Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 115 tentang Tata cara wudhu Nabi: cuci tiga kali, usap kepala sekali

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan tata cara wudhu Nabi ﷺ yang dicontohkan oleh sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, yaitu mencuci wajah dan kedua tangan sampai siku masing-masing tiga kali, serta mengusap kepala satu kali. Hadits ini menunjukkan bahwa mengusap kepala dalam wudhu cukup dilakukan satu kali, dan ini adalah salah satu bentuk kesempurnaan wudhu yang diajarkan oleh Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud No. 115:

Teks Arab hadits (sesuai yang Anda berikan):

> حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ الطُّوسِيُّ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، حَدَّثَنَا فِطْرٌ، عَنْ أَبِي فَرْوَةَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، قَالَ رَأَيْتُ عَلِيًّا - رضى الله عنه - تَوَضَّأَ فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثًا وَغَسَلَ ذِرَاعَيْهِ ثَلاَثًا وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَاحِدَةً ثُمَّ قَالَ هَكَذَا تَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ

Makna ringkas: Abdurrahman bin Abi Laila melihat Ali bin Abi Thalib berwudhu dengan mencuci wajah tiga kali, kedua tangan tiga kali, dan mengusap kepala satu kali, lalu Ali berkata bahwa demikianlah wudhu Rasulullah ﷺ.

Dalil Al-Qur'an yang terkait:

Allah Ta'ala berfirman dalam QS. Al-Ma'idah [5]: 6:

> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan usaplah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai ke kedua mata kaki."

Ayat ini menunjukkan perintah membasuh wajah dan tangan, mengusap kepala, serta membasuh kaki. Hadits di atas menjelaskan praktik nyata dari perintah tersebut.

Kaitan dengan ulama:

Imam Abu Dawud as-Sijistani (w. 275 H) memuat hadits ini dalam kitab Sunan-nya pada bab sifat wudhu Nabi ﷺ. Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah, seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan ulama lainnya, menjadikan hadits-hadits semacam ini sebagai penjelasan praktis dari ayat wudhu.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu dari sekian banyak hadits yang menggambarkan tata cara wudhu Nabi ﷺ secara terperinci. Dalam hadits ini, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu memperagakan wudhu di hadapan Abdurrahman bin Abi Laila, lalu menegaskan bahwa itulah wudhu Rasulullah ﷺ.

Beberapa poin penting dari hadits ini:

1. Mencuci wajah tiga kali

Para ulama sepakat bahwa membasuh wajah hukumnya wajib dalam wudhu, berdasarkan firman Allah dalam QS. Al-Ma'idah [5]: 6. Adapun jumlah basuhan, yang wajib adalah satu kali basuhan yang merata, sedangkan tiga kali adalah sunnah dan merupakan kesempurnaan. Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa membasuh tiga kali adalah sunnah, bukan kewajiban. Ini berdasarkan hadits-hadits lain yang menunjukkan Nabi ﷺ kadang berwudhu satu kali-satu kali, kadang dua kali-dua kali, dan kadang tiga kali-tiga kali.

2. Mencuci kedua tangan sampai siku tiga kali

Sama seperti wajah, membasuh kedua tangan sampai siku adalah wajib. Adapun tiga kali adalah sunnah. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ terkadang berwudhu dengan satu kali basuhan, terkadang dua kali, dan terkadang tiga kali, untuk menunjukkan bahwa semua itu boleh dan sah.

3. Mengusap kepala satu kali

Ini adalah poin yang sangat penting dalam hadits ini. Ali bin Abi Thalib mengusap kepalanya satu kali, dan ini adalah praktik yang paling sering dilakukan oleh Nabi ﷺ. Para ulama berbeda pendapat tentang apakah mengusap kepala cukup satu kali atau tiga kali:

  • Jumhur ulama (mayoritas), termasuk Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Asy-Syafi'i, dan Imam Ahmad dalam pendapat yang masyhur, berpendapat bahwa mengusap kepala cukup satu kali. Ini berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain yang semakna.
  • Sebagian ulama berpendapat bahwa mengusap kepala tiga kali sebagaimana membasuh anggota lain, namun pendapat ini lemah karena tidak didukung oleh dalil yang kuat.

Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang wudhu Nabi ﷺ menunjukkan bahwa beliau mengusap kepalanya satu kali, dan ini adalah pendapat yang lebih kuat.

4. Pelajaran tentang menyempurnakan wudhu

Hadits ini juga mengajarkan bahwa wudhu harus dilakukan secara tertib dan berurutan, serta menyempurnakan setiap anggota wudhu. Ali bin Abi Thalib memperagakan wudhu secara lengkap di hadapan muridnya agar ia bisa meniru persis seperti yang dilakukan Nabi ﷺ.

5. Keutamaan mengajarkan ibadah secara praktik

Ali bin Abi Thalib tidak hanya berkata, tetapi ia langsung mempraktikkan wudhu di hadapan Abdurrahman bin Abi Laila. Ini menunjukkan metode pengajaran yang efektif, yaitu dengan contoh langsung. Para ulama salaf sering menggunakan metode ini untuk mengajarkan ibadah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu pernah berwudhu di hadapan para sahabat, lalu berkata: "Aku melihat Rasulullah ﷺ berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian beliau bersabda: 'Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian shalat dua rakaat dengan tidak berkata-kata (sia-sia) di dalamnya, maka diampuni dosanya yang telah lalu.'" (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat sangat bersemangat untuk mencontohkan ibadah Nabi ﷺ secara langsung kepada generasi setelah mereka. Mereka tidak hanya menyampaikan perkataan, tetapi juga memperagakan amalan. Ini adalah warisan terbaik dari para salafus shalih.

Kesimpulan Praktis

  1. Membasuh wajah dan kedua tangan sampai siku hukumnya wajib, dan menyempurnakannya dengan tiga kali basuhan adalah sunnah.
  2. Mengusap kepala cukup satu kali, dan ini adalah praktik yang paling utama berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lainnya.
  3. Wudhu harus dilakukan secara tertib dan berurutan sesuai contoh Nabi ﷺ.
  4. Belajar ibadah dengan melihat praktik langsung adalah metode terbaik, sebagaimana para sahabat mengajarkan kepada murid-muridnya.
  5. Niatkan wudhu karena Allah dan harapkan ampunan dosa, sebagaimana disebutkan dalam hadits Utsman bin Affan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?