kaki." (QS. Al-Ma'idah [5]: 6)

Ayat ini memerintahkan mengusap kepala, namun tidak merinci caranya. Maka hadits-hadits Nabi ﷺ menjelaskan tata caranya.

Kaitan dengan Ulama:

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Zaad al-Ma'aad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memiliki beberapa cara dalam mengusap kepala, dan salah satunya adalah mengusap dari depan ke belakang lalu kembali ke depan. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani juga membahas hadits ini dalam Irwa' al-Ghalil dan menjelaskan statusnya.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa dalam mengusap kepala ketika wudhu, terdapat beberapa cara yang diajarkan Nabi ﷺ:

  1. Mengusap seluruh kepala - Yaitu meletakkan kedua tangan di depan kepala lalu menariknya ke belakang hingga tengkuk, kemudian mengembalikannya ke depan. Ini berdasarkan hadits Abdullah bin Zaid radhiyallahu 'anhu.
  2. Mengusap sebagian kepala - Ini berdasarkan hadits Al-Mughirah bin Syu'bah bahwa Nabi ﷺ mengusap bagian depan kepala dan imamah (sorban)-nya.
  3. Cara yang disebutkan dalam hadits Mu'awiyah ini - Yaitu mengambil air khusus untuk kepala, menuangkannya ke tengah kepala, lalu mengusap dari depan ke belakang dan dari belakang ke depan.

Imam Ibn Qayyim dalam Zaad al-Ma'aad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ terkadang mengusap kepala dengan cara yang berbeda-beda, dan semuanya boleh diamalkan. Namun yang paling utama adalah mengusap seluruh kepala karena itulah yang paling sering dilakukan Nabi ﷺ.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Mumti' menjelaskan bahwa mengusap kepala itu cukup dengan mengusap seluruh kepala sekali, dan cara yang dicontohkan dalam hadits Mu'awiyah ini adalah salah satu bentuk kesempurnaan.

Adapun tentang mengambil air baru untuk kepala, para ulama menjelaskan bahwa ini dibolehkan. Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm menyebutkan bahwa mengambil air baru untuk mengusap kepala adalah hal yang baik, meskipun mengusap dengan sisa air dari membasuh tangan juga dibolehkan.

Yang menarik dari hadits ini adalah praktik Mu'awiyah radhiyallahu 'anhu yang sengaja berwudhu di hadapan orang banyak untuk mengajarkan tata cara wudhu Nabi ﷺ. Ini menunjukkan bahwa mengajarkan ibadah dengan praktik langsung adalah metode yang dicontohkan para sahabat.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Mu'awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang banyak meriwayatkan hadits tentang tata cara ibadah. Suatu ketika, ia ingin mengajarkan kepada orang-orang bagaimana cara wudhu Nabi ﷺ yang sebenarnya. Maka ia pun berwudhu di hadapan mereka dengan sengaja memperagakan setiap gerakannya dengan perlahan dan jelas.

Ketika sampai pada bagian mengusap kepala, ia mengambil segenggam air baru, menuangkannya ke tengah kepalanya dengan tangan kiri, hingga air itu mengalir atau hampir mengalir. Kemudian ia mengusap dari depan ke belakang dan dari belakang ke depan. Semua itu ia lakukan agar orang-orang yang melihat dapat meniru dengan tepat.

Peristiwa ini menunjukkan kecintaan para sahabat dalam menjaga sunnah Nabi ﷺ dan semangat mereka untuk menyampaikannya kepada generasi setelahnya. Mereka tidak merasa berat untuk memperagakan ibadah di depan umum demi kebaikan umat.

Kesimpulan Praktis

  1. Mengusap kepala adalah bagian dari wudhu yang diperintahkan Allah dalam Al-Qur'an dan dicontohkan Rasulullah ﷺ.
  2. Boleh mengambil air baru khusus untuk mengusap kepala, tidak harus menggunakan sisa air basuhan tangan.
  3. Cara mengusap kepala bisa dari depan ke belakang lalu kembali ke depan, atau langsung mengusap seluruh kepala - semua cara ini memiliki dalil dari hadits-hadits shahih.
  4. Mengajarkan ibadah dengan praktik langsung adalah metode yang dicontohkan para sahabat dan baik untuk diterapkan dalam pendidikan.
  5. Yang terpenting dalam ibadah adalah mengikuti contoh Nabi ﷺ dengan benar, bukan berlebihan atau mengurangi dari yang dicontohkan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?