Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa di hari Jumat terdapat satu waktu mustajab (waktu yang mustajab untuk berdoa). Nabi ﷺ mengabarkan bahwa hari Jumat memiliki dua belas jam, dan di antara jam-jam tersebut ada satu waktu khusus di mana doa seorang Muslim tidak akan ditolak. Beliau ﷺ kemudian menunjukkan waktu yang paling utama untuk mencari saat tersebut, yaitu di akhir waktu setelah shalat Ashar. Ini adalah kabar gembira bagi kita untuk bersungguh-sungguh berdoa dan beribadah di waktu tersebut.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Abu Dawud No. 1048:
Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan) sudah benar dan lengkap dengan sanadnya. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Shalat, Bab Waktu yang Dijawab pada Hari Jumat.
Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dan Imam At-Tirmidzi dari jalur lain, dengan lafaz yang semakna.
Ayat Al-Qur'an yang relevan tentang keutamaan berdoa dan hari Jumat:
Allah ﷻ berfirman:
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Apabila shalat (Jumat) telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung." (QS. Al-Jumu'ah [62]: 10)
Ayat ini menunjukkan perintah untuk memperbanyak dzikir dan doa setelah shalat Jumat, yang mencakup waktu-waktu setelahnya hingga sore hari.
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in telah membahas tentang waktu mustajab di hari Jumat ini. Terdapat perbedaan pendapat mengenai kapan persisnya waktu tersebut, namun hadits ini memberikan isyarat yang sangat jelas.
1. Makna "Dua Belas Jam"
Imam Al-Khathabi (dalam Ma'alim As-Sunan, syarah Sunan Abu Dawud) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "dua belas jam" adalah siang hari Jumat, dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Ini adalah pembagian waktu yang umum digunakan, dan bukan berarti penetapan waktu secara astronomis yang kaku.
2. Waktu yang Paling Utama: Setelah Ashar
Dalam hadits ini, Nabi ﷺ secara tegas menunjukkan waktu yang paling dicari, yaitu "akhir jam setelah shalat Ashar". Ini adalah pendapat yang dipilih oleh banyak ulama, di antaranya:
- Imam Ahmad bin Hanbal – Beliau memilih pendapat bahwa waktu mustajab itu adalah setelah shalat Ashar hingga terbenam matahari. Ini adalah pendapat yang masyhur dari beliau.
- Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya Zaad Al-Ma'ad – Beliau menguatkan pendapat bahwa waktu yang paling tepat adalah setelah Ashar, berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain yang semakna.
- Syaikh Al-Albani – Beliau menilai hadits ini shahih dan menjelaskan bahwa inilah waktu yang paling utama untuk berdoa.
3. Mengapa Setelah Ashar?
Para ulama menjelaskan hikmahnya: Waktu setelah Ashar adalah waktu di mana amalan-amalan siang akan diangkat kepada Allah ﷻ. Ini adalah waktu yang penuh keberkahan, dan di saat itu seorang hamba berada di penghujung siangnya, sehingga sangat dianjurkan untuk menutup harinya dengan doa dan ibadah.
4. Perbedaan Pendapat Ulama
Terdapat beberapa pendapat lain tentang waktu mustajab ini, di antaranya:
- Pendapat pertama: Saat khatib naik mimbar hingga selesai shalat Jumat.
- Pendapat kedua: Setelah shalat Ashar hingga terbenam matahari (ini yang paling kuat).
- Pendapat ketiga: Saat imam duduk di mimbar hingga selesai shalat.
Namun, hadits yang kita bahas ini sangat jelas menunjukkan waktu setelah Ashar, dan inilah yang dikuatkan oleh Imam Ahmad, Ibnul Qayyim, dan Syaikh Al-Albani.
5. Adab Berdoa di Waktu Tersebut
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah dalam Majmu' Fatawa beliau menasihatkan agar seorang Muslim mengisi waktu setelah Ashar di hari Jumat dengan:
- Memperbanyak doa dengan khusyuk dan yakin akan dikabulkan.
- Memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ.
- Berdzikir dan beristighfar.
- Menghadirkan hati dan memohon kebutuhan dunia dan akhirat.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah sangat menjaga waktu ini. Beliau dikenal sebagai pribadi yang zuhud dan sangat menjaga ibadah. Para muridnya menceritakan bahwa di hari Jumat, setelah shalat Ashar, beliau akan menghabiskan waktunya untuk berdoa dan bermunajat kepada Allah ﷻ hingga terbenam matahari. Beliau tidak banyak berbicara dengan manusia pada waktu tersebut, karena beliau sangat menghormati waktu mustajab ini dan ingin memanfaatkannya sebaik mungkin.
Kisah ini menunjukkan betapa besarnya perhatian para ulama salaf terhadap waktu yang mulia ini. Mereka tidak menyia-nyiakannya, meskipun mereka adalah orang-orang yang sangat sibuk dengan ilmu dan mengajar.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah bahwa di hari Jumat terdapat waktu mustajab, dan waktu yang paling utama adalah setelah shalat Ashar hingga terbenam matahari.
- Isilah waktu tersebut dengan doa, dzikir, shalawat, dan istighfar.
- Jangan sia-siakan waktu tersebut dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti tidur, bermain, atau perdebatan yang tidak berguna.
- Perbanyaklah doa untuk kebaikan dunia dan akhirat, baik untuk diri sendiri, keluarga, kaum Muslimin, dan umat Islam seluruhnya.
- Jadikanlah waktu ini sebagai momen untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah ﷻ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.