Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits riwayat Abu Dawud no. 1175 ini menunjukkan bahwa ketika Nabi ﷺ memohon hujan (istisqa'), beliau mengangkat kedua tangan beliau sejajar dengan wajah, lalu berdoa: "Allahumma asqina" (Ya Allah, berilah kami air). Ini menjadi dalil disyariatkannya mengangkat tangan dalam doa istisqa', dan para ulama Ahlus Sunnah menjadikannya sebagai sunnah yang tetap.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits utama (Abu Dawud no. 1175):
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya sejajar dengan wajahnya lalu berdoa:
اللَّهُمَّ اسْقِنَا
"Ya Allah, berilah kami air (hujan)."
(HR. Abu Dawud, Kitab al-Istisqa', Bab Raf'ul Yadain fil Istisqa')
Ayat yang menjadi landasan doa dan tawakal kepada Allah:
QS. Al-Baqarah [2]: 186
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka mendapat petunjuk."
Kaitan dengan ulama daftar:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa mengangkat tangan dalam istisqa' adalah sunnah yang disepakati, dan beliau menyebutkan bahwa Nabi ﷺ mengangkat tangan hingga terlihat putih ketiaknya dalam riwayat lain.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa mengangkat tangan saat istisqa' lebih ditekankan daripada doa-doa lain, karena ada riwayat khusus tentang hal ini.
- Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan tata cara istisqa' Nabi ﷺ, termasuk mengangkat tangan dan menghadap kiblat.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, dari jalur Al-Layts bin Sa'd (salah satu ulama dalam daftar) dari Sa'id al-Maqburi dari Syarik bin Abdillah bin Abi Namir dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.
Makna "mengangkat kedua tangan sejajar wajah":
Para ulama memahami bahwa Nabi ﷺ mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan wajah beliau saat berdoa memohon hujan. Ini menunjukkan kesungguhan, kerendahan diri, dan pengharapan penuh kepada Allah.
Pemahaman ulama daftar:
- Imam an-Nawawi (dalam al-Minhaj Syarh Shahih Muslim) menjelaskan bahwa mengangkat tangan adalah adab doa yang dianjurkan, dan dalam istisqa' lebih ditekankan lagi karena kebutuhan mendesak.
- Ibnu Hajar al-Asqalani (dalam Fathul Bari) menyebutkan bahwa dalam beberapa riwayat, Nabi ﷺ mengangkat tangan hingga terlihat putih ketiaknya — menunjukkan betapa tinggi beliau mengangkat tangan. Beliau juga menyebutkan bahwa mengangkat tangan saat istisqa' adalah ijma' (kesepakatan) para ulama.
- Ibnu Qayyim al-Jawziyyah (dalam Zadul Ma'ad) merinci bahwa di antara sunnah istisqa' adalah: keluar ke tanah lapang, berpakaian sederhana, menghadap kiblat, berdoa dengan mengangkat tangan, dan memohon dengan penuh kerendahan.
- Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di menjelaskan bahwa doa adalah inti ibadah, dan mengangkat tangan adalah bentuk penghambaan serta pengagungan kepada Allah yang Maha Pemberi rezeki, termasuk hujan.
Perbedaan pendapat:
Sebagian ulama berbeda pendapat tentang posisi tangan saat istisqa' — apakah sejajar wajah, atau lebih tinggi. Namun riwayat ini menunjukkan sejajar wajah, dan riwayat lain menunjukkan lebih tinggi. Ibnu Hajar mengompromikan bahwa keduanya bisa terjadi pada waktu yang berbeda, dan yang paling kuat adalah mengangkat tangan setinggi mungkin saat berdoa dengan sungguh-sungguh, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih lainnya.
Story Telling
Dikisahkan bahwa pada suatu ketika, kaum Muslimin di Madinah mengalami kekeringan panjang. Tanah menjadi tandus, sumur-sumur mengering, dan manusia serta hewan mulai kesulitan air. Mereka mengadu kepada Rasulullah ﷺ.
Maka Nabi ﷺ pun keluar bersama para sahabat ke tanah lapang. Beliau mengenakan pakaian sederhana, penuh kerendahan di hadapan Allah. Beliau menghadap kiblat, lalu mengangkat kedua tangan beliau sejajar dengan wajah, dan dengan suara penuh harap beliau berdoa:
اللَّهُمَّ اسْقِنَا
"Ya Allah, berilah kami air."
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu — yang meriwayatkan hadits ini — menyaksikan sendiri bagaimana Nabi ﷺ memohon dengan penuh tawadhu'. Tidak lama kemudian, langit mendung, awan tebal datang, dan hujan pun turun membasahi bumi Madinah. Ini adalah salah satu mukjizat dan bukti kenabian beliau ﷺ, serta bukti bahwa Allah mengabulkan doa hamba-Nya yang berdoa dengan ikhlas dan penuh kerendahan.
Hikmah: Doa adalah senjata orang beriman. Ketika kita merasa lemah dan tidak berdaya, mengangkat tangan kepada Allah adalah bukti bahwa kita menyadari bahwa segala sesuatu hanya datang dari-Nya.
Kesimpulan Praktis
- Disyariatkan mengangkat tangan saat berdoa istisqa' (memohon hujan), sebagaimana dicontohkan Nabi ﷺ.
- Doa istisqa' yang diajarkan dalam hadits ini: "Allahumma asqina" — Ya Allah, berilah kami air.
- Adab berdoa: dengan penuh kerendahan, menghadap kiblat, dan mengangkat tangan sebagai tanda pengharapan kepada Allah.
- Istisqa' dilakukan saat kekeringan dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar ritual.
- Hendaknya kita memperbanyak istighfar saat kekeringan, karena dosa adalah sebab tertahannya hujan, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an (QS. Nuh [71]: 10-12) dan dijelaskan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.