Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 1046 tentang Keutamaan hari Jumat dan waktu mustajabnya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu hadits paling agung tentang keutamaan hari Jumat. Hadits ini mengabarkan bahwa hari Jumat adalah hari terbaik, padanya terjadi peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah manusia (penciptaan, turunnya, taubat, dan wafatnya Nabi Adam), dan padanya akan terjadi kiamat. Hadits ini juga menegaskan adanya waktu mustajab di hari Jumat, di mana doa seorang Muslim yang meminta kebaikan akan dikabulkan. Para ulama berbeda pendapat tentang kapan tepatnya waktu mustajab ini, namun pendapat yang paling kuat adalah di akhir waktu Ashar sebelum terbenam matahari.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

Allah ﷻ berfirman tentang keagungan hari Jumat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Jumu'ah [62]: 9)

2. Hadits Terkait:

Hadits yang Anda tanyakan diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya (no. 1046), juga diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththa', Imam At-Tirmidzi, dan Imam An-Nasa'i. Hadits ini juga tercantum dalam Shahih Muslim (no. 854) dengan redaksi yang lebih ringkas.

3. Kaitan dengan Ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan perbedaan pendapat tentang waktu mustajab ini.
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari membahas secara panjang lebar tentang waktu mustajab ini dan menguatkan pendapat bahwa ia berada di akhir waktu Ashar.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin dan Majmu' Fatawa menjelaskan hadits ini dengan sangat rinci.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa faedah besar yang perlu kita pahami:

Pertama: Keutamaan Hari Jumat

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa hari Jumat adalah "khairu yaumin tathlu'u fihisy syamsu" — sebaik-baik hari yang pernah terbit mataharinya. Ini menunjukkan keutamaan yang sangat besar. Imam Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa hari Jumat adalah penghulu segala hari (sayyidul ayyam), dan ia lebih agung daripada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Kedua: Peristiwa-peristiwa Besar di Hari Jumat

Rasulullah ﷺ menyebutkan lima peristiwa besar yang terjadi pada hari Jumat:

  1. Adam diciptakan
  2. Adam diturunkan ke bumi
  3. Taubat Adam diterima
  4. Adam wafat
  5. Hari Kiamat akan terjadi

Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa penyebutan peristiwa-peristiwa ini menunjukkan bahwa hari Jumat adalah hari yang agung di sisi Allah, dan Allah telah memuliakannya sejak awal penciptaan.

Ketiga: Waktu Mustajab di Hari Jumat

Ini adalah bagian yang paling banyak dibahas para ulama. Terdapat perbedaan pendapat tentang kapan tepatnya waktu mustajab ini:

  1. Pendapat pertama: Waktu mustajab adalah saat imam duduk di mimbar hingga selesai shalat Jumat. Ini pendapat yang diriwayatkan dari Imam Abu Hanifah dan sebagian ulama.
  2. Pendapat kedua: Waktu mustajab adalah di akhir waktu Ashar sebelum terbenam matahari. Ini adalah pendapat yang diriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hanbal, dan dikuatkan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari.
  3. Pendapat ketiga: Waktu mustajab adalah antara duduknya imam di mimbar hingga selesainya shalat, atau setelah Ashar. Ini adalah pendapat yang menggabungkan dua pendapat di atas.

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (2/489) menyebutkan bahwa pendapat yang paling kuat adalah pendapat yang menyatakan bahwa waktu mustajab itu adalah di akhir waktu Ashar, berdasarkan hadits Abdullah bin Salam yang menegaskan hal ini, dan juga hadits-hadits lain yang menguatkan.

Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah juga menguatkan pendapat ini dan menjelaskan bahwa hadits Abu Hurairah ini adalah dalil yang jelas untuk pendapat tersebut.

Keempat: Makna "Sedang Shalat" dalam Hadits

Ada pertanyaan menarik dalam hadits ini: Abdullah bin Salam berkata bahwa waktu mustajab adalah di akhir hari Jumat, padahal saat itu tidak ada shalat wajib. Abu Hurairah pun bertanya tentang hal ini. Abdullah bin Salam menjawab dengan mengutip hadits lain: "Barangsiapa duduk menunggu shalat, maka ia dianggap sedang shalat."

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "sedang shalat" di sini adalah mencakup orang yang duduk menunggu shalat, atau orang yang berdoa dan berdzikir. Jadi, seorang Muslim yang duduk di masjid pada akhir waktu Ashar sambil berdzikir dan berdoa, maka ia dianggap "sedang shalat" dalam pengertian ini, sehingga doanya dikabulkan.

Story Telling

Ada kisah menarik yang diriwayatkan dalam hadits ini sendiri. Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu suatu hari bertemu dengan Ka'b Al-Ahbar, seorang ulama dari kalangan Ahli Kitab yang telah masuk Islam. Ka'b berkata bahwa waktu mustajab itu hanya terjadi satu hari dalam setahun. Abu Hurairah dengan tegas membantahnya dan berkata, "Bahkan itu terjadi setiap hari Jumat."

Ka'b kemudian membaca Taurat dan mendapati bahwa apa yang dikatakan Abu Hurairah adalah benar, sesuai dengan sabda Nabi ﷺ. Maka Ka'b pun berkata, "Rasulullah ﷺ telah berkata benar."

Kisah ini menunjukkan beberapa hal:

  • Para sahabat sangat bersemangat dalam memahami sunnah Nabi ﷺ
  • Mereka berani meluruskan pemahaman yang keliru, meskipun dari orang yang lebih dahulu berilmu
  • Kebenaran tetap diterima dari siapa pun, dan tidak ada sikap fanatik buta

Kesimpulan Praktis

  1. Muliakan hari Jumat sebagai hari terbaik, perbanyak ibadah, dzikir, dan doa di dalamnya.
  2. Perbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ di hari Jumat, karena hadits-hadits shahih menyebutkan keutamaannya.
  3. Manfaatkan waktu mustajab — terutama di akhir waktu Ashar — dengan duduk di masjid, berdzikir, dan berdoa memohon kebaikan dunia dan akhirat.
  4. Jangan sia-siakan hari Jumat dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Jadikan ia hari untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
  5. Perbanyak doa di hari Jumat, karena ada waktu di mana doa tidak akan ditolak.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.