Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ ketika selesai shalat, beliau terkadang berpaling ke kanan dan terkadang ke kiri. Ini menunjukkan bahwa berpaling ke kanan atau ke kiri setelah salam hukumnya boleh dan merupakan sunnah, tidak ada keharusan untuk selalu ke kanan. Yang terpenting adalah berpaling dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Abu Dawud:
Teks hadits yang Anda berikan adalah riwayat dari Qabishah bin Hulb dari ayahnya (Hulb ath-Tha'i), bahwa ia shalat bersama Nabi ﷺ dan beliau biasa berpaling ke kedua sisinya (kanan dan kiri).
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban. Para ulama menilai hadits ini hasan (baik). Syaikh Al-Albani rahimahullah menshahihkannya dalam Shahih Abi Dawud.
Dalil pendukung dari hadits lain:
Dalam hadits shahih, disebutkan bahwa ketika Nabi ﷺ selesai salam, beliau beristighfar tiga kali lalu menghadap ke arah makmum. Dari Samurah bin Jundub radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:
"كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا صَلَّى صَلَاةً أَقْبَلَ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ"
"Adalah Rasulullah ﷺ apabila selesai shalat, beliau menghadapkan wajahnya kepada kami." (HR. Bukhari no. 845)
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa berpaling setelah salam dari shalat adalah perkara yang luas dan fleksibel. Berikut penjelasan dari beberapa ulama dalam daftar rujukan:
1. Pendapat Imam Asy-Syafi'i dan ulama lainnya
Imam Asy-Syafi'i rahimahullah menjelaskan bahwa berpaling ke kanan atau ke kiri setelah salam hukumnya boleh. Beliau berkata dalam Al-Umm: "Tidak mengapa seseorang berpaling ke kanan atau ke kirinya setelah salam." Ini menunjukkan bahwa tidak ada ketentuan khusus yang mengikat.
2. Penjelasan Ibnu Hajar Al-Asqalani
Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya berpaling ke kedua arah. Beliau menyebutkan bahwa sebagian ulama menganjurkan berpaling ke kanan karena didasarkan pada hadits-hadits lain yang menyebutkan Nabi ﷺ sering berpaling ke kanan, namun hadits ini menunjukkan bahwa berpaling ke kiri juga pernah dilakukan oleh Nabi ﷺ.
3. Penjelasan Imam An-Nawawi
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa berpaling setelah salam ke arah kanan atau kiri adalah sunnah, dan yang lebih utama adalah ke kanan jika ada keperluan, karena hadits Aisyah radhiyallahu 'anha menyebutkan bahwa Nabi ﷺ lebih sering berpaling ke kanan. Namun jika ada keperluan di sisi kiri, maka berpaling ke kiri juga dibolehkan.
4. Faedah dari hadits ini
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hikmah Nabi ﷺ berpaling ke kedua sisinya adalah untuk menunjukkan bahwa perkara ini fleksibel dan tidak memberatkan umatnya. Beliau juga menjelaskan bahwa berpaling setelah salam dilakukan setelah beristighfar tiga kali dan membaca doa-doa yang diajarkan.
5. Adab berpaling setelah shalat
Para ulama menjelaskan bahwa yang disunnahkan adalah berpaling dengan tenang, tidak tergesa-gesa, dan tidak sambil berjalan cepat meninggalkan tempat shalat kecuali ada keperluan. Ini berdasarkan hadits-hadits yang menjelaskan bahwa Nabi ﷺ setelah salam duduk sejenak untuk beristighfar dan berdoa.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Hulb ath-Tha'i radhiyallahu 'anhu, beliau adalah seorang sahabat yang datang dari kabilah Thayyi' untuk menemui Nabi ﷺ. Beliau shalat bersama Nabi ﷺ dan memperhatikan dengan teliti bagaimana cara Nabi ﷺ berpaling setelah salam.
Beliau melihat bahwa Nabi ﷺ tidak selalu berpaling ke satu arah saja. Kadang ke kanan, kadang ke kiri. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan kemudahan dan keluwesan dalam beribadah, tidak memberatkan umatnya dengan hal-hal yang tidak perlu dipersempit.
Kisah ini mengajarkan kita bahwa dalam perkara-perkara yang bersifat fleksibel, kita tidak boleh mempersempit diri dan orang lain. Sebagaimana para ulama menegaskan bahwa berpaling ke kanan atau ke kiri setelah salam adalah perkara yang luas, selama tidak keluar dari tuntunan syariat.
Kesimpulan Praktis
- Boleh berpaling ke kanan atau ke kiri setelah salam dari shalat, keduanya pernah dilakukan oleh Nabi ﷺ.
- Yang lebih utama adalah berpaling ke kanan jika tidak ada keperluan di sisi kiri, karena ini lebih sering dilakukan Nabi ﷺ.
- Jangan tergesa-gesa meninggalkan tempat shalat, dahulukan beristighfar tiga kali dan doa-doa setelah salam.
- Bersikap luwes dalam perkara yang memang fleksibel, jangan mempersempit diri dengan anggapan bahwa harus selalu ke satu arah tertentu.
- Niatkan karena Allah dalam setiap gerakan ibadah, termasuk saat berpaling setelah salam.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.