Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 1122 tentang Bab Bacaan yang Dibaca pada Hari Jum'at

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ pada shalat Idul Fitri, Idul Adha, dan shalat Jumat biasa membaca surat Al-A’la (Sabbihisma rabbikal a’la) dan surat Al-Ghasyiyah (Hal ataka haditsul ghasyiyah). Apabila hari Id dan Jumat bertepatan, beliau membaca kedua surat tersebut pada masing-masing shalat. Hal ini menunjukkan sunnahnya membaca surat-surat tersebut pada hari raya dan Jumat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud:

Sunan Abu Dawud, Kitab Shalat, Bab Bacaan pada Hari Jumat, no. 1122, dari Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu.

Ayat Al-Qur’an yang disebutkan:

  • QS. Al-A’la [87]: 1

<p dir="rtl" style="text-align: right; font-size: 1.2em;">سَبِّحِ ٱسْمَ رَبِّكَ ٱلْأَعْلَى</p>

Terjemahan: “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi.”

  • QS. Al-Ghasyiyah [88]: 1

<p dir="rtl" style="text-align: right; font-size: 1.2em;">هَلْ أَتَىٰكَ حَدِيثُ ٱلْغَاشِيَةِ</p>

Terjemahan: “Sudahkah sampai kepadamu berita tentang hari pembalasan?”

Penjelasan Ulama:

Imam Abu Dawud sendiri meriwayatkan hadits ini dalam kitabnya. Para ulama seperti Imam al-Albani (dalam Shahih Abi Dawud) dan Imam an-Nawawi (dalam Al-Majmu’) menyatakan bahwa hadits ini sahih. Ibn Hajar al-Asqalani juga membahasnya dalam Fath al-Bari saat menjelaskan bacaan pada shalat Id. Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah termasuk yang mengamalkan bacaan ini berdasarkan riwayat tersebut.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan dua sunnah penting:

  1. Bacaan pada shalat Id dan Jumat: Nabi ﷺ biasa membaca surat Al-A’la pada rakaat pertama dan surat Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua. Ini diriwayatkan juga oleh Muslim dari hadits Samurah bin Jundub (dengan redaksi berbeda). Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu’ mengatakan bahwa membaca kedua surat ini pada shalat Id dan Jumat adalah sunnah menurut jumhur ulama.
  2. Apabila hari Id dan Jumat bertepatan: Nabi ﷺ membaca kedua surat tersebut pada masing-masing shalat, tidak menggabung atau meninggalkan salah satu. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma’ad menjelaskan bahwa ini adalah sunnah yang jelas. Imam asy-Syafi’i dalam Al-Umm juga menyebutkan riwayat ini sebagai dalil kesunnahan membaca surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah pada shalat Id.

Pendapat ulama tentang bacaan pada shalat Jumat:

  • Imam Abu Hanifah berpendapat membaca surat Al-Jumu’ah dan Al-Munafiqun pada Jumat, namun tidak menafikan keutamaan surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah.
  • Imam Malik dan Imam Ahmad memilih bacaan surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah berdasarkan hadits yang sahih, sebagaimana disebutkan oleh Ibn Qudamah dalam Al-Mughni. Imam al-Bukhari meriwayatkan bahwa Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma juga membaca surat Al-A’la pada shalat Jumat.

Hikmah:

Membaca surat Al-A’la mengandung perintah bertasbih dan mengingat kebesaran Allah. Surat Al-Ghasyiyah berisi ancaman bagi orang kafir dan kabar gembira bagi mukmin di hari kiamat. Kedua surat ini cocok dibaca pada hari raya dan Jumat yang merupakan hari berkumpul, mengingatkan manusia akan akhirat.

Story Telling

Kisah Nu’man bin Basyir:

Nu’man bin Basyir adalah sahabat yang berasal dari Madinah. Ia dikenal sebagai perawi hadits yang jujur. Dalam riwayat ini, ia menyaksikan langsung praktek Nabi ﷺ di Masjid Nabawi. Para tabi’in seperti Habib bin Salim dan Muhammad bin al-Muntashir mengambil ilmu darinya, lalu disebarkan ke generasi selanjutnya. Dari sanad yang bersambung ini, kita mendapatkan petunjuk bahwa Nabi ﷺ konsisten membaca dua surat tersebut pada hari-hari mulia.

Hikmah:

Kesungguhan para sahabat dalam meriwayatkan amalan kecil sekalipun menunjukkan betapa berharganya setiap sunnah. Maka, kita pun hendaknya berusaha menghidupkan sunnah bacaan ini.

Kesimpulan Praktis

  1. Bagi imam shalat Id dan Jumat: Disunnahkan membaca surat Al-A’la pada rakaat pertama dan surat Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua. Ini berdasarkan hadits sahih.
  2. Bagi makmum dan yang shalat sendiri: Dianjurkan untuk mendengarkan bacaan imam dengan khusyuk.
  3. Jika hari Id dan Jumat bertepatan: Tetap laksanakan shalat Id dan Jumat masing-masing dengan bacaan yang sama.
  4. Amalan pribadi: Bisa juga membaca kedua surat ini pada shalat sunnah sebagai bentuk mengikuti sunnah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.