Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 1170 tentang Bab Mengangkat Tangan dalam Istisqa

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ hanya mengangkat tangan dengan sangat tinggi saat berdoa meminta hujan (istisqa). Hal ini berbeda dengan doa-doa lainnya yang beliau lakukan tanpa mengangkat tangan secara mencolok. Para ulama memahami bahwa mengangkat tangan hingga terlihat putih ketiak adalah sunnah khusus dalam istisqa sebagai bentuk penghambaan dan kesungguhan memohon rahmat Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud (no. 1170):

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ tidak biasa mengangkat kedua tangannya dalam doa kecuali dalam doa istisqa. Beliau mengangkatnya hingga terlihat putihnya ketiak beliau.

(Teks Arab hadits sebagaimana tercantum di atas, telah diriwayatkan pula oleh al-Bukhari no. 1031 dan Muslim no. 895 dari jalur Qatadah dari Anas)

Ayat Al-Qur’an terkait (doa memohon hujan):

Allah berfirman:

وَهُوَ ٱلَّذِى يُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ مِنۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوا۟ وَيَنشُرُ رَحْمَتَهُۥ ۚ وَهُوَ ٱلْوَلِىُّ ٱلْحَمِيدُ

QS. Asy-Syura [42]: 28

"Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Maha Pelindung lagi Maha Terpuji."

Ayat ini mengingatkan bahwa hujan adalah rahmat Allah yang dimohon dengan penuh harap dan tadharru’.

Penjelasan Ulama:

  • Imam an-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim, 6/189) menegaskan bahwa hadits ini menunjukkan disyariatkannya mengangkat tangan dalam doa istisqa dan berbeda dengan doa lainnya. Beliau juga menyebut bahwa mengangkat tangan hingga terlihat ketiak adalah bentuk tadharru’ (merendahkan diri) yang paling sempurna.
  • Ibnu Hajar al-‘Asqalani (dalam Fathul Bari, 2/489) mengutip perkataan Ibn al-Mubarak dan Imam Ahmad bahwa mengangkat tangan dalam istisqa lebih tinggi daripada doa biasa, karena besarnya kebutuhan dan harapan kepada Allah.
  • Qatadah (sebagai perawi dari Anas) adalah seorang tabi’in besar yang dikenal sangat teliti dalam meriwayatkan sunnah. Beliau memahami bahwa kebiasaan Nabi ﷺ dalam doa selain istisqa adalah tidak mengangkat tangan secara berlebihan.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki dua poin utama:

  1. Larangan mengangkat tangan secara berlebihan dalam doa biasa.

Banyak dalil lain menunjukkan bahwa Nabi ﷺ kadang mengangkat tangan dalam doa, tetapi tidak setinggi dalam istisqa. Misalnya dalam doa qunut, beliau mengangkat tangan sesuai dada. Namun dalam istisqa, beliau mengangkatnya sampai terlihat putihnya ketiak – sebuah isyarat tadharru’ yang maksimal.

  1. Keistimewaan doa istisqa.

Doa minta hujan adalah doa yang sangat khusyuk, karena terkait dengan kebutuhan hidup seluruh makhluk. Oleh karena itu, disunnahkan mengangkat tangan dengan tinggi, membalikkan telapak tangan ke atas (menghadap langit), dan membalikkan punggung tangan ke arah wajah setelah selesai (sebagaimana riwayat lain).

Para ulama dari kalangan salaf, seperti al-Hasan al-Bashri dan Sufyan ats-Tsauri, juga mengamalkan hal ini. Mereka melihat bahwa mengangkat tangan dengan sungguh-sungguh adalah bentuk ikhbat (ketundukan) kepada Allah. Imam asy-Syafi’i dalam al-Umm menyebutkan bahwa imam dan makmum hendaknya mengangkat tangan ketika berdoa istisqa.

Perlu dicatat bahwa sebagian ulama (seperti Abu Hanifah) berpendapat bahwa mengangkat tangan dalam doa istisqa tidak sampai setinggi itu, namun hadits shahih ini mendahulukan amalan Nabi ﷺ. Maka pendapat yang kuat adalah mengikuti sunnah yang jelas ini.

Story Telling

Suatu ketika, di masa hidup Nabi ﷺ, terjadi kekeringan panjang. Orang-orang datang mengadukan paceklik kepada beliau. Maka Rasulullah ﷺ naik ke mimbar, berkhutbah, lalu berdoa dengan mengangkat kedua tangannya – disebutkan oleh Anas: “Aku melihat putihnya ketiak beliau ketika berdoa meminta hujan.” Seketika itu juga langit mendung dan turun hujan deras. (HR. al-Bukhari no. 1030).

Hikmahnya: Doa yang penuh pengharapan dan merendahkan diri di hadapan Allah akan lebih cepat dikabulkan. Mengangkat tangan dengan tinggi adalah simbol bahwa kita benar-benar butuh rahmat-Nya.

Kesimpulan Praktis

  • Ketika shalat istisqa atau berdoa meminta hujan, sunnah mengangkat kedua tangan hingga setinggi bahu atau lebih, sampai terlihat pangkal lengan/ketiak (bagi yang berihram tidak membuka aurat, cukup diangkat tinggi).
  • Doa biasa (selain istisqa) tidak perlu diangkat terlalu tinggi; cukup sebatas dada atau sesuai tuntunan.
  • Perbanyaklah doa tadharru’ (merendah) ketika musim kemarau, karena Allah Maha Mendengar lagi Maha Menurunkan hujan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi