Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 1125 tentang Bacaan surat dalam shalat Jumat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ biasa membaca surat Al-A'la (QS. 87) dan Al-Ghasyiyah (QS. 88) pada shalat Jumat. Ini adalah sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ, dan para ulama menganjurkan untuk menghidupkannya. Namun, perlu diingat bahwa membaca surat lain juga diperbolehkan, karena yang terpenting adalah sahnya shalat, sedangkan membaca dua surat ini adalah keutamaan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits: Dari Samurah bin Jundub radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ biasa membaca dalam shalat Jumat: "Sabbihisma rabbikal a'la" (Surat Al-A'la) dan "Hal ataka haditsul ghasyiyah" (Surat Al-Ghasyiyah).

(HR. Abu Dawud no. 1125, dan diriwayatkan juga oleh An-Nasa'i dan Ibnu Majah)

Ayat Al-Qur'an yang dimaksud dalam hadits:

  1. QS. Al-A'la [87]: 1

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى

"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi."

  1. QS. Al-Ghasyiyah [88]: 1

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ

"Apakah telah sampai kepadamu berita tentang (hari) pembalasan (kiamat)?"

Kaitan dengan ulama:

Imam Asy-Syafi'i dalam kitab Al-Umm menyebutkan bahwa membaca surat Al-A'la dan Al-Ghasyiyah pada shalat Jumat adalah sunnah yang dianjurkan, berdasarkan hadits Samurah bin Jundub ini. Beliau juga meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ terkadang membaca surat Al-Jumu'ah dan Al-Munafiqun pada shalat Jumat, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Muslim.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa shalat Jumat memiliki kekhususan dalam hal bacaan. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menyebutkan bahwa disunnahkan membaca surat Al-Jumu'ah pada rakaat pertama dan Al-Munafiqun pada rakaat kedua, atau membaca Al-A'la dan Al-Ghasyiyah. Ini semua berdasarkan hadits-hadits shahih dari Nabi ﷺ.

Mengapa surat-surat ini yang dipilih?

  1. Surat Al-A'la berisi tentang pensucian Allah, peringatan tentang hari akhir, dan nasihat untuk beribadah. Ini sangat cocok untuk khutbah Jumat yang berisi nasihat dan peringatan.
  2. Surat Al-Ghasyiyah berisi gambaran tentang hari kiamat, surga dan neraka. Ini juga selaras dengan tema khutbah Jumat yang sering mengingatkan tentang akhirat.

Imam Ibnul Qayyim dalam Zaad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memilih bacaan-bacaan ini karena kandungannya yang ringkas namun padat, mudah dihafal, dan sangat relevan dengan momen Jumat yang penuh berkah.

Catatan penting:

Para ulama sepakat bahwa membaca surat apa pun dalam shalat Jumat adalah sah. Membaca dua surat ini hanyalah sunnah yang dianjurkan, bukan kewajiban. Jika seseorang membaca surat lain, shalatnya tetap sah dan sempurna.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Abu Hanifah pernah ditanya tentang bacaan dalam shalat Jumat. Beliau menjawab bahwa tidak ada bacaan yang ditentukan secara mutlak, karena Nabi ﷺ terkadang membaca surat yang berbeda-beda. Namun, beliau juga menganjurkan untuk mengikuti kebiasaan Nabi ﷺ dalam membaca surat Al-Jumu'ah dan Al-Munafiqun, atau Al-A'la dan Al-Ghasyiyah, karena itu yang paling utama.

Hikmah dari kisah ini: Islam memberikan kelonggaran dalam hal bacaan shalat, namun tetap menganjurkan umatnya untuk mengikuti contoh terbaik dari Nabi ﷺ. Ini menunjukkan keseimbangan antara kemudahan dan keutamaan.

Kesimpulan Praktis

  1. Hidupkan sunnah dengan membaca surat Al-A'la dan Al-Ghasyiyah pada shalat Jumat, baik sebagai imam maupun saat shalat sendirian.
  2. Jangan memaksakan diri jika belum hafal; membaca surat lain yang dikuasai tetap sah dan berpahala.
  3. Perbanyak belajar menghafal surat-surat pendek agar bisa mengamalkan sunnah ini dengan mudah.
  4. Niatkan karena Allah, agar ibadah kita diterima dan mendapatkan pahala yang sempurna.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.