Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritkan bahwa pada hari Id, setelah Nabi ﷺ berkhutbah, beliau memerintahkan kaum wanita untuk bersedekah. Mereka pun langsung menyerahkan anting dan cincin mereka, dan Bilal mengumpulkannya untuk dibagikan kepada fakir miskin kaum Muslimin. Intinya: khutbah Id disertai nasihat, dan sedekah sangat dianjurkan—terutama bagi wanita—serta amanah dalam mengelola harta sedekah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud (Sunan Abu Dawud, Kitab Shalat, Bab Khutbah pada Hari Id, no. 1144), dari jalur Muhammad bin Ubaid → Hammad bin Zaid → Ayyub → Atha' bin Abi Rabah → Ibnu Abbas رضي الله عنهما. Hadits ini merupakan potongan (syahid) dari hadits panjang tentang shalat Id, yang juga diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dengan makna serupa.
Dalil Al-Qur'an tentang perintah sedekah dan nasihat:
QS. Al-Mujadilah [58]: 13
وَلِمَاذَا لَا يَأْتِيَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Catatan: Ayat di atas tidak tepat untuk konteks ini; ayat yang lebih relevan adalah perintah infak dan nasihat. Untuk menghindari kekeliruan nash, saya cukupkan rujukan ayat secara umum:
QS. Al-Baqarah [2]: 261
مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Terjemahan: Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.
QS. At-Taubah [9]: 103
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Terjemahan: Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menunjukkan beberapa hal penting:
- Khutbah Id dan nasihat kepada wanita. Dalam hadits panjangnya (riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas), Nabi ﷺ setelah shalat Id berkhutbah, lalu mendatangi kaum wanita dan menasihati mereka, khususnya agar memperbanyak sedekah. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memberi perhatian khusus kepada wanita karena mereka lebih rentan terhadap kelalaian dalam ibadah dan lebih banyak terlibat dalam urusan rumah tangga, sehingga perlu diingatkan.
- Sedekah dengan perhiasan. Para wanita langsung menyerahkan anting dan cincin mereka. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa ini menunjukkan bolehnya bersedekah dengan perhiasan yang dipakai, dan menunjukkan kesiapan para sahabat wanita dalam berinfak meskipun harta mereka sedikit.
- Amanah Bilal dalam mengumpulkan sedekah. Bilal mengumpulkan dalam pakaiannya (sebagai wadah), lalu Nabi ﷺ membagikannya kepada fakir miskin. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini menunjukkan bolehnya seorang petugas (amil) mengumpulkan sedekah untuk kemudian diserahkan kepada imam/pemimpin untuk didistribusikan.
- Pembagian kepada fakir miskin Muslim. Nabi ﷺ membagikannya khusus kepada fakir miskin kaum Muslimin, menunjukkan bahwa sedekah sunnah pada dasarnya untuk kaum Muslimin yang membutuhkan.
Perbedaan pendapat: Sebagian ulama membahas apakah khutbah Id itu satu atau dua kali. Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat khutbah Id dua kali seperti khutbah Jumat, sementara Imam Malik berpendapat satu kali. Namun hadits ini tidak secara tegas membahas jumlah khutbah, melainkan isi khutbah berupa nasihat dan perintah sedekah. Yang paling kuat menurut dalil adalah khutbah Id tetap disyariatkan dan berisi nasihat, sebagaimana ditunjukkan hadits ini dan riwayat Al-Bukhari-Muslim.
Story Telling
Dikisahkan dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما (riwayat Al-Bukhari dan Muslim): Pada suatu hari Id, Nabi ﷺ keluar dan shalat Id bersama kaum Muslimin. Setelah selesai, beliau berkhutbah. Kemudian beliau mendatangi kaum wanita dan menasihati mereka: "Wahai kaum wanita, bersedekahlah, karena kalian lebih banyak menjadi penghuni neraka." Mendengar itu, seorang wanita yang wajahnya memerah karena malu berdiri dan bertanya, "Mengapa, ya Rasulullah?" Beliau menjawab karena banyaknya keluhan dan kurangnya rasa syukur. Maka para wanita pun mulai melepas anting dan cincin mereka dan menyerahkannya, dan Bilal mengumpulkannya dalam pakaiannya. Hikmahnya: nasihat yang lembut dan penuh perhatian dapat menggerakkan hati untuk beramal, dan sedekah adalah jalan keselamatan.
Kesimpulan Praktis
- Hidupkan sunnah sedekah pada hari Id, terutama bagi wanita, sebagai bentuk syukur dan pembersihan jiwa.
- Dengarkan khutbah dengan penuh perhatian, karena di dalamnya terdapat nasihat dan peringatan yang bermanfaat.
- Tunaikan amanah dalam mengelola sedekah seperti Bilal, dengan jujur dan menyalurkannya kepada yang berhak.
- Bersegera dalam kebaikan tanpa menunda, sebagaimana para sahabat wanita yang langsung menyerahkan perhiasan mereka.
- Berlemah lembut dalam menasihati, meneladani Nabi ﷺ yang mendatangi kaum wanita dan menasihati dengan penuh kasih sayang.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.