Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 1123 tentang Bacaan surat Nabi saat shalat Jumat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ pada shalat Jumat membaca Surah Al-Jumu'ah (62) pada rakaat pertama, dan pada rakaat kedua membaca Surah Al-Ghasyiyah (88). Ini adalah salah satu contoh tuntunan Nabi ﷺ dalam shalat Jumat, yang menunjukkan bahwa beliau tidak hanya membaca surat-surat pendek, tetapi juga surat yang mengandung peringatan dan kabar gembira, agar jamaah mendapatkan nasihat yang lengkap.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud:

Teks hadits yang Anda berikan adalah riwayat dari Imam Malik, dari Dhamrah bin Sa'id al-Mazini, dari 'Ubaidillah bin 'Abdillah bin 'Utbah, bahwa Ad-Dahhak bin Qais bertanya kepada An-Nu'man bin Basyir tentang bacaan Rasulullah ﷺ pada hari Jumat setelah Surah Al-Jumu'ah. An-Nu'man menjawab: "Beliau membaca Hal ataka haditsul-ghasyiyah (Surah Al-Ghasyiyah)."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari jalur lain, dengan lafaz yang serupa. Ini menunjukkan bahwa hadits ini shahih dan kuat.

Dalil Al-Qur'an:

Surah yang disebutkan dalam hadits ini adalah:

  • QS. Al-Jumu'ah [62]: 1-11 (sebagai bacaan rakaat pertama)
  • QS. Al-Ghasyiyah [88]: 1-26 (sebagai bacaan rakaat kedua)

Karena hadits ini hanya menyebut nama surat, kita tidak perlu menuliskan teks Arab seluruhnya di sini. Namun, untuk konteks, berikut potongan ayat yang dimaksud:

QS. Al-Ghasyiyah [88]: 1

هَلْ أَتَىٰكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ

"Telah sampai kepadamu berita tentang (hari) pembalasan (hari kiamat)?"

Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dari kalangan salaf dan khalaf menjelaskan bahwa bacaan Nabi ﷺ pada shalat Jumat adalah sunnah yang dianjurkan untuk diikuti. Imam Asy-Syafi'i dalam kitabnya Al-Umm dan Imam Ahmad dalam Al-Musnad meriwayatkan dan membahas hadits-hadits tentang bacaan shalat Jumat ini. Para ulama menjelaskan bahwa membaca dua surat ini mengandung hikmah: Surah Al-Jumu'ah berisi perintah shalat Jumat dan anjuran meninggalkan kesibukan duniawi untuk mengingat Allah, sedangkan Surah Al-Ghasyiyah berisi peringatan tentang hari kiamat, siksa neraka, dan kenikmatan surga. Ini adalah kombinasi yang sempurna untuk nasihat mingguan bagi kaum muslimin.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah dalil bahwa Rasulullah ﷺ memiliki kebiasaan tetap dalam bacaan shalat Jumat. Beliau membaca Surah Al-Jumu'ah di rakaat pertama dan Surah Al-Ghasyiyah di rakaat kedua. Ini bukanlah satu-satunya bacaan beliau, karena ada riwayat lain yang menyebutkan beliau juga membaca Surah Al-Munafiqun di rakaat kedua, atau membaca Surah Al-A'la. Namun, riwayat dari An-Nu'man bin Basyir ini adalah salah satu yang paling masyhur.

Pandangan Ulama:

  1. Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm menyebutkan bahwa membaca Surah Al-Jumu'ah dan Al-Ghasyiyah pada shalat Jumat adalah sunnah yang dianjurkan. Beliau berdalil dengan hadits ini dan hadits-hadits lain yang semakna.
  2. Imam Ahmad bin Hanbal juga meriwayatkan hadits ini dalam Al-Musnad-nya dan menganggapnya sebagai dalil untuk disunnahkannya membaca dua surat tersebut.
  3. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa para ulama sepakat (ijma') bahwa membaca surat apa pun dalam shalat Jumat itu sah, tetapi yang lebih utama adalah mengikuti sunnah Nabi ﷺ dengan membaca Surah Al-Jumu'ah di rakaat pertama dan Surah Al-Ghasyiyah di rakaat kedua.
  4. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Al-Mumti' menjelaskan bahwa hikmah membaca dua surat ini adalah:
  • Surah Al-Jumu'ah mengingatkan tentang kewajiban shalat Jumat dan adab-adabnya.
  • Surah Al-Ghasyiyah mengingatkan tentang hari akhir, yang membuat hati khusyuk dan takut kepada Allah.
  1. Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa-nya juga menganjurkan untuk mengikuti sunnah ini, namun beliau menegaskan bahwa jika seorang imam membaca surat lain yang sah, itu pun diperbolehkan.

Catatan Penting:

Hadits ini juga menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak selalu membaca surat yang panjang dalam shalat Jumat. Ini memberi kelonggaran bagi para imam untuk menyesuaikan bacaan dengan kondisi makmum, selama tetap dalam koridor sunnah.

Story Telling

Dahulu, ada seorang sahabat bernama Ad-Dahhak bin Qais. Suatu hari, ia bertemu dengan sahabat lain, An-Nu'man bin Basyir. Ia ingin sekali mengetahui bagaimana Nabi ﷺ shalat Jumat, karena ia tahu bahwa shalat Jumat adalah ibadah mingguan yang agung. Maka ia bertanya, "Apa yang dibaca Rasulullah ﷺ pada hari Jumat setelah Surah Al-Jumu'ah?"

An-Nu'man, yang pernah menjadi gubernur Kufah dan dikenal sebagai sahabat yang dekat dengan Nabi ﷺ, menjawab dengan tenang, "Beliau membaca Hal ataka haditsul-ghasyiyah."

Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat sangat perhatian terhadap detail ibadah Nabi ﷺ. Mereka tidak hanya bertanya tentang hukum, tetapi juga tentang tata cara dan bacaan yang beliau lakukan. Ini adalah teladan bagi kita untuk mempelajari sunnah secara menyeluruh, bukan hanya yang wajib, tetapi juga yang sunnah.

Kesimpulan Praktis

  1. Sunnah membaca Surah Al-Jumu'ah di rakaat pertama shalat Jumat, karena isinya tentang kewajiban shalat Jumat dan adab-adabnya.
  2. Sunnah membaca Surah Al-Ghasyiyah di rakaat kedua, karena isinya tentang hari kiamat, surga, dan neraka, yang menjadi pengingat bagi jamaah.
  3. Jika seorang imam membaca surat lain yang sah, itu diperbolehkan, karena yang terpenting adalah sahnya shalat dan kekhusyukan jamaah.
  4. Bagi makmum, dianjurkan untuk mendengarkan bacaan imam dengan tenang, karena ini bagian dari adab shalat berjamaah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.